Dalam Kecamuk Perang Saudara -bagian- 429


Dalam Kecamuk Perang Saudara -bagian- 429
bangsal rumah sakit

“Di peti itu ada lima pucuk 12,7 dan 10 buah Bazoka serta dua lusin gren…”teriak si pilot sambil menaikan helikopternya mengudara dan segera menjauh dari pinggang gunung itu,dan lenyap di kegelapan malam.Kembali menuju Laut China Selatan.Si Letnan dan anggotanya yang masih bertahan segera mengamankan peti-peti senjata itu.Mendorongnya ke sebuah goa batu cadas,kemudian mereka ikut masuk kedalamnya.Goa itu pintunya kecil saja,namun makin ke dalam makin besar dan jalannya menurun.

Sekitar lima puluh meter goa itu berkelok ke kanan jalanya kembali mendaki. Ujungnya muncul di seberang pintu yang tadi mereka masuki.Pintu masuk dan pintu keluar itu dipisahkan oleh sebuah jurang yang sangat dalam,goa itu seperti membentuk huruf “U”.Artinya dari mulut goa dimana kini mereka berada dapat mengawasi mulut goa tersembunyi yang tadi mereka masuki, yang jaraknya hanya sekitar 50atau 60 meter,tapi dipisahkan oleh jurang yang amat dalam.

Mereka tak perlu mengawasi apa-apa,sebab pintu masuk itu amat terlindung dan mustahil ditemukan pihak APRI.Yang akan mereka temukan paling-paling barak darurat yang berada sekitar seratus meter dari mulut goa.Mereka lalu tidur kelelahan,bukan pekerjaan yang ringan naik turun tebing terjal dari siang sampai malam,apalagi harus memikul tandu bermuatan orang yang sedang sekarat.

Si Bungsu membuka mata dan dia mendapati dirinya di bangsal sebuah rumah sakit.Itu terlihat dari tempat tidur berderet-deret dan belasan pasien sedang dirawat.dia rasakan kepalanya berdenyut-denyut.Saat dia raba ternyata kepala nya terbungkus perban.Dia coba menggerakan kedua kakinya,kemudian kedua tangannya.Alhamdulillah,tak ada yang patah atau putus.Jadi hanya kepalanya yang cedera,itupun dirasanya tidak terlalu parah.Buktinya dia bisa menolehkan kepalanya perlahan kekiri maupun kekanan,hatinya jadi agak lega.

Dari penjelasan perawat diketahuinya bahwa penumpang konvoi,termasuk para pelajar SGKP,meninggal dan pencegatan itu.Konvoi itu baru bisa lepas dari jebakan setelah sore,yaitu ketika datang sekompi tentara dari padang,di antaranya sepeleton RPKAD yang baru sehari datang dari jakarta.

Selama terjadinya pergolakan sudah dua kali peristiwa yang merenggut begitu banyak korban.Pertama penyerangan ke kota bukittinggi,kedua pencegatan di lembah anai.Dua tragedi itu meninggalkan bekas yang sangat dalam dan tak mudah dilupakan.Apalagi mayoritas yang tewas dan serangan ke bukittinggi adalah penduduk sipil.Sementara mayoritas korban di lembah anai adalah anak-anak sekolah dan juga sipil!Peluru tidak pernah bisa membedakan mana orang yang terlibat pertempuran mana yang tidak.

Si Bungsu mencari informasi keberadaan Michiko.Namun tak seorang pun perawat itu yang mengetahui ada seorang gadis Jepang yang dikirim kerumah sakit itu.Dua anak SGKP yang kebetulan menaiki bus yang sama dengan Michiko juga tidak tahu apa yang terjadi dengan gadis itu.

“Kami mengetahui keberadaannya di dalam bus,soalnya,selain orang asing,dia amat cantik,ramah dan rendah hati pula.Di Bus dia menjadi sahabat semua orang,tapi ketika sopir tertembak dan bus bersandar ke dinding batu,semua kami pada berhamburan keluar menyelamatkan diri.Beberapa teman termasuk saya terkena tembakan setelah berada di luar.Saat keluar dari bus itu kami tak mengingat apapun,kecuali mencari perlindungan kedalam hutan terdekat….” tutur gadis yang perutnya terkena tembakan itu.

Tapi baik gadis anak SGKP itu maupun dua perempuan lainnya yang berada satu bus dengan michiko,mengatakan bahwa mereka semua mereka mendaki tebing terjal.Mencari pohon atau bebatuan yang bisa dijadikan perlindungan dari terjangan peluru.Malangnya mereka tidak tahu peluru datang nya dari mana,sehingga mereka harus dimana.rasanya tembakan dari depan,belakang, kiri,kanan,bahkan dari atas!nyaris tidak tempat berlindung sama sekali.

Siang itu si Bungsu di beritahu kalau ada dua tamu yang ingin menemuinyai. Ketika tamu datang,dua orang tentara berbaret merah disangkanya letnan faizi dan letnan azhar.Ternyata nya meleset.
Assalamualaikum …”ujar anggota RPKAD berpangkat kapten yang baru datang itu sambil mengulurkan tangan.
Waalaikumsalam…”Jawab si Bungsu sambil menerima salam tentara itu.
“Saya Syafrizal,sanak yang bernama bungsu,kan?”


One response to “Dalam Kecamuk Perang Saudara -bagian- 429

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: