Tag Archives: perang Dunia ke II

tikam samurai-bagian-329-330-331-332


Tak ada yang bertanya. Bekas anak buahnya semua pada menatap diam. Mereka seperti mesin-mesin yang siap perahu karetbergerak bila kenop nya ditekan.
“Jika tak ada yang bertanya, kita bersiap…”
Dan segera saja ruangan itu berisik. Semua anak buah Kapten Fabian kelihatan menukar pakaian, termasuk juga Kapten itu sendiri.
“Bungsu, hari ini engkau kami terima menjadi pasukan Baret Hijau. Hanya orang-orang dengan kemahiran istimewa dapat menjadi anggota pasukan kami. Kami memang telah berhenti dari pasukan itu. Tapi kebanggsaan korp tetap kami pegang. Nah, pakailah pakaian dan baret ini. Engkau layak memakainya, karena kemahiranmu bersamurai dan melempar pisau melebihi anggota Baret Hijau manapun jua!”
Kapten itu memberikan sebuah ransel berisi pakaian pasukan komando pada si Bungsu.
Si Bungsu kaget. Dia menatap pada Kapten itu. Kemudian pada tujuh anggotanya. Dan semua bekas anggota Green Barets dari Inggris Raya itu dengan pakaian lengkap mereka yang loreng-loreng, tegak dengan diam. Menatap padanya. Bulu tengkuk si Bungsu merinding menerima penghargaan ini.
Perlahan dia terima ransel itu.
“Saya, saya tak tahu harus mengatakan apa atas penghargaan tuan-tuan. Saya harap kemampuan saya yang seujung kuku itu, takkan menjatuhkan nama besar pasukan Baret Hijau yang kesohor itu…’ dia berkata perlahan. Semua anggota pasukan Kapten Fabian masih tetap tegak dengan diam. Lanjutkan membaca

Iklan

tikam samurai-bagian-208-209-210-211


Kyoto. Pada tahun-tahun sehabis perang Dunia ke II Kyoto adalah kota terbesar di Jepang.Lebih besar dari

si bungsuTokyo yang kini jadi Ibukota.

Kyoto adalah kota tua dari zaman dinasti Tokugawa. Karenanya dalam kota kelihatan bangunan-bangunan peninggalan zaman tersebut. Tua tapi kukuh dan anggun. Kuil-kuil agama Budha dan Shinto terdapat di banyak tempat dalam kota.
Kota itu sendiri di belah-belah oleh beberapa sungai besar dan kecil. Sungai terbesar yang membelah kota itu adalah dua buah sungai yang bergabung jadi satu.
Kedua sungai itu adalah sungai Kamo dan sungai Takano dari utara bergabung jadi satu agak di utara kota, kemudian mengalir ke jantung kota.
Stasiun Kereta Api Kyoto terletak di kawasan daerah Minamiku. Di depannya ada stasiun bus. Stasiun ini ramai sepanjang siang dan malam. Tak perduli musim panas atau musim dingin.
Sepanjang tepi sungai yang mengalir dalam kota dibuat jalan raya yang diteduhi pohon-pohonan sakura.
Si Bungsu menginap di sebuah hotel di persimpangan jalan Imadegawa yang melintasi sungai dengan jalan Karawamachi yang searah memanjang jalan. Lanjutkan membaca


%d blogger menyukai ini: