Ke Dallas Menuntut Balas -bagian-473-474


Ke Dallas Menuntut Balas -bagian-473-474
kain bergulung-gulung
Begitulah,kedua mereka menjadi sahabat dengan cara yang aneh.Si Bungsu tak
dapat menolak jasa baiknya Angela.Di pikir-pikir gadis itu ada benarnya.
Kemana dia akan mencari jejak pembunuhan itu dalam kota sebesar dan
seganas ini?

Malam itu mereka menghabiskan hari direstoran sambil bercerita.Besoknya,
pagi-pagi Angela telah hadir dikamar si Bungsu.Sarapan bersama,kemudian
Angela menceritakan secara ringkas tentang klu klux klan.Namun ketika si
Bungsu mencoba membetulkan beberapa bahagian dari cerita itu berdasarkan
yang dia baca di Perpustakaan,gadis itu menatapnya dengan heran.

“Anda mengetahui tentang organisasi itu dengan terperinci dari pada saya…”
“Tidak,hanya mengetahuinya dari buku dan majalah yang saya baca di
perpustakaan…”
“Anda sudah membacanya?”
“Ya…”Gadis itu menatapnya dengan kagum.terpikir olehnya,dia dan teman-
temannya dari kepolisian belum pernah keperpustakaan itu untuk membaca
apapun.Selesai sarapan.Angela membawa si Bungsu ke suatu tempat dimana
berpusat perdagangan tekstil.

“Disini berpusat agen-agen penjualan tekstil.Saya pernah melihat kedua orang
polisi gadungan itu diwilayah ini.Untuk anda ketahui,di balik ramainya jalan ini
,tersenyum berbagai jenis bandit.Tapi ini adalah wilayah bandit kelas
menengah keatas..”tutur Angela,sambil memarkirkan mobilnya di pinggir jalan.
Dari dalam mobil Cadilac berpintu dua model sport berwarna biru laut,mereka
menatap jalan george washington yang membelah jantung kota itu.

“Anda kenal orang itu…?”tiba-tiba ANgela menunjuk seseorang yang berjalan
melintasi jalan ramai tersebut,sekitar dua puluh meter didepan mereka.
Sekali pandang si Bungsu segera tahu,orang itulah polisi gadungan yang dia
lumpuhkan beberapa yang lalu,yang satu lagi mungkin tengah dirawat karena
luka akibat samurai kecil si Bungsu didada dan lehernya.Si Bungsu
mengangguk,dia bersiap untuk turun menyusul orang itu.tapi Angela
memegang tangan nya.

“Tunggu sebentar.Kita tunggu kemana dia masuk,barangkali itu adalah sarang
klu klux klan…”
Si Bungsu diam mendengarkan.Lelaki yang mereka perhatikan itu masuk
kesebuah tempat yang didepannya tertulis King Tekstil Corp.Tempat itu sebuah
bangunan tua bertingkat tiga.
“oke,mari kita menyusul…”ujar Angela sambil mengepit tas tangan nya dan
keluar mobil.Mereka bergegas melangkah sepanjang trotoar.Lalu mendorong
pintu berkaca tebal dimana lelaki tadi masuk.Kini mereka berada di sebuah
ruangan luas dipenuhi kain bergulung-gulung di atur merupakan gang,banyak
sekali.Mereka melihat sekilas punggung lelaki tadi menuju kearah mana.

Mereka mengikuti.Beberapa kali berbelok di antara susunan kain yang tinggi,
tiba-tiba saja mereka berhadapan dengan tiga orang lelaki.ketiga lelaki terkejut
ketika tiba-tiba muncul dua orang didepan mereka.Yang paling kaget adalah
lelaki yang tadi baru masuk.Dia adalah polisi gadungan yang dihantam si
Bungsu di ruang mayat di sebuah rumah sakit Dallas itu.Dia mengeram dan
bermaksud menghambur kearah menyerang si Bungsu,namun teman disisinya
memegang tangan nya.

“Tenang,tenang..sobat…”katanya.
“Jahanam ini yang menyerang kami..”rutuk lelaki itu.
“Ya..tenang dulu…”Mereka terdiam.
“Well,sobat anda datang tepat waktunya.Apa yang bisa kami bantu untuk
anda?”kata lelaki yang memegang tangan polisi gadungan itu.
“Saya hanya ingin tahu alamat orang yang membunh teman saya…”jawab si
Bungsu dengan tenang dan langsung pada pokok persoalan.
Angela yang tegak di belakang si Bungsu,terkejut juga akan keterus terangan
sahabatnya ini.

“Hmm,yang anda maksud anda adalah niger itu bukan?”tanya lelaki itu pula
dengan nada menghina.
“Ya,dialah..”kata si Bungsu.
“Kami tidak tahu siapa si pembunhnya sobat..Kami membaca pembunuhannya
dari koran.Sebagai mana jutaan orang lainnya juga mengetahui dengan cara
yang sama…”Si Bungsu menatap ketiga orang itu dengan pandangan yang
dingin.
“Kalau begitu kawan,kawan anda yang pernah jadi polisi itu barangkali tahu

dimana alamat pembunuh itu…”kata si Bungsu.
Suaranya pelan,namun siapapun yang ada diruangan itu tahu,bahwa dalam
nadanya yang pelan itu tersirat ancaman! Dan nada ancaman itu diterima
dengan cara yang berbeda.Angela mendengarnya dengan hati yang benar-
benar khawatirr.Kawanya ini terlalu berani.Apa kekuatannya hingga dia berani
mengancam orang dalam sarang harimau ini.

Dia mungkin bisa memberi bantuan,tapi di yakin,ketiga orang itu memakai
bedil didalam jasnya itu.Jika terjadi pertarungan,maka keajaiban sajalah yang bisa menyelamatkan nyawa mereka berdua.Akan halnya ketiga lelaki itu benar-benar berang dan agak lucu mendengar nada ancaman itu.Dengan nada menghina lalu dia menjawab.
“Kalau saya tahu,kamu bikin bisa apa bung?”
“Mau bikin kau mengatakannya….”
“He..he..he..Barangkali aku mau bicara kalau kawan perempuanmu itu mau tidur bergantian dengan kami…”

Muka Angela merah padam.ketiga lelaki di depan mereka tertawa cengar-cengir . Angela ingin menembak mereka,namun dia tahu perbuatanya berarti bunuh diri.Dia ingin membawa si Bungsu keluar dari ruangan ini.Keluar untuk mengatur siasat.Dia maju dan memegang lengan si Bungsu.
“Kita keluar,Bungsu..”katanya pelan.

Namun terlambat.Ketika lelaki itu sudah menyebar,mereka terkurung di ujung jalan yang satu oleh dua lelaki,diujung yang satu lagi oleh seorang lelaki.Di kiri kanan mereka adalah gumpalan kain yang tinggi.
“Jangan cepat-cepat nona…”kata lelaki yang seorang.
Angela tahu,ini bahaya,dia dengan cepat mengambil pistol dalam tas tangannya.Pistol kecil tetapi cukup ampuh.Dia menodongkannya kelelaki seorang itu.Namun lelaki itu tersenyum.
“Lihat kebelakang mu Nona.Dan sebaiknya pistolmu itu kau letakan baik-baik dilantai….”

Angela menoleh kebelakang.Dan di belakangnya kelihatan dua lelaki lainnya ditengah menodongkan pistolnya kearah mereka.Angela benar-benar mati kutu.Dia tak meletakkan pistolnya kelantai tapi memasukannya kedalam tas tangan nya,dia kini masuk jebakan.

Kalau saja dia bisa menelpon teman-temannya di kepolisian,mungkin masih bisa tertolong.Dia merasa menyesal kenapa tidak menghubungi teman-temannya dulu sebelum masuk kesini.Kini sudah terlambat,dia merapatkan tubuhnya pada si Bungsu.Menatap kedepan,menatap kearah yang dipandang si bungsu.Dia kini memang tak punya pilihan.

“Nah kawan,apa yang kau inginkan sekarang?”kembali salah seorang bertanya.
Anehnya kembali si bungsu menjawab pelan dan masih dengan nada pelan dan masih dengan nada mengancam.
“Saya ingin anda bicara,dimana alamat orang yang membunh teman Tongky..”
“He..ehe..Hu..hu..!Bagaimana kalau saya tak mau bicara,Tuan?”
“Anda akan menyesali keputusan itu..”Tentu saja ketiga lelaki itu tertawa ngakak.si Bungsu tetap tegak dengan tenang.Kepada Angela yang tegak rapat di sisinya dia berbisik.
“Tegaklah di tepi gulungan itu.Tegak dengan tenang…”

Angela menghindar tegak ketempat yang ditunjuk si Bungsu.Jarak ketiga lelaki itu dengan mereka sekitar enam atau tujuh depa.Angela tidak melihat kawannya itu memakai atau membawa sebuah senjata apapun.Lalu dengan apa dia akan membuktikan ancaman itu,sementara mereka berada di bawah todongan pistol?
“Kawan,kalian akan kami bawa kemarkas kami untuk acara pengorbanan bulan ini…”yang satu bicara.
“Tidak,kamu harus bicara dimana alamat temanmu yang membunuh temanku itu…”
“Hei bajinngan!kau sangka berhadapan dengan siapa makanya berani mengancam begitu..”
“Saya beri waktu tiga detik lagi untuk mengatakannya tuan polisi..”ujar si Bungsu.

Ketiga lelaki itu saling pandang dan merapatkan kepungan nya.Si Bungsu membuktikan ancamannya,Dia memutar badan seperti menghadap ke Angela. saat berputar itu tangan nya bergerak cepat.Dari balik lengan bajunya,dua samurai kecil melesat dengan tak terikutkan mata.Dan kedua samurai kecil itu menancap dilipatan siku kedua lelaki yang mengancam itu.

Kedua orang itu merasakan sakit yang amat sangat.Dan ketika mereka mencoba menggerakan tangannya,tak ayal lagi jari-jari mereka jadi lumpuh. Samrai kecil si Bungsu menancap di urat nadi besar mereka!Kedua pistol mereka terjatuh dan mereka menatap dengan perasaan kecut dan terkejut.

Si Bungsu sudah berdiri disamping Angela.Lelaki yang tadi sendirian dihadapan Angela terkejut melihat temannya.Dia bergerak cepat dan memasukan tangannya ke Jas dimana tersisip pistol otomatisnya.Namun tangan nya tertahan disana,di balik jasnya itu.Ketika si Bungsu terdengar berkata pelan.

“Kalau mau mengeluarkan tanganmu,jangan ada benda lain.Jika engkau ingin nyawamu masih utuh…”
Lelaki itu tertegun,menatap si Bungsu.Namun dia tidak melihat senjata apapun di tangan lelaki asing itu yang memungkinkan dia melaksanakan ancamannya . Angela menatap dengan berdebar.Tangan lelaki itu pasti sudah menggenggam pistolnya.Dan kini hanya tinggal menarik dan menembak!Lelaki itu ingin mengeluarkan tangannya keluar.si Bungsu berkata lain.
“Kuingatkan,jangan mengeluarkankan pistol kalau tuan ingin tetap hidup….”

Tetapi anggota klu klux klan mana takut diancam.Dia sudah kenyang dengan ancaman-ancaman dan pembunuhan.Makanya dia tahu ini hanyalah ancaman, apalagi yang mengancamnya adalah lelaki yang berasal dari negeri entah berantah,tangannya bergerak dengan cepat dan pistol ditangannya.

Angela juga meraih pistol dari dalam tasnya,namun sebelum pistol itu keluar ,dengan kecut dia melihat pistol lelaki itu sudah terarah pada mereka.Jari lelaki itu sudah bergerak menarik pelatuknya,sementara si Bungsu masih terlihat tegak dengan diam.Tidak ada tindakan apapun untuk membuktikan ancamannya.

Tapi begitu pelatuk itu bergerak,tangan kanan si Bungsu terayun.Ledakan pistol bergema,pelurunya mendesing tidak jauh dari mereka.Namun lelaki itu tertegak kaku,diantara dua alisnya tertancap benda kecil menancap,dan darah mengalir perlahan.
“God,setan…!”keluhnya.

Tubuhnya rubuh dengan samurai kecil tertancap diantara dua alisnya,Angela ternganga.Perlahan si Bungsu memutar tegak.Menghadap pada polisi gadungan yang kini tak berdaya itu,menghampirinya dan bertanya pelan.
“Kini bicaralah,kalau engkau tak ingin nyamu ku habisi…”
“Jahanam,kau tidak akan hidup lama…”Namun ucapanya terhenti ketika sebuah pukulan mendarat di hidungnya.lelaki itu terdongak dan hidungnya remuk.
“Bicaralah…”
“Jahanam…”

Suaranya terhenti lagi,sebuah tendangan mendarat di kepalanya,tulang lehernya berderak patah!lelaki itu mati.Angela merasa ngeri,si Bungsu mendatangi anggota klu klux klan yang masih hidup seorang lagi.
“Kau yang terakhir sobat.Ucapan pertama yang harus keluar adalah dimana alamat si pembunuh,atau kau yang akan ku bunuh…”
“Kau,anak jadah.Nyawa…”

Hanya itu ucapannya,dan sebuah pukulan dengan sisi tangan menetak di lehernya,lelaki itu mendelik.Tetakan tangan disertai tenaga penuh dan kemahiran yang tak bisa dianggap enteng itu telah mematahkan tulang lehernya.Dia mati!

Perlahan si Bungsu bangkit,mengumpulkan samurai-samurai kecilnya yang bertancapan di tubuh anggota-anggota klu klux klan itu.membersihkannya dengan kain woll yang ada disana.kemudian menyisipkannya kembali kesarung kulit yang ada di balik lengan bajunya.

Kemudian menatap berkeliling.menatap tumbukan kain yang memenuhi ruangan tersebut.lalu berjalan pada salah satu mayat,merogoh kantong celananya.Mengambil korek api,dan berjalan keonggokan kain woll england, yang terletak di sebelah kanannya.

Dia menyulut api,dan membakar kain woll itu.Angela masih menatap dengan diam.Si Bungsu membakar di beberapa tempat.Lalu membuang korek api yang tadi diambil dari mayat anggota klu klux klan tersebut.Semua perbuatannya di lihat dengan diam dan penuh perhatian oleh Angela.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: