Ke Dallas Menuntut Balas -bagian-493-494


Ke Dallas Menuntut Balas -bagian-493-494
rimba suaka
Angela mengangguk dan berjingkat memeluk si Bungsu,dan mengecup bibirnya dengan lembut.Seperti sudah dirancang masak-masak,keempat lelaki itu,tiga orang Indian dan seorang lelaki dari timur,segera menyebar.Menyelusup kedalam rimba disekitar rumah rimba tersebut.

Si Bungsu mengambil hutan di bahagian kanan.Dia tak begitu hafal daerah sekitar sini.Namun begitu kakinya menginjak bahagian rimba di utara kota Dallas itu,dia merasa di”kampung”nya.Sejenak dia tegak dalam palunan hutan.Di bawah pepohonan yang rimbun,menghirup harumnya hutan belantara dan bunga-bunga kayu.

Rimba disini jelas rimba suaka.Di bawahnya bersih.Tidak seperti rimba di Gunung Sago yang liar dan perawan.Namun dia mendapat dirinya amat senang dalam rimba itu.Indera juga bekerja dengan baik.Dengan amat ringan dia bergerak diantara pepohonan.Menuju kebahagian depan dimana firasat nya mengatakan bahwa disana ada orang yang mengancam keselamatan mereka.
Jauh didepan sana,di jalan raya yang terlindung semak-semak,dua mobil kelihatan berhenti.Enam lelaki turun,keenamnya memakai jubah putih.hanya kelihatan hanya dua lobang kecil dibahagian mata.

Keenam orang lelaki segera menyelusup kedalam semak belukar,kemudian menyebar kedalam hutan mengepung rumah Yoshua.Nampaknya salah seorang,yang berada di bahagian kanan,bertindak sebagai penunjuk jalan.Dia menunjuk jauh kedalam hutan ke rumah Yoshua yang masih belum kelihatan.

Tiga orang menuju kebahagian kiri,lenyap dalam hutan.Tiga orang lagi kekanan, kemudian lenyap pula dalam palunan hutan.Seseorang yang menyelusup dibahagian kanan tiba-tiba melihat ada yang melintas didepannya,dia tak segera menembak.Ada dua hal kenapa dia tidak menembak,pertama diputuskan kalau untuk tak menembak sebelum mengepung rumah itu,dan sebelum ada isyarat dari pimpinan rombongan yang ada disayap kiri.

Sebab kedua kenapa dia tak menembak karena dia ragu atas benda yang melintas didepannya itu.Selain melintas dengan cepat,benda atau sosok itu sendiri tak diketahui apakah manusia atau binatang.Dalam bayang-bayang rimba,bayangan itu kelihatan beraneka warna.Merah,hitam,putih dan hijau apakah itu manusia?

Anggota ku ini segera menyelinap dari satu pohon kepohon yang lain,hati-hati tanpa menimbulkan bunyi,tiba-tiba dia melihat bekas jejak ditanah yang lembut.Dia perhatikan jejak itu,mirip jejak kaki manusia yang memakai sepatu karet.Dia berhenti,berjongkok sambil bertelekan pada bedilnya.Mengamati jejak itu,menatap kekiri kekanan.Tak ada siapapun.Jejak itu lenyap tanpa bekas ditentang dia berjongkok.

Lenyap tanpa bekas,kenapa?Aneh dia merasa ngeri tiba-tiba.Dan tiba-tiba pula, topengnya yang mirip kerucut itu,disentakan orang.Terlembar dan kepalanya kini tak tertutup.Wajahnya juga!Dia kaget bukan main,kepalanya mendongak keatas.Dan ya malaikat,sedepa diatas kepalanya,diatas sebuah cabang yang melintang agak rendah,dia lihat seorang Indian bertengger mencangkung menatap padanya dengan diam.

Anggota klu klux klan ini buat sesaat termangu.Darahnya seperti berhenti mengalir.jantungnya seperti berhenti bergerak.Mereka saling pandang,Celaka kenapa pimpinannya tadi tidak mengatakan kalau yang mereka buru adalah Indian di jaman batu?Kaki dari Indian yang tak lain Elang merah itu terayun. Kening anggota ku itu kena tendang,dia jatuh terjengkang.
Elang Merah melonjat turun,Anggota ku itu tak sempat lagi untuk menggunakan bedilnya.Bedil sudah tercampak.Elang merah maju,dia merangkak surut.dia tak memekik atau tak pula menangis minta ampun.Namun dia takut separu mati.

Elang merah mengayunkan kampak besar ditangan kanannya.Dan saat itulah anggota ku itu memekik.Pekiknya membahana di dalam hutan tersebut. seorang anggota ku yang berada di sayap kiri tertegun mendengar pekik itu. Pekik siapa itu?Pekik Indian itu atau pekik temannya.

Sesaat mereka berhenti tertegak.Mencoba mendengar suara lain untuk dipedomani.Namun setelah itu yang ada hanya sunyi.Dia melangkah lagi, ketika melewati sebuah pohon besar,tiba-tiba saja didepannya dalam jarak sedepa,tegak seorang lelaki bertongkat.Lelaki ittu bukan orang Amerika atau eropa.Sepertinya orang dari asia,dia segera tahu bahwa orang inilah yang membunuh Macmillan,staf bangunan yang ditugasi membunuh negro di hotel Dallas itu.

Orang Asia itu tak bersenjata,hanya memiliki sebuah tongkat,dan orang ini harus dihabisi.Dia angkat bedilnya,namun orang asia itu bergerak cepat diluar dugaannya,sebuah tendangan,setelah dia maju dalam langkah yang lebar,menghantam siku kanannya.
Sikunya seperti copot dari persendian.Bedilnya terkulai dengan popor di bawah tangan kiri.Sebuah tendangan lagi,yang sama-sekali tak bisa dia elakkan menghantam tangan kirinya yang memegang bedil itu,bedilnya terlempar.Dia tersandar kepohon dengan menatap kaget.

Tangan orang asia itu bergerak bersama tongkatnya,dan topeng kerucut yang dipakai belah dua,membelah pula muka dan hidungnya.Lelaki anggota ku itu ketakuatan separoh mati,dia memekik dan tubuhnya melosoh di pohon jatuh tertunduk ketanah!
Anggota ku yang satu ini nampaknya masih sangat muda.Barangkali baru berusia sekitar dua puluh lima tahun.Namun kekejamannya sampai memilih organisasi Klu Klux Klan,merupakan hal yang tak boleh dianggap remeh.

Si Bungsu sebenarnya tak tega menghajar anak muda itu.Dia tegak sesaat dan waktu yang sesaat itu harus di bayar mahal.Salah seorang dari anggota ku itu mendengar pekik temannya.Dia menyelusup cepat,dan melihat kawannya tersandar di pohon kayu.melihat pula orang asia yang dinyatakan oleh pimpinannya amat berbahaya itu.

Dia segera mengangkat bedil di balik pohon diaman dia tegak.Menembak.Si Bungsu terpental.Bahunya kena hajar peluru.hanya kekurang telitian penembak saja yang membuat dia selamat.kalau saja peluru itu dua jari lagi agak kebawah,maka tamatlah riwayatnya,sebab akan mengenai jantungnya.

Kini dia jatuh tertelungkup.Anggota muda ku tadi yang terduduk lemah setelah sikunya kena hantam,segera bangkit.Kemudian menghantam punggung dan tulang rusuk si Bungsu dengan tumit sepatunya.Yang dipunggung tak dapat dielakkan,yang dirusuk meleset karena si Bungsu yang masih sadar sempat berguling meski terlambat.

“Jahanam..babi jadah!kubunuh kau….!”serapahnya sambil terus memburu.
Si Bungsu bergulingan,kemudian bangkit.Namun sebuah tendangan menghantam dagunya.Kembali dia terjajar dengan bibir pecah.
“Menghindar dari sana jhon,biar kusudahi nyawanya..”terdengar suara dari balik pohon.

Namun anak muda yang dipanggil si Jhon,yang sedang mengamuk menghajar si Bungsu itu tak mau menghindar.
“Jangan bunuh dia dengan peluru.Biar kubunuh dia dengan sepatuku.Dia membuat tangan ku patah.Jahanam babi ini…”Dan ucapan itu di akhiri dengan sebuah tendangan tumit sepatu kearah jantung si Bungsu.

Tapi lelaki dari gunug sago ini sudah malang melintang di berbagai ancaman maut.Begitu tumit sepatu menghunjam kebawah,tangan kanan yang masih sehat menangkis sambil mengibas kearah depan,seiring dengan itu,kaki kanan nya mengait kaki si Jhon itu.Anak muda itu kehilangan keseimbangan.Sebab sebelah kakinya yang gagal menghentakan tumit itu masih menggantung.

Kini kakinya terkait,dan jatuh menimpa si Bungsu,terdengar suara melenguh,tak tahu suara siapa.Tapi setelah itu,kedua tubuh tersebut diam tak bergerak,tubuh si Jhon tertelungkup diatas orang asia itu.Teman si Jhoon yang berada di balik pohon diam menuggu dengan diam,ketika dia lihat tak ada yang bergerak,dia memanggil.
“Hei..Jhon.Bangkit…!”

Tak ada jawaban.Usahkan jawaban,gerakan pun tidak.Lelaki itu melangkah ragu mendekatinya.Dia perhatikan dua tubuh yang berhimpitan itu sambil b3rjalan mendekati dengan bedil siap ditembakkan.Kedua tubuh itu masih tak bergerak sedikitpun.Sebenarnya ingin dia menembak saja tubuh orang asia yang terhimpit itu.Namun dia khawatir tembakannya mengenai kawannya. Begitu sampai ke dekat kedua tubuhnya yang tumpang tindih itu,dia membungkuk menarik kawannya.

Dengan terkejut dia lihat tubuh kawannya itu berlumuran darah,kawannya itu telah mati.namun tubuh yang terhimpit itu juga berlumur darah,matanya terbuka.Kedua tubuh itu diam tak bergerak,dia tatap tubuh si Jhon dan orang asia itu silih berganti,dia yakin keduanya telah mati.

Dia tak perlu menembak orang Asia itu.Orang itu sudah mati kena pelurunya tadi.Kalau kini dia menembak,maka dia hanya akan membuang peluru saja.Lagi pula dia harus cepat menuju rumah yang mereka kepung itu.Orang-orang Indian itu tak boleh lolos.
Perintah yang mereka terima cukup tegas.Bunuh dan bakar orang Indian itu serta rumahnya.Tak seorangpun boleh lolos,termasuk orang asia yang berasal dari Indonesia itu.Kini orang asia itu sudah mampus buat apa susah-susah menembak.

Dia melangkah cepat meninggalkan tempat itu.Namun baru beberapa langkah dia mendengar suara menyapa dari belakang,dengan mengerutkan kening dia menoleh,Matanya Melotot melihat”mayat”orang asia itu kelihatan tegak.tidak hanya tegak tapi juga menatap padanya sambil tersenyum.Mata anggota ku itu melotot di balik topeng yang dia pakai.

Namun,apapun makhluk yang ada didepannya itu apakah mayat atau bukan,dia harus segera menembaknya.Dia mengangkat bedil,tapi orang asia itu mengangkat tangannya dan mengayunkannya,anggota ku itu merasa ada sesuatu yang menancap di dada kirinya,persis tentang jantungnya,Tancapan itu membuat tubuhnya lemah.

Bahkan mengangkat jari telunjuknya untuk menarik pelatuk bedil di tangannya saja dia tak sanggup,padahal bedil itu sudah siap untuk di muntahkan pelurunya hanya dibutuhkan sentuhan lemah pada pelatuk,maka.. Dor!Namun telunjuknya tak bisa digerakan,sehingga bunyi”Dor” itu tak pernah terdengar dari moncong bedilnya.

Dengan menahan rasa sakit dan heran,dia tatap benda yang menancap di dadanya.Ada sebuah benda sebesar kelingking berwarna hitam,yang terlihat di luar hanya satu inci,tapi dia merasakan didalam dadanya sepuluh atau dua belas centi.matanya masih menatap benda aneh yang membuat tubuhnya lumpuh itu.ketika itu si Bungsu bergerak mendekatinya.

Anggota ku itu menatap lelaki asia itu berada satu hasta dari depannya.Dengan tenang si asia itu mengulurkan tangan mencabut benda yang menancap didadanya.Sebuah rasa linu yang luar biasa menghujam ketika orang itu mencabut benda tersebut.

Darah meleleh dari lobang yang ditinggalkan benda kecil itu.Kemudian dengan tenangnya lelaki itu menghapuskan darah dibilah benda kecil itu kejubah ku klux klannya.Demikian tenangnya lelaki itu,demikian yakinnya dia,bahwa anggota ku klux klan itu tak bisa berbuat apa-apa.

Setelah mencabut samurai kecilnya,si Bungsu berjalan meninggalkan lelaki bertopeng itu,meninggalkannya begitu saja,seperti meninggalkan cacing yang tak berharga.Dia masih berniat menembak lelaki itu,tapi tenaganya habis bersamaan dengan berhentinya darah di dadanya.

Dia jatuh diatas dua lututnya,lelaki asia itu masih terlihat punggungnya.Dia mendekap dadanya setelahh melepas bedil nya.Dengan tangan mendekap dada dan mata menatap punggung orang asia itu,dia tersungkur dan mati!
Dia memang tertipu.Temannya yang bernama si Jhon itu,ketika kakinya disapu hingga terjatuh tertelungkup di tubuh si Bungsu,sudah di nanti samurai kecil.

Ketika dia jatuh samuarai kecil si Bungsu menanti dada kirinya dan clas..! samurai kecil itu masuk seluruhnya.tubuh si Jhon itu sebenarnya akan menggelepar,tapi dengan kuat di pegang si Bungsu,lelaki itu mati dalam di atas pelukan tubuhnya.
Kemudian tetap berdiam diri.Taktik itu harus dipakai,dia tahu orang yang menembaknya masih mengintai.Kalau dia melepaskan tubuh si Jhon yang telah jadi mayat ini,maka orang yang mengintainya dapat dengan mudah menembaknya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: