tikam samurai-bagian-216-217-218-219


Perintahkan mereka mundur semua Saburo. Atau kau ingin anakmu ini terbunuh….?!” Suara si Bungsu tikam samuraimengancam lagi seperti sayatan pisau cukur.
Mundur….! Mundurlah semua!! “ kata Saburo.
Suaranya terdengar sangat bermohon. Dia sangat megkhawartirkan nasib puterinya. Belasan pendeta itu segera mundur. Dan ditengah ruangan kini tegak si Bungsu mengepit Michiko.
Lima depa didepannya tegak dengan tubuh lunglai Saburo Matsuyama. Si Bungsu menatap keliling. Menatap pada pendeta-pendeta yang mengepungnya.
Kini seluruh pendeta yang di luar yang tadi latihan di altar Doyo, sudah masuk. Mereka memegang berbagai senjata. Tongkat kayu, samurai, rantai, double stick dan tombak.
Di tengah ruangan, selain si Bungsu, Michiko dan Saburo, juga tergeletak empat mayat pendeta yang mati dimakan samurai si Bungsu.
Para pendeta yang masih hidup termasuk Saburo, benar-benar terkejut melihat kehebatan orang asing ini mempergunakan samurai. Tak pernah terbayangkan di fikiran mereka bahwa ada seorang asing yang akan mampu mempergunakan samurai seperti itu.
Mereka kini tegak dengan diam. Lanjutkan membaca


tikam samurai-bagian-212-213-214-215


“Michikooooooo!” Saburo Matsuyama berteriak histeris melihat kenekatan anaknya itu.si bungsu tikam samurai
Namun suatu keajaiban terjadi. Sebenarnya bukan keajaiban. Tapi suatu kecepatan yang luar biasa.
Si Bungsu yang tegak tiga depa dari Michiko. Adalah orang pertama yang dapat melihat gerak tangan gadis itu. Dia melihat sesuatu yang mengkilap di tangannya yang ke luar dari keranjang kecil itu.
Dan tangan gadis itu menghujamkan ke dadanya. Nalurinya yang amat sensitif, yang dia bawa dari Gunung Sago, segera mengirimkan isyarat bahaya.
Dan dengan gerak yang hanya berdasarkan nalurinya saja, samurainya tersebut, dan dalam sebuah gulingan di lantai, dalam jurus Lompat Tupai, samurainya bekerja.
Samurai kecil di tangan Michiko kena dihantam samurainya. Samurai kecil itu terpental. Menancap di loteng kuil!
Michiko kaget. Semua pendeta juga kaget melihat kecepatan anak muda ini.
Michiko menatap si Bungsu. dan tiba-tiba dia memeluk anak muda itu!.
”Bungsu-san…..kenapa harus jadi begini?” isaknya.
Sementara itu Saburo sampai di sana.
“Michiko-san….” Katanya perlahan. Lanjutkan membaca


tikam samurai-bagian-208-209-210-211


Kyoto. Pada tahun-tahun sehabis perang Dunia ke II Kyoto adalah kota terbesar di Jepang.Lebih besar dari

si bungsuTokyo yang kini jadi Ibukota.

Kyoto adalah kota tua dari zaman dinasti Tokugawa. Karenanya dalam kota kelihatan bangunan-bangunan peninggalan zaman tersebut. Tua tapi kukuh dan anggun. Kuil-kuil agama Budha dan Shinto terdapat di banyak tempat dalam kota.
Kota itu sendiri di belah-belah oleh beberapa sungai besar dan kecil. Sungai terbesar yang membelah kota itu adalah dua buah sungai yang bergabung jadi satu.
Kedua sungai itu adalah sungai Kamo dan sungai Takano dari utara bergabung jadi satu agak di utara kota, kemudian mengalir ke jantung kota.
Stasiun Kereta Api Kyoto terletak di kawasan daerah Minamiku. Di depannya ada stasiun bus. Stasiun ini ramai sepanjang siang dan malam. Tak perduli musim panas atau musim dingin.
Sepanjang tepi sungai yang mengalir dalam kota dibuat jalan raya yang diteduhi pohon-pohonan sakura.
Si Bungsu menginap di sebuah hotel di persimpangan jalan Imadegawa yang melintasi sungai dengan jalan Karawamachi yang searah memanjang jalan. Lanjutkan membaca


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 611 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: