Ke Dallas Menuntut Balas -bagian-502


Ke Dallas Menuntut Balas -bagian-502
mercy nongkrong tak jauh dari rumah
Pagi-pagi sekali mereka dikejutkan oleh ketukan pintu dikamar.Kemudian terdengar panggilan suara Yoshua bertanya.
“Apakah anda mempunyai musuh sehingga mereka perlu mencari anda kemari,Bungsu?”si Bungsu membuka pintu dan melihat Indian itu siap dengan bedil ditangannya.

“Ada apa?”Yoshua menunjuk kehalaman.Dari jendela mereka melihat sebuah mobil mercy nongkrong tak jauh dari rumah.Dua orang lelaki kelihatan berdiri di luar.Yang seorang tengah menelpon.Barangkali bicara dengan seseorang di suatu tempat.
“Kau kenal mereka?”si Bungsu menggeleng.
Angela yang sudah bangun muncul diruang tengah ikut mengintip.Dia tak kenal siapa orang itu.Yoshua segera keluar dengan bedil tetap ditangan.
“Hei guy!ada sesuatu yang tak beres?”sapanya dengan keras.

Salah seorang diantara keduanya mengangkat tangan keatas,seperti memberitahu kalau mereka datang bukan untuk mencari masalah.Kemudian menurunkan tangannya kembali sambil mendekati rumah.
“Kami memerlukan teman anda..”
“Temanku yang mana guy?”
“Orang Indonesia itu…”si Bungsu heran.

“Anda siapa,dan untuk apa menemui orang Indonesia itu..?”
“Kami disuruh Tuan Thomas Mackenzie.Katakan itu padanya,dia pasti kenal dengan nama itu….”tiba-tiba si Bungsu muncul dipintu.
“Anda mencari saya?”
“Tuan Thomas Mackenzie.Menyuruh anda datang kerumahnya…”Si Bungsu bertukar pandang dengan Yoshua.
“Dia ingin mengundang saya makan siang…?”tanya si Bungsu menyindir.
“Tidak,stranger.Dia perlu bertemu dengan anda karena desakan istrinya…” si Bungsu tertegun.

Kini di luar telah berada pula Angela yang dalam pakaian kimono tidur yang belum dia ganti.Dia berdiri di sisi si Bungsu.
“Istrinya mendesak?”tanya si Bungsu pelan.
“Ya.Istrinya sakit.Dia ingin bertemu dengan anda…”
“Pergilah.Kau harus mendengarkan apa yang sesungguhnya terjadi..”bisik Angela pelan.Si Bungsu menatapnya.
“Barangkali dia menikah karena cinta,bagimu itu sudah resiko mencintai seorang perempuan.Tak semua percintaan harus di akhiri dengan pernikahan, atau sebaliknya dia membutuhkan pertolonganmu,maka meskipun dia telah menikah,kau bisa saja membawa dia lari….”lanjut Angela.

“Terima kasih Angel,aku akan pergi atas petunjukmu…”kemudian menoleh pada lelaki yang menjadi utusan itu dan berujar.
“Baik,saya akan bersiap….”
Kemudian dia masuk.Demikian juga Angela.Tetapi Yoshua tetap disana,dan bedilnya tetap dikepit diketiak,sembari mengisap pipa tembakau.Ketika akan pergi si Bungsu melihat Angela tengah memperhatikannya,Gadis itu tersenyum.Namun ada rahasia yang tak terpecahkan di balik senyumnya.

Gadis itu mendekat dan menbetulkan krah baju si Bungsu,serta mematut baju dibagian pinggangnya.
“Kau pergi dengan ku Angel?”Gadis itu menggeleng.
“Ada saatnya kau kutemani dear.Tapai ada saatnya aku tak boleh pergi,kali ini aku tak boleh pergi..Jika ternyata dia menderita bersama suaminya,maka kau jangan ragu membawa dia pulang ke negerimu.Tapi jika dia bahagia maka biarlah dia bersama suaminya…”

Si Bungsu merasa sangat terharu atas sikap Angela padanya.Dia tak hanya seorang perempuan yang patut di jadikan kekasih,juga seorang sahabat yang penuh pengertian.Dipegangnya keedua pipi gadis itu dengan tangannya.kemudian dikecupnya bibirnya dengan lembut.
“Apapun yang terjadi aku takkan lupa budimu angel….”bisik si Bungsu.

Kemudian diapun pergi.Yoshua menatap kepergiannya dengan diam sambil mengepit bedil.Si Bungsu masuk mobil dan duduk dibelakang dan mobil itu berjalan meninggalkan halaman rumah itu.Angela mengintip dari jendela,entah mengapa dia merasa akan kehilangan sesuatu,air mata membasahi pipinya.Tanpa dia sadari,Elizabeth dari tadi memperhatikannya. Perlahan dia dekati Gadis itu,yang masih saja menatap keluar meski mobil yang di tumpangi si Bungsu telah hilang dari pandangan.Dipegangnya bahu Angela.

“Dia memang lelaki yang patut dicintai,..”kata Elizabeth perlahan.Angela kaget dan begitu dia dengar perkataan it,tangisnya pun tak dapat dia bendung lagi.
“Tenanglah,Angel.dia akan kembali…”
“Tidak.Dia tak pernah mencintaiku….”
“Dia mencintaimu,aku tahu lewat tatapan matanya..”
“No,Mam!Dia mencintai gadis jepang itu.aku tahu itu…aku tahu.Aku merasakannya,walau dia berada dalam pelukanku.Barangkali dia menyangiku tapi tak mencintai…”
“Itu tandanya dia lelaki setia.Yang begitu saja mengobral cintanya pada setiap perempuan..”ujar elizabeth perlahan.
“Ya,dia lelaki yang amat setia.Kalau saja…”Angela tak melanjutkan.Dia menangis dalam pelukan Nyonya separuh baya itu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: