Giring-Giring Perak episode Parang Pariaman (bagian 16)


Parang Pariaman (bagian 16)giring giring perak
Dari punggung kudanya Giring-Giring Perak melihat banyak sekali mayat penduduk Pariaman bergelimpangan. Perang menjadi sangat tidak berimbang ketika penduduk bersenjata parang, tombak, panah, kelewang atau keris berhadapan dengan peluruh senapan dan peluru meriam.“Kesaktian” para pesilat seperti diredam oleh terkaman peluru. Tiba-tiba dia menghentikan kudanya. Melihat ke arah pantai. Di sana sebuah kapal Inggeris yang cukup besar tenggelam. Yang kelihatan muncul dari laut hanya bahagian kamar komando dan tiang bendera. Pada tiang bendera itu masih terikat bendera Inggeris yang melambai lemah ditiup angin pagi.

Giring-Giring Perak kembali menatap beberapa mayat yang tak jauh dari tempatnya. Dia seperti mengenal wajah beberapa dari mayat tersebut. Dia coba mengumpulkan ingatan, lalu tiba-tiba dia ingat wajah-wajah itu.Apa yang terjadi sehingga mayat-mayat bertebaran di Pariaman? Kabar akan digantung nya Sidi Buang, Anduang Ijuak dan Gindo Fuad itu sebenarnya sudah lama menyebar. Kabar itu sampai ke telinga seratusan anggota Datuk Sipasan dan ratusan anggota Harimau Tambun tulang yang selamat dari runtuhnya Bukit Tambun tulang.Baik anggota Datuk Sipasan maupun bekas anak buah Harimau Tambun tulang itu bermukim di sekitar Padangpanjang, Tanah Datar, Bukittinggi dan Kayutanam. Mereka hidup sebagai petani. Saat mendengar Inggeris kembali menyulut permusuhan dengan Sunua dan Ulakan, diam-diam mereka berdatangan.

Dan…sesaat sebelum Sidi Buang, Anduang Ijuak dan Gindo Fuad digantung, mereka berjibaku menyerang loji itu. Serangan yang mendadak dan amat di luar dugaan yang dilakukan lebih dari tiga ratusan orang yang mahir berperang itu membuat Inggeris kalang kabut.Ketiga orang yang akan digantung itu bisa dibebaskan oleh ratusan orang yang menyerang. Saat Uwak Sanga yang lari terbirit-birit akan masuk barak perwira di areal loji itu, dia mendengar suara dari sampingnya.

Tidak seorangpun di antara tentara Inggeris yang tahu, bahwa orang yang berada di punggung kuda itu beberapa tahun yang lalu pernah menghancurkan batu cadas yang menjadi dinding Bukit Tambun Tulang.Saat jarak antara orang berkuda itu sampai ke loji hanya lima belas meter.
“Tembak…!” ujar Galaghan tegas.
“Tembaaak….!!” pekik Cory.Pemantik sumbu meriam mendekatkan api ke lobang sumbu meriam. Belasan tentara di atas loji memasukkan jari tunjuk mereka ke pelatuk, untuk menembak.

Saat itu pula Giring-Giring Perak yang telah menghimpun tenaga, mengangkat kedua tangan setinggi dada. Kemudian dengan dua telapak tangan menghadap ke depan, dia seperti mendorong sesuatu yang amat berat.Lalu, terjadilah apa yang harus terjadi.Sedetik sebelum api memicu sumbu meriam, sedetik sebelum pelatuk belasan bedil ditarik serdadu di atas loji, sepuputan tenaga yang hebatnya sukar untuk di gambarkan dengan kata-kata, menghantam lobang tiga meriam di dinding loji yang terbuat dari kayu sebesar paha dan batang kelapa itu.

Hantaman tenaga dalam yang amat dahsyat itu menjungkalkan ketiga meriam yang sudah terpicu di balik pagar kayu besar itu. Sesaat sebelum tiga meriam berikut selusin tentara di dekatnya tercampak membentur dinding jauh di belakangnya, salah satu meriam itu meledak saat moncongnya menghadap ke atas.
Ledakannya menghancurkan tubuh Kapten Galaghan, Letnan Corry dan selusin tentara di dekatnya. Meriam yang dua lagi meledak saat moncongnya terputar ke arah gudang mesiu. Sekitar satu ton mesiu di gudang itu meledak.

Gelegar akibat ledakan beruntun membahan menghancur leburkan hampir seluruh loji yang amat ditakuti itu.Membunuh lebih dari lima puluh tentara Inggeris yang tersisa dari perang bersosoh kemaren! Api dan asap tebal membubung dari loji yang ditakuti sekaligus amat dibenci orang Pariaman itu. Beberapa ekor kuda yang masih hidup lari bertemperasan.Orang-orang Pariaman terkejut mendengar ledakan yang mengguncang bumi itu.

Di akhir abad ke 18, Napoleon, Kaisar Prancis yang juga berkuasa atas Belanda, menyerang Kerajaan Inggeris. Dengan demikian Inggeris menghadapi dua musuh dari dua negara, Prancis dan Belanda. Perang di jantung Eropah itu sekaligus menyulut perang satu lawan dua negara tersebut di diseluruh jajahannya di dunia.Di Eropah, tentara Inggeris berhasil memenangkan pertempuran melawan tentara Napoleon dan Belanda. Pasukan Inggeris yang menang melawan tentara Napoleon inilah yang dikirim ke pulau-pulau di berbagai samudera, termasuk Indonesia yang saat itu masih bernama Hindia Belanda.

Menang melawan Napoleon di Eropah, pimpinan Inggeris di Calcutta, India, yang membawahi Benua Asia memerintahkan angkatan lautnya merebut wilayah Sumatera Barat yang kaya dengan emas dan rempah-rempah dari tangan Belanda.Angkatan perang Inggeris mendarat di pantai Barat Sumatera pada Tahun 1795, adan segera berhasil merebut pos-pos (loji) Kompeni (V.O.C) di Padang tanpa perlawanan yang berarti. Dengan jatuhnya pos-pos Belanda di Padang, maka pos-pos mereka di daerah pesisir seperti di Salido, Painan, Pariaman dan Tiku juga menyerah pada Inggeris.Sejak tahun 1795 itu, bermulalah penjajahan Inggeris atas pesisir Minangkabau. Saat itulah remuknya loji dan pasukan Inggeris di Pariaman dalam episode “perang pariaman” ini terjadi.

Sejarah dunia mencatat, daerah-daerah yang semula dikuasai Belanda kemudian direbut oleh Inggris seperti Padang, Salido, Painan, Pariaman dan Tiku, termasuk Bengkulu, akhirnya berdasar perjanjian atau dikenal dengan “Traktat London” Tahun 1814 dikembalikan lagi kepada Belanda.Akibat luasnya lautan, sementara mesin kapal belum ditemukan dan karenanya kapal-kapal perang baru memakai layar, penyerahan daerah jajahan dari Inggris ke Belanda itu baru efektif terjadi lima tahun kemudian, yaitu Tahun 1819.Saat penyerahan kekuasaan dari Inggeris kepada Belanda, Loji Inggeris di Pariaman sudah remuk redam dalam “Perang Pariaman” yang dimotori perguruan Sunua dan Ulakan, dan ’disudahi’ oleh Giring-Giring Perak. Begitu kata sahibul hikayat.
– TAMAT –


2 responses to “Giring-Giring Perak episode Parang Pariaman (bagian 16)

  • arvonceda

    giriang giriang perak yang bagian pertamonyo ndak ado yang komplit sanak…agak stress awak stek de e a..dek ndak salasai caritonyo…kalau ado tolong di posting yo sanak…mambana awak…

  • tikamsamurai

    maaf sanak memang caritonya sampai disitu basambuang ka datuak sipasan,merupakan satu cerita giriang2 perak bagian pertamo yg di bagi beberapo sub bagian 1 sampai 23 judul dari 1.bukit tambun tulang 2.Datuk sipasan 3.gampo bumi dan seterusnya,terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: