Ke Dallas Menuntut Balas -bagian-501


Ke Dallas Menuntut Balas -bagian-501
wanita menikah
Apakah benar perempuan itu memang Michiko bisik hatinya seperti kepada diri sendiri.Namun dia tak sendiri.Dia kini ada dikamarnya,di rumah Yoshua.Berbaring bersama Angela.

“Dia benar Michiko.Dia memang gadis jepang yang kau cari itu,Bungsu…”ujar Angela pelan seperti menjawab pertanyaan hati si Bungsu.
“Kenapa kau begitu pasti,Angela?sedangkan aku yang mengenalnya tak merasa pasti…”Angela tak menjawab.Dia tahu kalau pertanyaan itu tak mungkin dia jawab.Dan memang tidak untuk dijawab.Si Bungsu menarik napas.
“Maafkan saya Angela.Saya tak bermaksud melukai hatimu.Kau terlalu banyak berbuat baik pada ku..”Angela memeluk si Bungsu.

“Dia sudah menikah.Menikah dengan lelaki yang melarikannya.Dan Dia…telah memukulku dengan tangan yang pernah memelukku…”
“Jangan cepat berprasangka dear..Barangkali dia alasan yang amat kuat untuk akhirnya memutuskan menikah dengan lelaki itu..”
“Alasan yang kuat?”
“Ya,Barangkali…”
“Saya tahu.Kini dia jadi orang yang terhormat.Bukankah tadi siang kau jelaskan lelaki itu pemilik Industri yang kaya raya?Itu alasannya Angel…”
“Tak semua wanita menikah karena alasan harta,my dear..”
“Ya,tak semua.Namun ada bukan?”
“Jangan berprasangka,sayang.Sebaiknya kau temui dia dan dengar ceritanya..”
“Saya sudah menemuinya dan itu cukup..”Angela terdiam.Dia mengerti betapa terpukulnya lelaki yang disampingnya ini atas peristiwa tadi.

“Kau ingat ceritaku kemaren malam tentang perwira jepang yang membunuh keluargaku,Angel?”
“Yang bernama Saburo Matsuyama?”
“Ya,ingat…”
“Ingat.Dia bunuh diri,bukan engkau yang membunuhnya bukan?”
“Benar,Dia bunuh diri.Dan adakah aku ceritakan padamu,dia di selamatkan oleh kemunculan anak gadisnya yang telah kukenal sebelumnya?”
“Ada,tapi kau tidak ceritakan apa-apa tentang gadis itu..”

Si BUngsu menarik nafas,matanya menatap langit-langit rumah,dan terdengar suara pelan.
“Gadis yang tak kuceritakan itu,yang ayahnya telah membunuh ayah-ibuku,telah memperkosa kakakku dan membunuhnya pula,kemudian membabat punggung ku dengan samurainya,adalah gadis yang tadi telah memukulku…”Ada beberapa saat Angela tertegun,kini dia pula yang nyaris tidak percaya akan apa yang dia dengar.
“Oh,my dear!Ya Tuhan,ya Tuhan…!”desisnya beberapa kali.Si Bungsu tertawa getir namun matanya basah.

“Dengarkan,sayang.Kau tak berhak berprasangka buruk,selalu padanya.Kau belum mendengar kisahnya.Berilah dia kesempatan untuk menyampaikan kenapa sampai begini jadinya.Saya yakin ada sesuatu…”
“Kau tahu dari mana,Angel?”
“Saya juga seorang perempuan,Bungsu.Saya juga pernah jatuh hati,kecewa dan ditinggal lelaki atau meninggalkan lelaki.Tapi pasti ada penyebabnya dear..”Sepi sesaat.

“Baik,Baik..Saya akan menemuinya.Akan bertanya,tapi bagaimana kalau dia tak mau…”
“Dia pasti akan bercerita…”
“Bagaimana kalau suaminya tak mengizinkan..”
“Saya rasa suaminya seorang lelaki yang jentelmen.Saya melihat itu dari sikapnya…”
“Dari sikapnya merampas kekasih orang?”
“Penyebab yang sebenarnya akan kita ketahui dear..”
“Baik,dan bagaimana kalau dia tak mau atau suaminya tak mengizinkan?”
“Itu terserah padamu selanjutnya.Tapi sebelum itu jangan rusak hatimu dengan perasaan yang tidak-tidak..”
“Saya tak menduga Angel.Dia telah menikah dan jadi istri orang…”
“Kalau itu benar.Apakah hanya dia perempuan yang ada di permukaan bumi ini…”
“Ada kau bukan,Angel?”tiba-tiba Angela bangkit dan matanya menatap tajam.

“Dengar baik-baik orang asing.Sebelumnya saya tak tahu siapa engkau.Saya akui terus terang,saya mencintaimu.Itu tak saya sembunyikan.Tapi saya bukanlah perempuan yang suka merebut laki-laki dengan menjelekkan perempuan lain.Saya ingin mengatakan padamu,bahwa kalau perempuan itu sudah menikah,dan engkau sudah tahu dengan pasti alasannya,maka kau harus berani menerima kenyataan…!”

Si Bungsu terperangah.Dan gadis itu tetap melanjutkan tetap dengan nada tinggi.
“Jika hanya sekian mentalmu,seperti bubur,menangis ditinggalkan perempuan, lebih baik kau jadi banci saja…!”
Si Bungsu menatap wajah Angela yang merah padam.Kemudian tersenyum.

“Apa yang kau senyumkan.Kau sangka aku tertarik dengan senyummu itu?”
Si Bungsu masih tersenyum.
“Aku tak menyesal bertemu denganmu Angel..”
“Barangkali aku yang menyesal bertemu denganmu lelaki kelas bebek…”si Bungsu tersenyum dan meraih tangan gadis itu.Dia tak tahu harus bagaimana tanpa Angela.Kematian Tongky mula datang di kota Dallas nyaris membuat dia kehilangan akal.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: