Ke Dallas Menuntut Balas -bagian- 505-506


Dari Kecamuk Perang Saudara Ke Dallas Menuntut Balas episode II 505-506Niagara
Dia luka parah.Komandan pasukan PRRI itu,yang kenal nama si Bungsu lewat teman-temannya,segera mengambil alternatif cepat dan darurat.Pada saat penyergapan APRI atas pasukannya itu terjadi,sebuah helikopter baru saja mendarat.Helikopter itu barangkali sewaan dari sebuah perusahaan swasta yang banyak terdapat di Singapura dan Vietnam.

Namun yang jelas,senjata yang diturunkan dari heli itu adalah buatan Amerika Serikat.Pilotnya juga berkebangsaan Amerika yaitu Thomas Mackenzie.Bekas pasukan udara Amerika.Perwira PRRI itu meminta Mackenzie membawa Michiko.Tak peduli kemana,pokoknya dibawa.Barangkali bisa ke Singapura atau Hongkong.Kalau sudah disana,Gadis Jepang itu tentu akan mudah pulang ke negerinya.

Kalau tinggal bersama mereka,dalam perang yang berkecamuk begitu,maka bahaya besar mengancam.Barangkali akan mati kehabisan darah.Sebab luka di bahunya amat parah dan mereka tak mempunyai alat atau dokter.Letaklah dia selamat,maka gadis secantik dan menggiurkan seperti dia,pasti akan memancing selera buruk pasukan yang menemuinya.

Barangkali dia diperkosa oleh pasukan PRRI sendiri,atau barangkali juga oleh pasukan APRI.Ah,dalam negeri yang diamuk perang,tak ada yang mustahil untuk terjadi.Dalam perang,sebahagian orang berobah jadi serigala.Di Minangkabau sendiri contoh itu sudah terlalu banyak untuk disebut satu demi satu.

Begitulah,Michiko kemudian tidak hanya dibawa ke Singapura,tetapi karena lukanya yang parah,ditambah Mackenzie memang bergegas pulang ke Dallas untuk transaksi pembelian senjata gelap yang akan dikirim kesalah satu negara bergolak di Afrika,maka gadis yang luka itupun dia bawa terus ke Amerika.
Dia bawa gadis itu di samping akan mengobatinya,juga karena tiba-tiba dia jatuh hati pada gadis Jepang yang dalam keadaan koma itu.Di Dallas,Michiko dia masukkan ke rumah paling mewah.

“Sembuhkan dia dengan segenap keahlianmu!Jika perlu,kumpulkan dokter yang pandai di Amerika ini,obati dia sampai sembuh.Jangan pikirkan soal biaya…”begitu instruksi Mackenzie pada dakter kepala,yang juga sahabatnya,di rumah sakit itu.
Uang bagi MacKenzie tak jadi soal.Dia merupakan seorang”baron” penyelundupan senjata gelap yang dikehendaki oleh siapa saja dan dimana saja.Dia telah mengirim senjata dalam jumlah jutaan pucuk,berikut bom, dinamit,dan pesawat terbang keberbagai negara.

Tak peduli negara itu tengah bergolak atau tidak.Untuk membeli bedil,orang tak harus menungggu pergolakan.Irlandia misalnya,sepuluh tahun sebelum memulai pemberontakan terhadap Inggris,mereka telah membeli bedil.Demikian juga Mauratania,Aljazair,Angola,Namibia dan Chad.Negeri-negeri yang pernah jadi neraka di Afrika.Sebagian besar dari senjata yang digunakan mereka beli dari MacKenzie.

Begitu juga negara-negara kepulauan kecil seperti Cape verdex yang dijajah Portugis,Kepulauan Mauritius,termasuk Indonesia.Semua kebagian bedil dan peralatan perang lainnya dari senjata gelap ini.
Michiko akhirnya sembuh.Dia tahu bahwa keadaannya amat kritis.Dan dia juga tahu bahwa ongkos untuk penyembuhannya amatlah besar.Dia merasa berhutang budi pada orang yang membiayai pengobatannya.Mackenzie saat itu amat jarang di Dallas,dia lebih banyak di atas pesawat terbang.Memuat senjata dan menerbangkannya kesegenap penjuru dunia.

Dia amat ulet dan licin bagai belut.Kendati pengiriman senjata ke negeri-negeri bergolak itu didanai Amerika,namun bila terjadi sesuatu,Pemerintah Amerika akan cuci tangan.Karena itu dia harus hati-hati menghadapi pasukan resmi dari negeri-negeri yang membeli senjatanya untuk memberontak.

Dia bekerja diantara dua kekuasaan yang saling bertentangan,sementara dia juga harus pandai-pandai,jangan sampai bedil sudah didrop tapi duitnya tidak dibayar Pemerintah Amerika.Namun setiap dia ada di Dallas,dia terus kerumah sakit dimana Michiko dirawat.Dia menunggui dan menghiburnya.Mula-mula mereka menjadi sahabat.Keinginan Michiko satu-satunya adalah dikirim kembali ke Indonesia jika telah sembuh dan Thomas macKenzie berjanji untuk mengirimkannya pulang.

Namun,MacKenzie diam-diam jatuh hati pada Michiko.Dia benar-benar mencintai gadis itu sepenuh hati.Dia berusaha membujuknya.Dia cukup sportif, tidak mau memaksa.Sebaliknya,Michiko menceritakan terus terang padanya, bahwa dia sudah bertunangan dengan seorang pemuda Indonesia. Dikatakannya juga,kehadirannya dihutan ketika terluka dalam penyergapan APRI itu,adalah karena mereka akan ke Bukittinggi,dimana dia akan dilamar oleh sahabat si Bungsu sebagai mewakili kerabatnya.

MacKenzie bukannya menyerah mendengar itu.Sebagai lelaki yang selama ini tak pernah memperoleh apa yang dia ingini,kini pun ingin agar perempuan yang di idami itu didapatnya.Tapi kali ini dia tak ingin mendapatkan dengan kekerasan atau dengan tipuan.Jika mau,dia bisa saja membius gadis itu,atau memberinya obat terangsang.Gadis itu pasti diperolehnya.Namun MacKenzie sudah jera dengan hal-hal yang serupa itu,yang sudah ratusan kali dia lakukan pada perempuan dari berbagai negeri.

Terhadap Michiko dia tak ingin melakukannya.Dia tak ingin meminum air yang telah dikotorinya.Karena itu dia berusaha meningkatkan persahabatan mereka menjadi lebih baik.Bukan rahasia lagi,perempuan adalah makhluk lemah,yang butuh kasih sayang.Butuh perhatian,dan biasanya yang dekat api jua yang akan panas.Michiko memang gadis yang teguh.

Dia mencintai si Bungsu dengan sepenuh jiwanya.Tentang hal itu tak usah pula disangsikan,bahwa dia sepenuhnya perempuan.Yang terdiri dari tulang belulang dan daging sebagai manusia biasa.Selagi namanya manusia,pasti punya kelemahan dan kekurangan.Michiko tidak lemah dalam menghadapi godaan.Namun godaan yang datang terus menerus,berhari-hari,berbulan-bulan dan bahkan berganti tahun,hatinya yang kukuh mulai goyah.

Lagipula MacKenzie adalah lelaki yang memang amat patut digilai oleh perempuan.Berwajah gagah,jantan,kaya,simpatik,dan terhormat serta penuh saayang pada Michiko.Semuanya lebih dari pada cukup untuk menaklukan hati perempuan manapun jua.Michiko terkadang memenuhi ajakan MacKenzie, untuk pergi ke resepsi kenalan,atau tamasya.Yaitu menjelang kesehatannya benar-benar pulih.Dia memenuhi ajakan MacKenzie sebagai penghormatan dan tak mau orang yang telah berbudi padanya itu kecewa bila berkali-kali ajakannya di tolak.

Namun,harus diakuinya terus terang bahwa beberapa kali bergetar atas sikap dan rayuan MacKenzie.Suatu malam ketika mereka berlibur untuk terakhir kali nya di air terjun Niagara,terjadilah hal yang tak diiingini.Disebut”terakhir kali” karena Michiko telah bertekad,bahwa setelah itu dia ingin pulang keIndonesia.
Mereka berlibur selama sepekan.Berkeliling dengan mobil dari wilayah paling utara dan paling atas Mount Pas,sampai ke daerah paling selatan tiga puluh kilometer di bawah sana yang disebut sebagai base water.

Puas berkeliling dengan mobil,mereka mencarter helikopter.Thomas MacKenzie menerbangkan heli itu rendah diatas permukaan air,kemudian perlahan-lahan turun mengikuti curahan air terjun dalam jarak sepuluh meter.Tak bisa dekat dari itu.Air itu berkabut saking besarnya.Biangglala kelihatan seperti menjembatani antara air terjun yang besar dengan beberapa anaknya,air-air terjun yang lebih kecil.

Di hari keempat mereka menaiki kapal pesiar yang membawa mereka dekat sekali kejeram dimana air terjun itu menghujam.Michiko benar-benar terkesima dengan keindahannya.Malamnya mereka menonton teater,lalu pulang menjelang subuh.
Michiko yang lelah dan mengantuk,diantarkan mackenzie kekamarnya. tubuhnya di bopong oleh MacKenzie.dibaringkan perlahan di pembaringan. Ketika membaringkan di pembaringan itu,macKenzie mengecup dengan lembut bibir Michiko.Secara naluriah,gadis itu membalasnya,antara sadar dan tidak. Ciuman yang makin lama makin memanas.

Lalu,terjadilah segalanya.Michiko sendiri tertidur pulas setelah peristiwa itu. Dia baru terkejut dan seperti di sambar petir,tatkala bangun kesiangan esoknya.Dia dapati dirinya tengah memeluk tubuh MacKenzie.di bawah selimut kedua tubuh mereka tak memakai apa-apa.!

Dia menjerit.Jeritannya menyentakkan MacKenzie dari tidur.Gadis itu jadi histeris.Mackenzie jadi kalang kabut.Sesungguhnyalah,lelaki itu menyesal.Dia benar-benar tak akan melakukannya kalau malam tadi michiko tidak bersedia.Padahal segalanya terjadi tanpa ada paksaan,tanpa ada penipuan.segalanya terjadi secara wajar dan alamiah sekali.

Berhari-hari setelah itu,Mackenzie berusaha membujuk,mengatakan bahwa Michiko bisa meminum obat pemunah,kemudian akan diantarkan ke Indonesia.Namun Michiko sudah amat menyesal.Dia telah merasa menghianati cintanya pada si Bungsu.Dia akan merasa berdosa seumur hidup pada anak muda dari Gunung sago itu kalau kelak mereka menikah.

“Apakah anda benar-benar mencintaiku,Mackenzie?”tanya michiko setelah sepuluh hari dari peristiwa di Niagara itu.Tentu saja MacKenzie kaget mendengarkan pertanyaan itu.Buat sesaat bekas penerbang dan maharaja penyelundup itu terpana.
“Katakanlah,apakah kau benar-benar mencintaiku MacKenzie?”
“Ya Tuhan,tentang hal itu tak perlu kau tanyakan Michiko…”
“Jawablah denga pasti bahwa kau mencintaiku…”
“Demi Yesus kristus tak ada seorang perempuan selama ini yang kucintai seperti aku mencintaimu,Michiko…”
“Apakah kau mau mengambil aku sebagai satu-satunya istrimu dan berjanji akan setia padaku?”Bibir Mackenzie jadi pucat.
“Ya Tuhan Jangan tanya begitu.Michiko.saya amat mencintaimu,tapi…saya tak mau engkau menikah dengan ku hanya karena penyesalan.Apa yang telah terjadi diantara kita,barangkali sesuatu yang amat luar biasa,tapi bisa juga sesuatu yang sangat sepele.Kau bisa meminum obat,maaf aku tak bermaksud menghinamu.Tapi saya kau amat mencinatai pemuda itu…”
Michiko menangis.Namun dia telah teguh pada pendiriannya.dengan menggigit bibir dia bertanya lagi.

“MacKenzie,aku tak bisa datang padanya dengan tubuh yang sudah kuberikan padamu.aku mencintainya,tapi yang telah kita lakukan..oh..Kau harus berusaha agar aku juga mencintaimu…”MacKenzie memeluk gadis itu.
Dan terjadilah apa yang harus terjadi.Nasib manusia memang bisa dirobah menurut usaha manusia itu.Namun tak seorangpun yang mampu merubah jalannya takdir.Si Bungsu dan Michiko,dua anak manusia yang berlain bangsa,di pertemakan oleh permusuhan antara keluarga,dan ditautkan hati mereka oleh darah dan pembunuhan-pembunuhan yang tak kenal perikemanusiaan.

Mereka telah menjalani hidup ini dengan segala pahit getirnya.Berjanji untuk sehidup semati.Siapa sangka,yang terjadi justru yang diluar rencana dan usaha mereka.Mereka telah berkelana di bawah kolong langit ini,mencari nilai-nilai keadilan dan mencari diri mereka sendiri.Berjuang untuk tetap bisa hidup,namun Tuhan jua yang menentukan segalanya.

Di bawah langit
Hidup adalah laut
Sejuta rahasia terpendam didalamnya.
Di bawah langit
Takdir adalah gunung karang
Tak seorang kuasa mengungkitnya
di bawah langit
Hidup adalah perang tanpa akhir.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: