Tag Archives: nilam

Giring-Giring Perak episode Parang Pariaman(bagian 2)


Parang Pariaman (bagian 2)Kompeni (VOC)
Hal itu mereka buktikan ketika terjadi perang antara pengikut Tuanku Nan Renceh dengan Belanda di Kamang. Tanpa diduga, mereka datang membantu. Pasukan Tuanku Nan Renceh yang semula sudah terjepit, tiba-tiba mendapat bantuan.

Belanda yang mengepung tiba-tiba ditikam dari belakang oleh pasukan bekas para penyamun ini. Belanda lari terbirit-birit meninggalkan banyak sekali korban. Mereka juga membantu orang Pariaman yang berperang melawan Inggeris di Pariaman. Mereka memang memilih jadi petani, nelayan atau pedagang. Namun setiap saat mereka siap terjun ke medan pertempuran melawan penjajah. Lanjutkan membaca

Iklan

Giring-Giring Perak Episode Kampung Darurat Hutan Silaing


Episode Kampung Darurat Hutan Silainghutan itu sepi
Hutan itu sepi!.Namun tak seorang pun yang berani meninggalkan tempat mereka tegak.Semua makin waspada,sudah beberapa kali nyawa mereka hampir melayang karena hunjaman tombak dari tempat gelap.si giring-Giring Perak mendengarkan denga teliti setiap bunyi dan gerak dalam rimba itu dengan pendengaran nya yang tajam.

Namun tak ada suara mencurigakan.Aneh,kemana orang itu?tiba-tiba terdengar suara:
“Ilmu sanak memang tangguh.Tapi pertarungan belum selesai!Ingatlah suatu hari gelak sanak akan mati di tangan satu dari tiga orang seperguruan Tambun Tulang…”Suara itu jelas suara Pandeka Sangek.Dan dari suaranya jelas dia sudah jauh dari hutan itu,suaranya dikirim dengan tenaga bathin. Lanjutkan membaca


Giring-Giring Perak Episode Silek Harimau Tambun Tulang


Episode Silek Harimau Tambun Tulangcakar Pandeka
Siti Nilam sudah menangis melihat penderitaan anak muda itu.Pandeka Sangek mengumpulkan juga tenaga batin nya,menyalurkan ke kakinya yang linu dan lumpuh.Mereka tetap saling pandang,kemudian terdengar suara anak muda itu perlahan:”Silat Harimau saudara sangat sempurna…Saya benar-benar mendapat pelajaran berharga…”Pandeka Sangek tersenyum.Dia mengagumi anak muda itu.Dia yakin pujian itu bukan sekedar basa-basi,tapi suatu kejujuran.

“Tenaga dalammu juga sangat ampuh Giring-Giring Perak,saya sampai tidak bisa beranjak setelah engkau pukul…”Dia juga berkata jujur.”Ah..tendanganmu justru menghancurkan belikat saya,dan membuat luka dalam yang bisa merenggut nyawa…”Pandeka Sangek tertawa bergumam.”Kalau saja orang lain,yang kepandaiannya cukup tinggi yang kena serangan ku tadi saya jamin mati hanya karena tendangan itu,saya yakin akan hal itu…”

Lanjutkan membaca


%d blogger menyukai ini: