Tag Archives: samurai

tikam samurai-bagian-236-237-238-239


Serangan itu demikian cepatnya. Namun si Bungsu tak mencabut samurai nya. Dia mengelakkan ketiga serangantikam samurai itu dengan memiringkan tubuh, membungkuk dan mengangkat kaki kanan yang dibabat samurai!
Lalu melangkah ke depan dua langkah. Ketiga serangan itu lewat tanpa mengenai sasaran. Siul Zato Ichi masih terdengar. Mendayu dan kadang-kadang terhenti pada puncak nada yang tinggi. Tiga serangan lagi menggebu ke arahnya.
Si Bungsu mempergunakan sarung samurai nya untuk menangkis serangan itu. Dia sengaja tak mencabut samurai dari sarungnya. Dan sarung samurai yang terbuat dari kayu keras itu dia pergunakan sedemikian rupa hingga ketika membentur samurai lawan jadi mencong arah serangannya.
Dua kali serangan seorang. Berarti si Bungsu sudah menggagalkan enam jurus serangan ketiga lawannya tanpa menjatuhkan korban.
Ketiga orang itu saling pandang. Demikian juga tiga temannya yang belum turun tangan ikut kaget melihat kehebatan anak muda ini.
Kemudian seperti di komandokan, mungkin karena ingin cepat menyelesaikan perhitungan ini, keenam mereka tiba-tiba maju serentak. Lanjutkan membaca

Iklan

tikam samurai-bagian-220-221-222-223


Dia melangkah di jalan yang terbuat dari batu dalam taman di depan kuil Shimogamo itu. Kemudian ke luar ke si bungsu duduk bersilajalan raya Shimogamo Hon. Dia melangkah ke mana saja kakinya membawa.
Di jalan raya, dia berbaur dengan tentara Amerika yang berseliweran. Berbaur dengan orang-orang Jepang yang juga berseliweran. Dia tak tahu ke mana kakinya membawa.
Dia tak ingin berhenti. Tapi juga tak ingin berjalan. Dia tak ingin berbuat apa-apa. Dia tak ingin, tak ingin…. Apa yang dia ingini kini?
Akhirnya dia mendapatkan dirinya terduduk di sebuah kursi kayu yang dingin di sebuah taman yang rasanya belum pernah dia jejak. Bila pula dia akan menjejak taman di kota ini, padahal baru tiga hari dia di Kyoto ini?
Tak ada orang di taman itu. Siapa pula orang yang akan berada di taman dalam musim dingin begini? Dia duduk sendiri.
Duduk menyesali diri. Kenapa Saburo tak dia bunuh? Kenapa dia lepaskan setelah bertahun dia mencarinya. Kenapa dia biarkan jahanam itu hidup padahal ayahnya bersumpah akan membunuh jahanam itu sesaat sebelum dia menghentakkan nafasnya? Lanjutkan membaca


tikam samurai-bagian-156-157-158


Tiga bulan di tokyo sejak kedatangannya dari Singapura, dia telah mengenal cukup banyak tentang kota ini Dia

jakuza

jakuza

tahu, di dalam terowongan itu kini berkumpul anak-anak dan orang-orang gembel. Berkumpul para perempuan lacur. Ya disanalah tempat yang aman bagi gembel dan pelacur murahan. Jumlah mereka ratusan orang.

Di musim- musim tertentu jumlahnya bisa mencapai ribuan.
Tentara Amerika atau lelaki Jepang yang berhasrat tak usah payah-payah mecari hotel. Cukup masuk ke terowongan itu dan berbuat disana. Gembel-gembel serta anak-anak terlantar yang ayahnya mati dalam peperangan juga aman disini.
Apalagi di musim gugur seperti sekarang. Terowongan ini pasti penuh sesak. Orang mencari perlindungan dari udara dingin yang menyakitkan ke dalam terowongan tersebut.
Di dalam terowongan itu, udara panas. Dia sudah masuk ke terowongan itu tiga kali. Dia ikut teman sekapalnya bernama Kenji. Temannya ini ketika sampai di Tokyo mendapatkan kedua orang tuanya tak ada lagi. Menurut tetangga ayahnya meninggal karena TBC, ibunya meninggal ditabrak Jeep tentara Amerika. Lanjutkan membaca


%d blogger menyukai ini: