Dalam Neraka Vietnam -bagian-586-587


Dalam Neraka Vietnam -bagian-586-587dalam pelukan si Bungsu
Si Bungsu hampir terlambung saking kaget dan jengkel yang tak tertahankan,mendengar gadis itu menyebutnya dengan kata ‘yang’ dan bibirnya tersenyum pula.Tapi dia cepat sadar.Puncak kadanya sedang ditusuk-tusuk gadis ini.Dia memutuskan untuk membalas,tak mau berdiam diri lagi.

“Maksudmu dengan kata ‘yang’ itu adalah….”
“Singkatan dari kata ‘sayang’ …”sergah Thi Binh dengan cepat.
Alaaamak ooooiiii…!Sakitnya hati si Bungsu.
“Bukan,bukan singkatan ‘sayang’ tapi singkatan ‘Eyang’,bukan?”serang si Bungsu,berusaha membalikkan serangan.
“Eyang artinya adalah Mbah,dalam bahasa kampungku artinya inyiak atau datuk.Itu yang kau maksud kan?”sambung si Bungsu.
Thi Binh kembali menyandarkan kepalanya ke dada si Bungsu.Mati kau,ujar si Bungsu dalam hati,yang merasa kemenangan di pihaknya.

“Ooo,itu artinya kampungmu.Di kampungku ini,,Eyang itu artinya ‘kekasih tercinta’.Itu pula maksudku…”ujar Thi Binh perlahan.

Ondeh mak oiii!! Continue reading


Dalam Neraka Vietnam -bagian-584-585


Dalam Neraka Vietnam -bagian-584-585si Bungsu
“Ya,saya yakin itu.Struktur tanah dan pepohonannya,struktur lumpur dalam
air tadi,mengindikasikan secara kuat bahwa tempat kita ini sebuah pulau di
tengah danau.Lagi pula,sebelum kita tadi menepi saya sudah menduga ini
sebuah pulau.Ada bahagian daratan yang seolah-olah menghilang di ujung
kanan sana,ini berarti bahagian ujung pulau ini.Jarak pulau ini ketepi
kanan,kesisi kita di buru kemaren malam,menurut peta ini sekitar satu
kilometer,jarak ketepi kiri hanya seratus meter….”ujar si Bungsu,sambil
menunjuk kebeberapa bagian di peta tersebut.

Mereka sama-sama terdiam setelah itu,sampai akhirnya si Bungsu kembali
bicara perlahan.
“Dari peta ini,jika tetap memakai rakit,kita baru bisa mencapai ujungnya,yaitu
tempat terdekat ke bukit-bukit batu ini,di mana para tawanan Amerika di
sekap,sekitar sore besok….”ujar si Bungsu menunjuk bukit-bukit di
maksud,setelah memperhatikan peta itu dengan seksama. Continue reading


Dalam Neraka Vietnam -bagian-582-583


Dalam Neraka Vietnam -bagian-582-583ikan bakar
Namun saat itu pula sorak gadis itu terhenti.Karena begitu tekanan dilepaskan Thi Binh,ujung kayu yang berputar itu terangkat dan lepas dari lobang kecil tersebut.Asap pun lenyap dan si Bungsu menarik nafas.Wajahnya berpeluh.
“Apanya yang hidup?”ujar si Bungsu sambil tersenyum.
Thi Binh terdiam.
“Biar saya yang menekannya…”ujar Han Doi.

“Tidak,biar Thi Binh.Agar dia punya andil dan belajar bagaimana menghidupkan api.Anda dekatkan rumput-rumput halus itu ke lobang kayu jika berasap…”ujar si Bungsu sambil kembali menarik-narik baja di dua tangannya.
“Siap…?”ujarnya pada Thi Binh setelah kayu itu mulai berputar kencang.Thi Binh mengangguk.Si Bungsu kembali memutar’gasing’panjang itu.
“Yap,tekan…!”ujarnya.
Thi Binh menekan.Beberapa saat asap kembali kelihatan sedikit.makin lama makin banyak.
“Han Doi…rumputnya….!”ujar si Bungsu. Continue reading


Dalam Neraka Vietnam -bagian-580-581


Dalam Neraka Vietnam -bagian-580-581menghunjamkan galah bambu
“Paha orang dewasa atau paha belalang?”
Thi Binh tertawa dan mencubit lengan si Bungsu.
“Sebesar pahamu…”ujar gadis itu.
“Haw,cukup besar.Ayo kita cari ikan sebesar itu…”ujar si Bungsu sambil melangkah ke tepi rawa.
Thi Binh mengikuti dari belakang.
“Tunggu saja disini.Jangan ikut masuk ke air….”ujar si Bungsu ketika akan melangkah memasuki air.

Senja sebenarnya belum turun utuh.Namun karena rawa itu dikepung belantara lebat,cuaca disana sudah cukup gelap.Dua depa melangkah ke air sudah setinggi betis si Bungsu.Dia tegak sambil menatap keair didepannya.Tangan kanannya mengangkat galah yang sudah diruncingkan itu setinggi bahu.
Thi Binh menatap dengan tegang.Begitu juga dengan Han Doi dan Duc Thio di bawah pohon sana.Tiba-tiba si Bungsu menghunjamkan galah bambu itu ke sebelah kanan.Galah itu meluncur sekitar empat depa,kemudian tertancap.Si Bungsu melangkah dua depa,merai galah itu,dan mengangkatnya.Namun galah itu kosong! Continue reading


Dalam Neraka Vietnam -bagian-566-567


Dalam Neraka Vietnam -bagian-566-567ninja
Ayahnya memperkenalkan si Bungsu pada gadis itu.Gadis itu mula-mula merasa malu dan rendah diri akibat penyakitnya.Namun setelah ayahnya mengatakan,bahwa anak muda inilah yang memberinya obat sehingga cepat pulih,gadis itu menganggukkan kepala kepada si Bungsu,memberi hormat.

Si Bungsu mendekat.Kemudian memegang kening gadis itu.Gadis itu tak mampu menahan tangisnya.Airmatanya mengalir di pipinya.
“Engkau akan segera pulih,dik.Percayalah…”ujar si Bungsu sambil mengusap kepala gadis itu.Gadis itu justru menangis terisak.
“Tenanglah,Tuhan akan membalas orang-orang yang menjahanami ibumu,yang juga menjahanami dirimu,anakku.Yakinlah,Tuhan akan membalas mereka lebih pedih dari apa yang diterima ibumu,dan juga dirimu….”ujar Duc Thio perlahan dengan suara bergetar. Continue reading


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 274 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: