Dalam Neraka Vietnam -bagian-557


Dalam Neraka Vietnam -bagian-557layar monitor radar
Mereka disuruh merapat kelambung kiri.Ketika sampai disana,sebuah tangga terlihat sudah dijulurkan kebawah dari dek atas.Yang pertama naik adalah Ami Florence kemudian Le Duan.Di tengah pendakian pada tangga tersebut dia berhenti.Melihat kearah si Bungsu masih berdiri di dek depan.
“Selamat jalan kawan…”ujar si Bungsu.
Le Duan tiba-tiba berubah air mukanya dan segera turun.

“Jangan..jangan pergi dulu kawan…”ujar Le Duan dari anak tangga terakhir,karena si Bungsu sudah menggerakkan kapal patroli rampasan itu menjarak dari USS Alamo.
“Saya masih mempunyai tugas Le Duan…”
“Demi Ami..”ucapan Le Duan terhenti.diputus oleh panggilan Ami Florence yang sudah sampai di dek USS Alamo.
Le Duan dan si BUngsu melihat keatas.Gadis itu memekik ketika dilihatnya kapal patroli yang ada si Bungsu di atas bergerak menjauh.Dia tak hanya memekik tapi segera berlari menuruni tangga,namun kapal patroli itu telah menjauh.
“Jaga adikmua baik-baik Le Duan…”seru si Bungsu.
“Dia menginginkan kau sebagai pelindungnya kawan..”ujar Le Duan.

“Aku juga menginginkannya.Tapi aku berhutang janji menyelamatkan seseorang…”
“Terimakasih atas bantuan mu pada kami.Terima kasih atas segala-galanya…”ujar Le Duan ketika dia maklum bahwa lelaki dari Indonesia itu tak bisa dicegah untuk pergi.
Ketika akhirnya Ami Florence tiba di anak tangga terakhir tempat abangnya berdiri,kapal yang di naiki si Bungsu itu sudah berpuluh depa dari USS Alamo.
“Oh Tuhan,jangan tinggalkan aku..jangan tinggalkan aku..”ujarnya separoh berteriak,sambil menatap kebawah bayang-bayang si Bungsu di ruang kemudi kapal patroli tersebut.
Le Duan memeluk tubuh adiknya.

“Kenapa dia meninggalkan aku….”isak Ami.
“Dia masih punya tugas yang lain,Ami..”
“Aku ingin ikut dengan nya..”Le Duan tak mampu memberi jawaban.
“Bahkan mengucapkan selamat tinggal pun dia tidak…”isak Ami sambil menatap ke laut gelap.
“Dia mengucapkan itu melalui aku,Ami.Dia menyuruh aku menjaga mu baik-baik.Dia pasti kembali menemuimu…”bisik Le Duan.
“Dia meninggalkan aku…dia meninggalkan aku begitu saja Le…”isaknya.
Ami akhirnya menumpahkan tangis di dada Abangnya.

“Hujan makin lebat,Ami mari kita naik…”ujar Le Duan sambil membimbing adiknya menaiki tangga,di bawah tatapan puluhan marinir yang berdiri di atas dek sana.
Di Dalam ruang Komando USS Alamo terjadi ketegangan,tatkala kapten nya melihat ke layar radar,dia melihat enam titik sedang menuju ke arah satu titik.Dan titik yang dituju itu juga mengarah langsung kearah salah satu titik yang enam itu.
“Gila!Orang ini benar-benar gila.Dia langsung terjun ke mulut hiu atau Neraka…!”ujar kapten USS Alamo itu.
Mereka tahu,,yang satu titik itu adalah kapal patroli yang baru saja meninggalkan USS Alamo.Sementara enam titik itu pastilah kapal perang Vietnam,yang dikerahkan untuk merebut kapal patroli yang dirampas itu.

Kini,dengan perasaan tegang delapan opsir kapal perang Amerika ini menatap dengan diam kearah titik-titik di layar radar mereka.Ami yang juga hadir di ruangan itu bersama abangnya menatap monitor radar dengan tubuh menggigil.
“Oh Tuhan,tidakkah ada sesuatu yang bisa kita lakukan?”ujarya dengan suara bergetar.Kapten itu menatap kearah Ami Florence.
“Dengan sepenuh maaf,Nona.Tidak satupun yang bisa kita lakukan sekarang.Kapal ini sudah memutar haluan dan berlayar dengan kecepatan penuh kearah Pulau Luzon,Philipina.Tembakan yang menghancurkan kapal perang Vietnam yang mengejar kalian tadi,segera akan menyulut skandal Internasional.Amerika akan di cerca sebagai agresor.Kita tidak boleh memperparah situasi.Amerika sudah kalah dan dipermalukan.Anda tahu,kita tidak boleh menambah insiden yang bisa memperburuk situasi,bukan..?”ujar Kapten kapal itu perlahan.

Kemudian mereka kembali menatap ke monitor.Titik-titik dilayar monitor,terutama titik yang tadi datang dari USS Alamo,semakin dekan kearah salah satu titik dari enam titik yang datang dari arah pantai Vietnam.Titik yang dari Alamo itu langsung menuju ke titik yang paling kanan.
“Tidakkah kita bisa menghubunginya dengan radio?”ujar Ami dengan air mata yang sudah dipipi.
“Sudah sejak tadi hubungan kita coba di frekuensi khusus,Nona.Namun nampaknya dia tidak menghidupkan radionya…”jawab Perwira radio,yang terus menekan-nekan sinyal untuk memanggil kapal yang di kemudikan si BUngsu.
Ami yang sangat gelisah,menoleh kepada Le Duan,kemudian kepada Kapten kapal yang berpangkat Laksamana Muda itu.Laksamana itu nampaknya paham apa yang ada di hati tamunya,di pegangnya bahu Ami Florence kemudian dia berkata.

“Kita tidak boleh mempergunakan frekuensi umum,apalagi frekuensi yang di pakai kapal-kapal Vietnam untuk bicara.Tembakan tadi pasti mereka ketahui dari kapal Amerika.Namun mereka tidak tahu,kapal yang mana dan apa nama nya.Jika kita bicara di frekuensi mereka,mereka akan melacak dan akan mendapatkan data kapal ini.Kehadiran kita disini memang perintah dari Pentagon,namun operasi ini tidak termasuk operasi manapun diangkatan Laut Amerika.Sebagai seorang intelijen yang sudah lama bertugas,Anda tentu mengerti semua prosedur ini,Nona..”ujar Laksamana itu perlahan.
“Kapal itu berdempet…!”seruan Perwira Navigasi menyebabkan semua mereka mengarahkan tatapan ke layar monitor radar yang posisinya agak tinggi.

Titik yang tadi datang dari USS Alamo kelihatan berdempet rapat dengan titik yang paling kanan dari enam titik.Beberapa saat kemudian titik yang datang dari USS Alamo itu hilang dari layar.Ami merasa dadanya sesak.
“Mesin kapal yang dibawa orang indonesia itu nampaknya di matikan..”ujar perwira Navigasi.
“Dia ditangkap..ya Tuhan dia di tangkap!”ujar Ami diantara isaknya,dan merebahkan kepalanya ke dada Abangnya.
“Akses langsung ke pusat informasi Pentagon,minta data tentang si Bungsu…”ujar komandan USS Alamo.

Perwira bagian komputer segera memerintahkan seorang letnan melaksanakan perintah komandan tersebut.Komputer data segera di aktifkan.Melalui hubungan satelit,kontak tersambung dengan biro data rahasia di pentagon.Markas Besar Angkatan Bersenjata Amerika
Si letnan mengetikkan beberapa kode di keyboard komputernya,di layar monitor segera muncul permintaan nomor akses.Si Letnan lalu berdiri dari kursinya,menyilakan si Kapten.Kapten kapal itu segera duduk didepan komputer,dia membuka buah baju bahagian atas.Segera kelihatan sebuah kalung perak.

Di Kalung itu tergantung dua keping logam tipis,yang lazim dipakai semua tentara Amerika ke medan tempur.Kemudian ada sebuah kunci dari emas.Dia buka kalung dari lehernya.Kemudian kunci emas itu dia masukkan ke salah satu lubang khusus yang berada di bahagian atas komputer.
Setelah memutar dua kali,di layar monitor muncul tulisan “akses utama”.Si Kapten mengetik sebuah nomor di keyboard,lampu merah segera menyala pada sebuah box yang terletak dikanan komputer,nyalanya sebentar terang,sebentar redup.Si Kapten menekankan telapak tangannya dengan jari-jari rata ke kaca box tersebut.

Sidik telapak tangan kanannya itulah sebagai”akses utama”sebagaimana di minta komputer.Sidik telapak tangannya itu segera terekam dan terkirim melalui gelombang radio ke pusat rahasia pentagon.Mencocokkan nya dengan sidik telapak tangan yang ada di pusat data rahasia itu.

Dalam Neraka Vietnam-bagian-558-559 klik disini


One response to “Dalam Neraka Vietnam -bagian-557

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: