Tag Archives: kapal selam

Dalam Kecamuk Perang Saudara -bagian- 433


Dalam Kecamuk Perang Saudara -bagian- 433
buang jangkar di teluk singapura
“Tidak,saya mengetahuinya sejak melihat peta ini.Harus saya akui Bungsu,bahwa saya mencium gerakan tentara Belanda secara diam-diam ingin menyelusup ke berbagai wilayah yang berbatasan dengan negri mu.Betapun juga di Irian barat masih terdapat ribuan orang belanda.Yang sewaktu-waktu harus mereka selamatkan nyawanya.dan maaf diantara kita tak ada rahasia Bungsu.Saya orang inggris dan saya cenderung sependapat dengan politik pemerintah negeri saya,bahwa negerimu cenderung ke Komunis.
Banyak peralatan perang yang didatangkan Soviet ke negerimu.Mulai dari karaben,pesawat jet,sampai ke kapal-kapal perang dan kapal selam.Di Asia tenggara,negerimu lah yang terkuat dewasa ini…”sepi sesaat.

Si Bungsu menatap peta yang ditandai itu.Di mana terhadap kapal selam dan kapal-kapal perang yang di kamuflase sebagai kapal dagang.Apakah pihak konsulat RI di Singapura mencium juga hal ini?Artinya,apakah pihak Indonesia telah mengetahui bahwa Singapura secara sah atau tidak sah,kini telah dijadi kan semacam pangkalan perang asing untuk menyerang Indonesia.?
Pertanyaan itu tetap di simpan dalam hati sampai esoknya.Mereka bertiga mengunjungi berbagai tempat di Singapura.Fabian membawanya kepelabuhan. Disana kelihatan puluhan kapal ditengah laut sedang buang jangkar. Lanjutkan membaca

Iklan

Dalam Neraka Vietnam-bagian-653-654


Dalam Neraka Vietnam-bagian-653
tikam samurai
Di dalam kapal selam itu, bahagian radar mengawasi seluruh penjuru dengan seksama. Sementara dua orang letnan yang bertugas menjaga tombol-tombol penembak peluru kendali dan torpedo juga siaga di tempatnya. Siap menunggu perintah dari kapten mereka. Di USS Alamo Laksamna Lee dan seluruh awak di ruang komando siaga. Bahagian radar menyapu lautan dalam radius 100 kilometer persegi dari kapal selam dan heli yang sedang memindahkan muatan itu.

Dari radar di ruang komando USS Alamo itu semua mereka bisa melihat, dalam radius lebih dari 100 kilometer, tak ada kapal perang sebuahpun di laut gelap tersebut. Dalam radius 100 kilometer persegi mereka hanya melihat dua titik yang berdempetan di layar monitor radar. Kedua titik kecil itu adalah kapal selam Sea Devil dan helikopter penjemput bekas tawanan.
Namun beberapa saat kemudian perwira radar berseru sambil menunjuk sebuah titik di tenggara yang mendekat ke arah kedua titik pertama dengan cepat sekali. Lanjutkan membaca


Dalam Neraka Vietnam -bagian-651-652


Dalam Neraka Vietnam -bagian-651
si bungsuPilot menolehkan kepala ke belakang. Ke arah Ami yang sedang berpeluk tangan dan menatap ke langit gelap lewat kaca di sampingnya.
“Nona Florence….”
Ami tersentak. Menatap ke arah pilot yang memanggilnya.
“Ya…?”
“Silahkan Anda menggeser duduk ke mari. Laksamana di USS Alamo ingin bicara dengan Anda, Mam….”
Ami Florence merasa jantungnya berdegup. Dia berjalan dengan menunduk di dalam heli itu, mendekat ke belakang tempat duduk pilot. Kemudian duduk di sebuah bantalan besar di sana.
“Sir, ini Nona Florence…” ujar pilot.

Dia segera memberi isyarat pada copilotnya untuk membuka headphone di copilot agar menyerahkan head phonenya pada Florence.
Ami memasang headphone itu ke kepalanya. Kemudian membetulkan letak kap radionya di telinga.
“Yes, Laksamana…?” ujarnya membuka pembicaraan.
“Florence…?”
“Ya….”
“Maaf, saya tidak tahu harus memulai dari mana….”
Hati Florence makin berdebar. Firasat buruk merayapi hulu jantungnya. Ini pasti mengenai si Bungsu, bisik hatinya.
“Mengenai Bungsu…?” ujarnya antara terdengar dan tidak.
“Sekali lagi maaf, Florence. Ya, mengenai Bungsu….” Lanjutkan membaca


%d blogger menyukai ini: