Dalam Neraka Vietnam bag.535


Tikam Samurai – Dalam Neraka Vietnam bag.535bar kecil di sudut ruangan

“Tuan mau minum apa….?”tanya Ami.
“Duduklah disini..”ujar perwira yang sudah merah mukanya karena kebanyakan minum itu,sambil menepuk pahanya.Menunjukan dimana gadis itu harus duduk.
Karena dimeja itu,semua kursi sudah terisi oleh keenam tentara itu,Ami menarik kursi dari meja disampingnya.Namun niatnya itu tidak kesampaian,sebelum tangannya sempat menyampai sandaran kursi,pinggangnya tiba-tiba sudah diraih oleh si perwira.Kemudian sekali sentak pinggul sintal gadis itu sudah terhenyak di pangkuan si perwira.Selain karena dipengaruhi alkohol,rasa amat berkuasa karena baru saja menang perang,apalagi sudah lama tidak’mencicipi’gadis asing.Membuat siperwira ingin melampiaskan hasratnya.

Tentang kemolekan dan ke montokan si gadis pemilik bar,seorang indo-prancis yang cantik dan bertubuh amat menggiurkan,sudah beredar dari mulut-kemulut para tentara yang bertugas di Kota Da Nang ini.Ketika si gadis menolak untuk dicium,dengan kesombongan seorang penguasa dan pemenang perang,perwira itu merobek blus gadis tersebut.Urutan selanjutnya adalah kemunculan si Bungsu yang kembali untuk mengambil ransel yang berisi pakaian,yang tertinggal waktu dia diusir tadi.

Kini,setelah bar itu tutup,si Bungsu di ajak gadis pemilik bar itu kelantai atas bar tersebut.Sebuah ruangan yang menjadi tempat tinggal si gadis bersama dengan kedua abangnya.Ruangan tamu dilantai atas itu sungguh mewah.Lantainya beralaskan permadani mahal.Ada tape deck,televisi serta Video serta sofa yang amat empuk,semua buatan Amerika.
Ruangan sejuk oleh AC.Tak lama dia duduk sendiri,gadis itu muncul dari kamarnya.Dia sudah mengganti pakaiannya yang compang-camping tadi. Kemudian duduk di sofa persis di depan si Bungsu.Pelipisnya yang sobek di sambar peluru sudah diperban.

“Saya buatkan minuman..?”tanya gadis itu,setelah menatap si Bungsu beberapa saat.
“Anda punya Coca Cola…?”gadis itu mengangguk.
“Dengan es..”tambah si Bungsu perlahan.
Gadis itu berdiri dan berjalan ke bar kecil di sudut ruangan itu.Tak lama dia datang membawa dua gelas Coca Cola,dengan potongan-potongan kecil es didalamnya.
Lalu sepi.

Gadis itu kemudian mengulurkan tangan.Si Bungsu menatapnya.Kemudian menyambut uluran tangan itu.
“Nama saya Ami florence.Ibu saya orang Vietnam,dan Ayah saya seorang Insinyur dari Perancis.Keduanya sudah lama meninggal dunia…”ujar gadis itu memperkenalkan diri.
“Nama saya Bungsu…”
“Anda dari Philipina atau Malaysia?”
“Indonesia…”
“Ooo…Indonesia..”
Sepi beberapa saat.

“Saya benar-benar mohon maaf,karena mengusir anda tadi.Dan..saya tidak tahu harus bagaimana mengatakan terima kasih atas bantuan yang anda berikan…”Ujar gadis itu,perlahan sambil menatap tepat-tepat pada si Bungsu.Si Bungsu menghirup minuman di gelasnya.
“Belum tentu saya membantu.Sebab masalah yang akan Anda hadapi lebih besar lagi.Semua tentara pasti dikerahkan untuk mencari keenam tentara yang sudah jadi mayat itu.Lambat atau cepat pasti ketahui kalau keenam tentara itu terakhir berada di bar ini,dan penyelidikan pasti sampai kesini…”
“Tanpa bantuan anda,apapun akibatnya pilihan hanya satu bagi kami,ternista seumur hidup.Diperkosa dihadapan Abang saya dan karyawan sendiri.Abang saya sudah mencoba menghentikan perbuatan opsir itu dan abang saya harus membayar dengan nyawa..Betapun jua apa yang anda lakukan adalah salah satu hal terbaik yang menyelamatkan nyawa saya,yang takkan pernah saya bisa membalasnya…”

Sepi kembali menggantung diantara mereka berdua.Si Bungsu sudah berniat pamitan.ketika gadis itu kembali membuka pembicaraan.
“Anda nampaknya,baru sampai di Kota Da Nang ini..”si bungsu tak segera menjawab.Dia kembali mengangkat gelasnya,mengirup Coca Colanya.kemudian dia mengangguk.
“Agak aneh juga.Sementara semua orang-orang asing diseluruh Vietnam Selatan sudah angkat kaki.Anda justru datang kenegeri yang sedang dilanda teror ini..”
Mereka bertatapan.Abang Ami Florence tiba-tiba muncul diruang atas bar tersebut.
“Ada dua tentara menggedor pintu.Mereka menanyakan kemana enam teman mereka yang masuk ke bar ini.Saya katakan sudah pergi,bar tutup justru keenamnya pergi.Karena kita sedang mempersiapkan hari raya Thanh Minh,kita akan membersihkan kuburan orang tua sore ini…”
“Lalu mereka pergi setelang penjelasan abang..?”
“Ya…”
“Mereka tidak menaruh curiga..?”
“Nampaknya belum..”Abang gadis itu menatap pada si Bungsu.Menghampirinya,mengulurkan tangan.
“Saya Le Duan,abang Ami.Terimakasih atas bantuan Anda.Kami berhutang budi dan berhutang nyawa pada anda…”

Si Bungsu menyambut salam itu.Menyebutkan pula namanya.Kemudian Le Duan kembali turun,karena mengatur banyak hal lagi diruang bawah.
“Apa yang saya katakan tadi,bahwa kalian akan dapat banyak masalah besar,sekarang sudah mulai nampak..”ujar si Bungsu perlahan.
“Apapun resikonya,kami sudah harus siap menghadapi.Peristiwa siang tadi bukan yang pertama saya alami.Dalam minggu ini saja sudah tiga kali.Dua orang pelayan sudah berhenti,karena diperkosa.Yang seorang di perkosa justru diruangan bar,dihadapan beberapa tentara yang lain…”tutur Ami.
“Apa ada kaitannya dengan ras..?”
“Tepatnya ada kebencian yang mendalam terhadap segala yang berbau barat.Apalagi keturunan seperti kami…”ujar Ami memotong ucapan si Bungsu. Kemudian melanjtukan.

“Vietnam sudah ratusan tahun berada dibawah telapak kaki penjajahan perancis.Ketika merdeka terbelah dua,antara utara yang dikuasai komunis,dengan yang diselatan yang pro pada barat.Ketika akhirnya barat kalah dalam hal ini Amerika Serikat,maka dendam yang ratusan tahun itu ingin di balaskan seketika.Kami sebenarnya sudah diingatkan,agar ikut dievakuasi ke Amerika.Sebab,setelah rezim selatan yang ditopang Amerika kalah,bar saya ini memang tempat minum-minum tentara Amerika.Tentu saja kami dicap antek Imperialis..”
Si Bungsu menghirup Coca Cola digelasnya.

“Ingin tambah?”
“Terimakasih.Terimakasih juga untuk minuman gratis anda.Sudah saatnya saya pergi.Saya mohon diri,saya harus mencari penginapan..”ujar si Bungsu sambil meraih ranselnya.
“Anda bisa menginap disini..”ujar gadis itu cepat.
“Apakah bar ini juga berfungsi sebagai penginapan?”ujar si Bungsu sambil memperhatikan ruangan diatas bar itu.
“Tidak.Ini rumah pribadi.Namun saya sangat berterimakasih dan mendapat kehormatan jika anda mau menginap disini.Abang saya memiliki kamar dibawah.Di lantai atas ini ada tiga kamar tidur.Sebuah kamar saya,dua lagi kamar bargirl,para pelayan bar.Dahulu jumlahnya empat orang.Namun kini hanya tinggal dua orang.Kamar yang satu bisa Anda…”ucapannya terputus,karena si Bungsu sudah melangkah pergi.
“Terimakasih jamuan minumnya,Nona…”
“Tidurlah disini,please..”Mereka bertatapan sama-sama terpaku dalam diam.


One response to “Dalam Neraka Vietnam bag.535

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: