Ke Dallas Menuntut Balas -bagian- 511-512


Ke Dallas Menuntut Balas -bagian- 511-512
Terdengar suara memanggilnya dari telepon
Angela membuka pintu.Kedua lelaki itu mengangguk hormat.Satu diantaranya mengeluarkan kartu dari kantongnya.
“Kami mohon maaf karena menganggu.Kami dari FBI boleh kami masuk?”
“Silahkan..!”ujar Angela.Kedua lelaki itu masuk dan Pipa Panjang juga ikut masuk.Kedua lelaki itu menatap si Bungsu dengan cermat.
“Maaf,kami di perintahkan memeriksa seluruh rumah,toko,kantor,penginapan atau segala tempat yang terletak di pinggir jalan yang akan di lewati Presiden Kennedy dalam kunjungannya dua hari lagi kekota ini…”

Angela mengambil rokok dari tas.Salah satu dari anggota FBI yaitu polisi federal Amerika itu,dengan sopan menyalakan geretan.
“Boleh kami melihat kartu identitas anda berdua,dan juga anda,Tuan?”katanya pada Angela,Pipa Panjang dan si Bungsu.
Sementara ketiga orang itu memperlihatkan kartu identitas mereka,petugas yang seorang lagi memeriksa setiap sudut kamar itu.Jemdela,kamar mandi,bawah kolong,loteng,semua diamati dengan cermat dan teliti.Yang memeriksa identitas itu menatap Angela,ketika diketahuinya gadis itu adalah seorang perwira kepolisian Dallas.

“Anda,pastilah dalam masa cuti,letnan..”katanya.
“Ya,cuti tahunan,sebulan.Masih tersisa sepekan lagi…”
“Anda tidak mendapat panggilan?”
“Panggilan?Dari mana…”
“Jika anda tidak keberatan,anda bisa menelpon kemarkas Anda,Letnan.Anggota kepolisian yang cutinya sementara.Presiden Kennedy akan berkunjung kesini..”
Angela segera menuju ketelepon.Memutar nomor markasnya.
“Hallo..”
“Yes,Mam.Markas Polisi Dallas Utara disini,dengan sersan..”
“Hofner..”potong Angela.
“Yes Mam..Anda..hei!Anda pastilah Letnan Angela!Dimana Anda Letnan?Markas telah menelpon apartemen anda puluhan kali,tapi tak ada sahutan.Kata petugas disana,anda nampaknya mendapatkan kesulitan.Kami sudah menyebar anggota,namun jejak anda tak kami temukan.Cuti anda,termasuk semua cuti polisi Dallas di batalkan.Anda tahu Presiden akan kemari bukan?Dan..”
“Ya,ya..Saya tahu Hofner.Kini berhentilah bicara.sekarang jelaskan,kemana saya harus melapor dan apakah ada nomor kode buat saya…”
“Ya,sebentar Letnan.Saya bisa hubungkan anda dengan Inspektu Noris,Anda ingat bukan?dia baru dipindahkan lagi kekota ini setelah dua tahun di New york.Dia..”Angela merasa detak jantungnya mengencang mendengar nama Noris disebutkan.

“Halo..halo..,Angela..Anda masih disana?”Terdengar suara memanggilnya dari telepon,bukan sersan tadi.Lama Angela terdiam.
“Ya,saya masih disini Inspektur…!”
“Angela,senang mendengar suara mu kembali.Hei,ada kesulitan?”
“Tidak,Inpsektur..”
“Angela,kemana saja kamu hampir sebulan ini?Jejakmu lenyap sama sekali.Kami sangat mengkhawatirkanmu….”Angela tidak berusaha menjelaskan. Dia diam.
“Angela,kamu masih disana?”
“Ya.Inspektur…”
“Baiklah,barangkali suasananya kurang memungkinkan untuk bicara panjang lebar lewat telepon.Saya akan jemput engkau sekarang.Dimana Engkau kini?”
“Tidak,saya tak perlu dijemput.Saya ingin tahu kemana saya harus melaporkan diri,wilayah tugas dan nomor kode saya…”
“Baiklah…”Inspektur itu segera memberikan arahan dan rincian yang diminta angela.Setelah rincian itu dia terima kemudian meletakkan telepon.
“Anda membawa senjata api?”anggota FBI itu bertanya pada Angela.
Angela mengangguk dan menyerahkan pistolnya pada mereka.Kedua anggota FBI itu mencatat nomor dan suratnya.Kemudian menyerahkannya kembali.

“Anda Tuan,apakah anda mempunyai senjata api?”pertanyaan yang diajukan pada si Bungsu itu,dijawab gelengan oleh si BUngsu.
“Anda masih berada disini dalam dua hari ini?”
“Saya tak bisa memastikannya….”
“Baiklah,tapi kalau kami boleh menyarankan,tetaplah disini dalam dua hari ini, agar memudahkan checking…”si Bungsu tak menjawab.Anggota FBI itu menoleh pada Angela.
“Letnan,jalur jalan ini akan dilewati oleh Presiden dua hari lagi.Anda mengerti apa yang kami maksud,bukan?”
Angela mengangguk.Kemudian kedua petugas itu memeriksa senjata milik Pipa Panjang.Dia jelas tak memiliki izin memegang senjata itu.Namun Angela memberikan jaminan.Petugas FBI itu hanya tinggal mencatat nomor dan jenis senjata genggam itu.

Kemudian mereka pamit.Sepanjang malam itu,secara maraton sejak sepekan yang lalu,para petugas FBI ini,dalam jumlah yang sulit diperkirakan,telah mengetuk ribuan pintu rumah.Telah memeriksa ratusa ribu orang,mendatangi banyak sekali gedung-gedung.
Setelah petugas itu pergi,Angela tak segera berbaring.Demikian juga si Bungsu. Angela duduk dikursi,mengisap rokok dan dia tampak gelisah.Si Bungsu melihat hal itu.
“Nampaknya kota ini tengah dipersiapkan benar untuk menyambut Presidenmu, Angela….”kata si Bungsu perlahan.Angela menolehkan kepala, kemudian mengisap rokoknya.
“Maksudmu,Presidenmu itu?”
“Ya,Dahulu dia sudah berniat datang,dan setelah dibicarakan,disarankan untuk membatalkan kedatangannya waktu itu.Kota ini adalah kota yang paling keras, kota para bandit di seluruh Amerika.Kota ini adalah kota yang kalah dalam perang saudara dahulu.Texas adalah daerah selatan yang dikalahkan.Disini berdiam para tuan dan budak-budak yang masih merasakan pedihnya kalah dan penghapusan perbudakan….”

“Apakah kedatangannya dibatalkan…?”
“Dahulu ya.Ternyata kini dia datang lagi.Dan seluruh aparat keamanan harus memeras keringat mengawasi para pembunuh di sepanjang jalan,di persimpangan,di pohon,di kamar-kamar gedung yang tersembunyi.Siapa yang bisa mengawasi jutaan manusia di kota ini?Tak ada cara yang efektif.Bahkan kalau pun dia datang dengan berbaju besi sekalipun.kemungkinan untuk terbunuh tetap saja ada.Jika itu terjadi,polisi Dallas akan dicatat dalam lembaran hitam sejarah…”
“Kenapa tak suruh batalkan lagi?”
“Seingat saya,Kepala polisi Dallas telah menyarankan untuk membatalkan atau meenunda kedatangan itu…”
“Lalu kenapa kini dia datang juga?”
“Ini barangkali soal prestise...”
prestise?”

“Ya,Walikota Dallas dan Gubernur Negara Bagian Texas pastilah tak mau malu muka,menolak kunjungan presiden sampai dua kali.Mereka pastilah menjamin bahwa mereka bisa mengamankan kunjungan ini…”
“Kalau aparat keamanan tak menyanggupi keamanan,apakah walikota dan gubernur masih ngotot…?”
Kemungkinan FBI atau CIA juga menyatakan aman,hingga kunjungan ini dilanjutkan..”
“FBI,CIA,apa itu?”
“Kalau kau mau membacanya dalam buku-buku,kau akan menemukan dua kata itu banyak sekali di pustaka di seberang sana.Seperti dulu kau membaca tentang ku klux klan.Namun sebagai garis besarnya dapatku jelaskan,bahwa FBI adalah satuan intelijen dalam negeri amerika.Sementara CIA adalah pasukan atau badan intelijen Amerika untuk masalah-masalah luar negeri..”
“Kalau begitu,dimana kedudukan polisi Dallas seperti kamu?apakah di bawah FBI?”

“Tidak,di Amerika.ditiap negara bagian ad polisi tersendiri yang menangani kasus-kasus lokal.Pakaian seragamnya juga berbeda di tiap negara bagian yang lain.Tapi polisi Dallas atau Texas.Tak bisa memburu penjahat sampai ke new york atau negara bagian lainnya.Jika terjadi kejahatan sampai antar negara bagian,maka wewenangnya jatuh ke FBI untuk menanganinya.Jika kejahatannya antar negara,maka CIA lah yang menanganinya.Itulah secara garis besar tugas dan wewenang Polisi,FBI dan CIA…”

Si Bungsu membaringkan tubuhnya di tempat tidur.Matanya menatap loteng, namun sesekali mencuri pandang pada Angela yang masih saja duduk dengan gelisah.Dia punya firasat,kegelisan gadis itu erat kaitannya dengan Inspektur yang tadi berbicara dengannya di telpon.Kalau dia tak salah dengar,inspektur itu bernama Noris.Seperti ada benang yang mengikat kedua orang ini dahulunya,kemudian benang itu putus dan kini..si Bungsu memejamkan mata. Berusaha untuk melupakan dan tidur.

Namun matanya tak mau di pejamkan.Pikirannya menerawang dan pidah dari satu peristiwa ke peristiwa lainnya.Kennedy atau siapapun presiden akan datang ke Dallas ini bukanlah urusannya.Lalu dia teringat Michiko.Sedang mengapa dia kini?Perempuan itu tengah hamil.Dia teringat kemewahan yang di berikan macKenzie kepada Michiko,yang mungkin tak didapat gadis itu darinya.
Sekolahnya hanya tamat sekolah rakyat.Kini dia berada di Dallas.Alangkah banyaknya keajaban yang terjadi di permukaan bumi ini.Kalau dulu jepang tak menjajah,negerinya akan terus menerus dijajah Belanda.Kalau Jepang tak datang,Ayah,Ibu dan kakaknya pasti masih hidup.Mereka tentu hidup tentram di kampung.Bersawah,berladang atau manggaleh.

Kakaknya tentu menikah dengan Syarif yang pedagang itu,atau dengan Muslim, guru mengaji di kampung mereka dulu.Kalau Jepang tak datang,tidak terjadi huru-hara yang membunuh seluruh keluarganya,telah jadi apakah dia?Dengan hanya ijazah Sekolah Rakyat dan kemahiran berjudi,apakah dia jadi orang kaya atau meringkuk dalam penjara?
lamunannya terputus,ketika dia rasakan seseorang berbaring disisinya.Dia pura-pura memejamkan mata.Bau harum dari tubuh Angela yang kini tengah membentang selimut menyelusup kehidungnya.Gadis itu menutupkan selimut ke tubuh mereka berdua,kemudian rasakan gadis itu memeluknya dengan lembut.

“Engkau beelum tidur bukan?”bisik gadis itu.
Si Bungsu membuka mata,kembali menatap ke loteng.Angela melihatnya, kemudian memejamkan mata.Mengangkat kepala dan merebahkannya didada si Bungsu.Tangannya memain-mainkan ujung kimono di bahagian leher si Bungsu.
“Engakau gelisah Angela?”gadis itu tak menyahut.
“Engkau gelisah bukan karena kedatangan presidenmu itu bukan?”Angela masih diam.
“Engkau gelisah karena Noris..”
Si Bungsu dapat merasakan betapa degup jantung gadis itu mengencang.Angela mengangkat kepala.menatap wajah si Bungsu.si Bungsu juga menatapnya.Kemudian meletakkan lagi wajahnya didada lelaki dari Indonesia itu.
“Bungsu…”
“Ya…”
“Jauhkah Indonesia itu?”
“Jauh…”
“Disana,tentu engkau punya sanak famili bukan?”
“Tak seorangpun..”
“Masa..?”
“Ya,semua sudah punah..”
“Kalau begitu,engkau masih kenal orang-orang sekampung..”
“Juga tidak.Aku adalah lelaki yang terbuang dari kampungku..”
“Masa?”

“Ya.Dulu aku adalah seorang anak lelaki yang senang berjudi.Kau sudah lihat bagaimana aku main rolet beberapa waktu yang lalu bukan?kemahiran itu aku bawa dari kecil.Dikampungku,anak sebaya masa waktu itu,haruslah pandai mengaji,bersilat dan patuh pada orang tua.kesemua keharusan itu tak satupun yang aku miliki.Aku tak pandai mengaji,karena malas kesurau untuk belajar.aku bisa sembahyang tapi malas melakukannya,karena saat itu tak melihat manfaatnya.Aku juga tak patuhpada orang tuaku,Karena aku memang di lahirkan sebagai anak pendurhaka.Dan sebab itulah aku dibenci orang kampungku…”
“Tak ada niatmu untuk pulang?”
“Ah,soal pulang,siapapun tentu suatu saat ingin kembali ketanah tumpahnya. Setinggi-tinggi bangau terbang,suratnya kekubang jua….”
“Apa artinya itu?”
“Sejauh-jauh orang merantau,pastilah suatu saat pulang ke asalnya..”
“Bagaimana,kalau dia mati di rantau?”

“Dimana pun dia mati,dia pasti kekampung asalnya.Bukankah kampung semua kita ada dua.Di dunia adalah kampung dimana ayah dan ibu kita berasal.Kampung asal kita sendiri adalah akhirat.Tempat itu adalah kampung semua umat.Semua umat yang ada di dunia ini adalah perantau,yang suatu saat harus kembali ke kampaung asal.Tentang kampungku,tentu aku ingin pulang.kalaupun aku tak bisa pulang ke Situjuh ladang Laweh,karena disana tak seorangpun mau menerimaku.Maka aku bisa tinggal di payakumbuh,atau bisa di Bukittinggi,di jakarta,bisa dimana saja karena Indonesia itu sangat luas dan negara itu adalah kampungku..”
Sepi seaat.

Angela masih meletakkan kepalanya.di dada si Bungsu.
“Indonesia,apakah jauh dari Jepang?”
“Apakah kalian tak pernah menemukan negeriku itu di pelajaran sekolah?”
“Tidak,maaf.Mungkin negerimu terlalu kecil Bungsu.Kecil dan mungkin tak terlalu penting,sehingga guru-guru kami merasa tak perlu untuk memberikan pelajaran di sekolah.Kami hanya mengenal Jepang dan Philipina di kawasan laut pasifik.Jepang,karena telah membom pearl Harbor..”
“Negeriku tak jauh dari Jepang,hanya berbatas dengan laut kecil dengan Philipina.Juga dijajah jepang swelama Tiga tahunan,bersama-sama philipina..”
Sepi.

Malam makin larut.Dan dalam keadaan demikian,kepala angela di dada si Bungsu dan tangan si Bungsu memeluk Angela,kedua mereka tertidur karena lelah.Dikamar yang terletak di depan kamar mereka,Pipa Panjang berbaring di tempat tidurnya,Matanya terpejam,namun pendengarannya dia pasang baik-baik.Setiap yang bergerak diluar kamarnya dia ikuti dengan seksama.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: