Dalam Neraka Vietnam-bagian-549-550


Dalam Neraka Vietnam-bagian-549-550Kapal patroli mendekati speed boat tersebut
“Kecepatan penuh Le…”seru Ami kepada abangnya.
“Kedua mesin ini sudah pada kecepatan penuh.Kita sedang meluncur dengan kecepatan 150 mil perjam.Kita…”seruan Le Duan dari kemudi terhenti tiba-tiba tatkala matanya tertatap sinar lampu sorot berkekuatan sangat tinggi di kejauhan.
“Mereka menemukan kita..!”seru Le Duan.
“Ya Tuhan,mereka menemukan kita…”desis Ami Florence sambil menatap dengan gugup kearah datangnya cahaya lampu sorot yang terang benderang itu.

“Mereka menemukan kita…”ujar Ami kepada si Bungsu.
Namun si Bungsu tetap bersandar dengan diam kebantalan karet pinggir speed boat tersebut.Dia samasekali tidak mencoba untuk melihat kearah lampu sorot itu.
“Berapa lama lagi mereka mencapai kita?”tanya Ami pada abangnya,dengan nada cemas yang tak dapat disembunnyikan.
“Sekitar sepuluh menit.Mereka nampaknya datang dari arah Quang nai.Mereka memberi isyarat untuk mematikan mesin,bagaimana sekarang?”ujar Le Duan.

Quang Nai adalah kota diselatan Da Nang.
“Perlahan saja,jangan dimatikan..”ujar si Bungsu perlahan dengan tetap duduk bersandar dengan tenang.
Jika dia tetap bersandar dengan tenang,tidak begitu halnya dengan Ami Florence.Gadis ini bisa kuat dan tidak takut menghadapi bahaya apabila berada di darat.Namun kini dia berada di laut.Mereka tak punya tempat agak sejengkal untuk bersembunyi,apalagi tempat melarikan diri.Tidak sejengkalpun!Dia memeluk si Bungsu.

“Apapun yang terjadi,jangan tinggalkan aku Bungsu!Jangan tinggalkan aku.Bahkan di penjara sekalipun,please..”ujarnya mulai terisak.
Si Bungsu memegang pipi Ami yang masih berpakaian penyamaran lelaki.
“Dengarkan,Ami.Kau harus menuruti apa yang aku katakan sebelum berangkat tadi.Engkau dan Abangmu tetap di Boat ini.Berbuat seolah-olah kalian pelarian biasa.Mereka takkan membunuh kalian sebelum diketemukan dengan pimpinan mereka.Peralatan Amerika yang kalian bawa ini merupakan sesuatu yang harus mereka selidiki dari mana asalnya,apakah ada yang lain,berapa jumlahnya dan banyak lagi pertanyaan.Mereka memerlukan informasi itu.Kalian hanya harus memperlambat naik kekapal,selebihnya serahkan padaku,oke?”

Ami Florence mengangguk.kemudian membenamkan dirinya kedalam pelukan lelaki dari Indonesia itu.
“Aku tak takut pada mereka,Bungsu.Aku hanya takut berpisah dengan mu…”bisiknya.
Si Bungsu seolah-olah tak mendengarkan ucapan tersebut.Dia menunggus isyarat dari Le Duan.Speed Boat mereka tetap masih di dalam cengkraman lampu sorot lampu kapal yang semakin dekat ini.Le Duan memberi isyarat dengan brsuit sekali.Si Bungsu memasang kaca mata selamnya.Saat dia akan memasang alat pernapasan kecil yang hanya perlu di taruh di mulut,tanpa tabung gas.Ami menciumnya.
“Betapapun,kembalilah padaku…”bisik Ami.

Suara menyuruh berhenti,dalam bahasa inggris yang cukup lancar,terdengar lewat pengeras suara dari kapal vietnam itu.
“Buru sergap,12 orang…”ujar Le Duan pada si Bungsu,setelah mengetahui kapal yang mendekat pada mereka.
Dan saat Le Duan mengencangkan mesin speed boatnya,membuat sebuah tikungan tajam kekanan.Menyebabkan bahagian kiri speed boat,yaitu bahagian dari arah datangnya lampu sorot kapal patroli itu,terangkat sekitar setengah meter.

Pada saat itulah,,saat bahagian kiri yang terangkat itu melindungi bahagian kanan dari sorot lampu,si Bungsu menggelindingkan diri.Hanya ada waktu lima detik,dia sudah berada dalam laut,menyelam agak dalam.Speed Boat itu mendatar lagi posisinya dan melaju perlahan kedepan.Meninggalkan si Bungsu dibelakang.

Kapal patroli mendekati speed boat tersebut.Melintas tak jauh dari tempat si Bungsu tadi menceburkan diri.Le Duan menghentikan speed boatnya tatkala dia memperkirakan posisi si Bungsu sudah berada di bahagian belakang kapal patroli itu.
“Stop,matikan mesin..!!”
Terdengar bentakan dari kapal dalam bahasa inggris beraksen Vietnam.Le Duan menghentikan mesin.
“Berdiri dan angkat tangan…!”
Le Duan mengangkat tangannya sambil berusaha menjaga keseimbangan dari goyangan ombak.

“Yang satu lagi itu,berdiri cepat..!atau kami tembak…”
“Adik saya sakit keras…”jawab Le Duan.
Kapal patroli itu nampaknya tetap menjaga jarak sekitar lima meter dari speed boat.Menjaga hal-hal yang tak diingini.Kendati tak dapat melihat mereka yang ada di kapal,namun Le Duan dan Ami memastikan,hampir semua awak kapal patroli itu tengah berdiri didek kapal,menodongkan senapan otomatis kepada mereka.Selain,seorang lagi berada di senapan mesin jenis 12,7 yang menjadi andalan kapal patroli jenis ini.

“Tegakkan dia,atau kami tembak sekarang…!”perintah kapal patroli itu.
“Baik,,baik jangan tembak…”ujar Le Duan dengan bahasa Vietnam,sambil melangkah kebahagian depan mendekati Ami yang berpura-pura sakit.
“Lemparkan selimutnya…!sergah kapten kapal.

Nampaknya dia khawatir kalau dibalik selimut itu ada bedil,yang tiba-tiba bisa ditembakkan kepada mereka.Le Duan mengambil selimut yang menutupi tubuh Ami.Kemudian melemparkanya ke laut.Lalu dengan bersusah payah di mendudukkan Ami.Patroli kapal itu melihat seorang lelaki berkumis bertubuh kurus dan bertopi.Dan dikapal mereka juga melihat tak ada benda lain selain dari sebuah tas pakaian.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: