Tag Archives: bukit tambun tulang

Giring-Giring Perak episode Parang Pariaman (bagian 16)


Parang Pariaman (bagian 16)giring giring perak
Dari punggung kudanya Giring-Giring Perak melihat banyak sekali mayat penduduk Pariaman bergelimpangan. Perang menjadi sangat tidak berimbang ketika penduduk bersenjata parang, tombak, panah, kelewang atau keris berhadapan dengan peluruh senapan dan peluru meriam.“Kesaktian” para pesilat seperti diredam oleh terkaman peluru. Tiba-tiba dia menghentikan kudanya. Melihat ke arah pantai. Di sana sebuah kapal Inggeris yang cukup besar tenggelam. Yang kelihatan muncul dari laut hanya bahagian kamar komando dan tiang bendera. Pada tiang bendera itu masih terikat bendera Inggeris yang melambai lemah ditiup angin pagi. Lanjutkan membaca

Iklan

Giring-Giring Perak Episode Pengepungan Tengah Malam


Episode Pengepungan Tengah Malamdalam rimba
Akan hal nya si Giring-Giring Perak,begitu mendengar cerita lelaki besar dalam kedai itu bahwa Datuk Sipasan dalam bahaya,segera berjalan cepat menuju ke
rumah Datuk itu di silaing.Sudah lebih dari sepekan dia pergi meninggalkan rumah Datuk itu.Dia telah mengitari negeri-negeri di sekitar silaing ini untuk mencari ayah dan ibunya.

Namun usahanya tetap tak berhasil,tidak seorangpun yang mendengar tentang ada keluarga yang kehilangan anak.Dalam terpaan angin dingin dan serta gerimis yang menusuk tulang,dia berlari cepat menuju rumah Datuk Sipasan,dia yakin Datuk itu pasti tengah dalam bahaya.

Lanjutkan membaca


Giring-Giring Perak Episode – Pandeka Sangek


Episode – Pandeka Sangekmenjaga serangan mendadak
Istri Datuk Sipasan segera arif akan bahaya yang mengancam diri suaminya sejak awal tubuhnya di pangku naik oleh bajingan itu tadi,dia sadar sepenuhnya.Dia dapat merasa sakit atau geli tapi tak dapat melawan karena totokan itu.Dia dapat melihat saat suaminya dengan kedua lelaki itu.

Kini dengan air mata membasahi pipi,dia menyambar kain panjangnya.Dengan melekatkan kain seadanya dia melompat turun,menggendong kedua anaknya lalu membawa naik kerumah.
Setelah meletakkan anak,dia mengurut tengkuk Siti Nilam Dan sebelum gadis ini sadar sepenuhnya dia telah melompat turun.Kemudian bergegas ketepi rimba di belakang rumah.Dari sana dia mengambil dua macam akar kayu,lalu empat macam dedaunan yang dia kenal sebagai ramuan obat Lanjutkan membaca


%d blogger menyukai ini: