Ke Dallas Menuntut Balas-bagian- 459


Ke Dallas Menuntut Balas-bagian- 459
presiden Jhon F Kennedy
Tentang pesawat Pan American yang di’sopiri’ oleh Kolonel Maxmillan begitu mendapat kabar bahwa pembajakan telah berakhir,segera membelokan pesawatnya kembali menuju Tahiti di Laut Teduh.
Tak kurang dari Presiden Kennedy mengucapkan terima kasihnya kepada Kolonel Maxmillan itu lewat radio.Mula-mula radio itu dari tower di lapangan udara Mexico.Maxmillan membuat hubungan.

“Yap,Pan American di sini…”katanya.
“Mister,Anda telah menolong kami semua di lapangan udara ini keluar dari kemelut yang amat besar.Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya…”Maxmillan tak menjawab.
“Ada seseorang yang ingin bicara dengan anda di radio…”
“Yap,silahkan masuk…”katanya membalas dengan datar.
Dan suara yang dipersilahkan masuk itu terdengar di radio pesawatnya yang tengah terbang ke Tahiti.

“Kolonel Maxmillan…”
“Yap…”
“Ini Washington DC…”
“Yap…Ada yang bisa saya bantu untuk Tuan?”
“Anda justru baru saja telah membantu kami.Saya atas nama seluruh rakyat Amerika,dan atas nama pribadi,Jhon F Kennedy,menyampaikan penghargaan yang besar atas bantuan anda tadi…”

Kali ini Maxmillan memang terkejut,tatkala mengetahui bahwa yang tengah berbicara langsung dengannya dari Washington DC adalah Presiden Jhon F.Kennedy,presidennya sendiri.

“Oh maaf Tuan presiden,saya tak menyangka anda akan menghubungi saya langsung…”
“Saya bangga dapat berbicara langsung dengan anda Kolonel.Bantuan anda telah menyelamatkan lebih seratus nyawa…”
“Ah,saya tak membantu apa-apa,Tuan Presiden.Saya hanya menipu pembajak itu dari pesawat saya..”
“Tak semua orang bisa melakukan apa yang anda lakukan kolonel.Tipuan yang anda lakukan adalah tipuan yang penuh perikemanusiaan.dan akan di ingat bangsa Amerika dalam jangka waktu yang lama.Kalau saya boleh tahu,apakah anda yang tadi bicara bahasa kuba,yang mengaku sebagai kolonel Yoseph Maxmillan itu..?”
“Benar,Tuan Presiden…”
“Ah,anda telah berhasil menipu tidak hanya para pembajak itu,kolonel.Anda juga berhasil memperbodoh pembantu-pembantu saya,orang FBI dan CIA yang mengaku terkenal hebat itu…”
“Maafkan,saya tidak bermaksud demikian,presiden…”
“Tidak usah minta maaf,saya amat bahagiaq hari ini.Saya mengundang anda datang ke Gedung Putih begitu anda kembali dari tugas anda…”

Maxmillan tak segera dapat mendapat menjawab undangan itu.Undangan seorang presiden merupakan hal yang tak lazim.Hanya orang-orang tertentu yang mendapat undangan demikian.Dan kini,Maxmillan,veteran perang dunia II itu mendapat kehormatan tersebut.

Namun Maxmillan seperti halnya banyak orang amerika lainnya,yang tak suka popularitas dan berhati jujur,menganggap bahwa kehormatan itu belum pantas untuknya.Dengan rendah hati dia menjawab.
“Terima kasih atas undangan anda,Presiden.Saya yakin,saya merupakan sedikit dari puluhan juta rakyat Amerika,yang amat bangga atas undangan anda. Namun ,saya mohon maaf.dari tahiti saya harus menjenguk ibu saya yang kini dirawat di sebuah rumah sakit…”
“Sampaikan salam saya pada ibu anda tuan…”
“Akan saya sampaikan,Tuan Presiden.Dan saya yakin adalah sesuatu yang amat membanggakannya mendapat kiriman slam dari Tuan…”
“Baiklah,kelak kalau anda punya waktu,anda bisa menelpon saya langsung di Gedung Putih.dan saya yakin merupakan hari yang membanggakan bagi saya kelak bila bertemu dengan anda…”
“Terimakasih tuan Presiden…”

Dan hubungan radio itupun berakhir,pesawat yang dia kemudikan membelah udara amerika memasuki wilayah lautan Pasifik.Sementara itu di Mexico City, seluruh aparat yang terlibat dalam penyelesaian pembajakan itu bergerak dengan cepat.
Ketujuh pembajak segera di bawa oleh Angkatan Udara Amerika,kesuatu tempat di Akerika Serikat,yang seorang pun tidak tahu tujuannya,selain pimpinan tertinggi negara itu saja.

Para Sandera yang dibebaskan itu,sesuai dengan janji Menteri Luar Negeri Amerika Serikat,segera di terbangkan dengan pesawat carteran ketempat mereka masing-masing.Dikota di mana mereka turun,pengawalan di lakukan dengan ketat,tetapi tidak menyolok.Dalam perjalanan menuju kota masing-masing,beberapa petugas yang menyertai para sandera itu meminta pada mereka untuk tidak memberikan keterangan pers kepada para wartawan. Himbauan itu disampaikan demi keselamatan para sandera itu sendiri.

“Kita tidak bisa mengawasi semua orang di negeri kita ini untuk melindungi anda…”ujar petugas FBI itu di dalam pesawat,”Letaklah kita bisa mengawasi orang-orang asing yang dicurigai,tapi bagaimana kalau misalnya yang akan mencelakai anda adalah orang Amerika yang tak kita curigai sedikitpun?Harap anda ketahui,sungguh sukar bagi kita untuk mengawasi yang mana orang Amerika yang pro-Komunis dan mana yang tidak…”

Para bekas sandera itu memang lebih suka berdiam diri dari pada harus di ancam marabahaya.Itulah sebabnya kenapa masing-masing,mereka umumnya berdiam diri saja ketika dikerubuti para wartawan untuk mendapatkan cerita dari drama pembajakan yang amat menegangkan itu.
Saat para pembajak akan di naikan kepesawat,gadis Pramugari yang jadi pimpinannya tiba-tiba mengajukan permintaan.

“Saya ingin mengajukan sebuah permintaan…”katanya ketika dia akan dipindahkan dari mobil tahan peluru kepesawat khusus Angkatan Udara Amerika yang telah menanti.Direktur CIA yang menyertai mereka mengangguk menyetujui permintaan untuk mendengarkan permintaan gadis itu.
“Saya ingin bertemu dengan salah seorang dari penumpang pesawat itu tadi..”
“Salah satu dari yang anda sandera itu?”
“Benar…”

Iklan

One response to “Ke Dallas Menuntut Balas-bagian- 459

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: