Category Archives: Tikam Samurai Jilid I

tikam samurai-bagian-256-257-258-259


tikam samurai karangan makmur hendrik“Apa salahnya, bukankah dia tak ikut secara langsung?”
“Dia telah ikut menolongmu Zendo! Dan saya akan menolong Zato Ichi. Adil bukan?”
“Apakah menolakkan ke dalam itu bisa dianggap sebagai pertolongan?” tanya Zendo.
“Kenapa tidak. Maka sekarang, majulah…!!”
“Hmm. Anak muda sombong. Kau sangka kami takut padamu? Jangan menyesal kalau hari ini nyawamu kusudahi..”
Dan sehabis kalimatnya dia menyerang si Bungsu. dan anak buahnya juga ikut menyerang. Kali ini Zato Ichi benar-benar tak bisa membantu. Tenaganya yang sangat lemah, ditambah darah banyak mengalir dari pahanya yang menganga, membuat dia terduduk tak bisa bergerak.
Namun si Bungsu sudah bertekad untuk membela Zato Ichi. Dia bertekad untuk membelanya sampai tetes darah yang terakhir. Lanjutkan membaca

Iklan

tikam samurai-bagian-150-151-152


Tangan anak muda itu menggelepar dan buih air menggelembung ke atas! Gelembung air merah! Merah darah!

si bungsu

si bungsu

Tangan si Bungsu sekali lagi kelihatan menggelepar. Harimau itu meraung panjang.
Mengejutkan dan membuat isi rimba didarat kampung Buluh Cina itu berteperasan lari. Menyurukkan diri ketempat yang paling jauh. Raungan raja hutan itu benar-benar dahsyat. Bilal sendiri seperti dicopoti tulang belulangnya.
Ya Allah, Bungsu….” ucapan perlahan terdengar keluar dari bibirnya yang pucat. Demikian hebatnya terjangan harimau itu tadi. Sehingga mementalkan tubuh si Bungsu dan dirinya ke bancah ini. Lontaran yang jauhnya enam depa dari tempat si Bungsu duduk bersila memejamkan mata tadi!
Semua lelaki dari kampung kecil itu tegak dengan wajah pucat dan mulut ternganga. Harimau besar itu menoleh keliling. Dan tiba-tiba tubuhnya miring. Dan rubuh ke dalam air bancah yang telah menjadi merah disekitarnya!
Tangan si Bungsu yang dirinya berada dalam air di bawah perut harimau itu sekali lagi seperti akan memegang sesuatu di udara. Meregang-regang. Kemudian tenggelam ke dalam air. Terlihat gelembung-gelembung air. Dan tiba-tiba kepalanya muncul! Dia menarik nafas terbatuk-batuk. Lanjutkan membaca


tikam samurai-bagian-147-148-149


Orang-orang yang disuruh itu melaksanakan tugas mereka.

si bungsu

si bungsu

Dan Bilal membawa si Bungsu ke arah mayat-mayat Belanda itu diangkuti. Mayat-mayat itu teranyata diangkuti ke belakang kampung. Ke hutan belantara yang masih perawan. Kaum lelaki berkumpul disana. Menanti Bilal dan si Bungsu.
Semua mereka menoleh pada Bilal dan si Bungsu yang baru muncul. Menatap dengan diam. Guruh tiba-tiba menderam di angkasa. Bilal berhenti, demikian pula si Bungsu. Para lelaki melirik ke samurai yang terpegang ditangan kanan si Bungsu.
Dari cerita yang pernah mereka dengar, anak muda ini mahir dan amat cepat dengan samurai Jepang itu. Tapi dipasar Jumat tadi, beberapa orang sempat melihatnya. Itupun secara tak pasti. Sebab hampir semua mereka terlibat dalam perkelahian yang hanya sebentar.
Hanya saja, dari mayat-mayat yang mereka bawa ini, ada dua orang tentara Belanda yang belah perut dan dadanya. Dan itu pasti termakan samurai. Jadi dengan kopral yang putus kaki dan tangan kananya itu, ada tiga serdadu Belanda yang dibabat samurai tersebut. Lanjutkan membaca


%d blogger menyukai ini: