Giring-Giring Perak Episode Silek Tuo


Episode Silek TuoSilat Tuo Minangkabau
Dia merasakan sakit yang menyengat di rusuknya,dan ariflah anak muda itu bahwa Pandeka Sangek itu punya ilmu simpanan yang bila pukulan dan
tendangannya mengenai orang maka sakit yang ditimbulkannya seperti sengatan binatang berbisa.Barangkali hampir sama dengan Datuk sipasan,tapi anak
muda ini yakin ilmu Pandeka ini sepuluh kali lebih tinggi dari Datuk Sipasan.Kalau Datuk Sipasan serangannya yang berbahaya hanya dua jari tangan nya maka Pandeka Sangek seluruh kaki dan tangannya mengandung bisa mematikan,karena itu dia harus hati-hati benar menghadapi lelaki ini.Pandeka Sangek tiba-tiba menyerang dengan sebuah pukulan ke hulu hati,pukulan itu amat cepat,si Giring-Giring Perak menangkisnya dengan telapak tangan kemudian membalas dengan tendangan kaki kiri.Pandeka itu mundur selangkah,tiba- tiba berputar dan mengirimkan tendangan belakang dan si Giring-Giring Perak menangkis nya dengan menyilangkan kedua tangannya di bawah pusat,kemudian dengan cepat mengirimkan sebuah tendangan ke tubuh Pandeka Sangek yang tengah berputar menghadapinya.

Tendangan itu di elakkan oleh Pandeka dengan membuang langkah ke kanan dan serentak juga mengirmkan sebuah pukulan ke hulu hati,pukulan ini kembali di tangkis dengan telapak tangan oleh si Giring-Giring Perak,kemudian dia juga menyerang pula dengan menghantamkan kepalan tangan nya pada wajah Pandeka Sangek,pukulan ini demikian kerasnya Dan Pandeka Sangek tak menangkis dia malah melompat dua langkah ke belakang

“Hmm..Silek Tuo…”Pandeka Sangek itu bergumam.dan Datuk Sipasan sendiri juga dapat mengenal silat yang di pergunakan oleh si Giring-Giring Perak itu. Silek Tuo merupakan silat induk Minangkabau.Tidak banyak membuat gerakan langkah dan bunga silat dan tidak pernah pula membuka serangan.

Dalam Silat Tuo Minangkabau di kenal prinsip: Tangkis Jurus Satu,Serang jurus Dua.Jadi pada awalnya ilmu persilatan di minangkabau ini mengajarkan pada siasannya (murid) untuk tidak memulai perkelahian.Tangkis jurus Satu Maknanya :bahwa tugas utama setiap anak sasian atau pesilat adalah menghindarkan perkelahian,sedangkan serang Jurus Dua mempunya makna : Bila musuh datang setelah mengelakkan ,serangan baru boleh dimulai menyerang.

Dan ilmu ini memang di ajarkan secara harfiah dalam Silek Tuo,tidak pernah di beri pelajaran bagaimana caranya membuka serangan.Tetapi pelajaran selalu di mulai dari cara “Menggelek” Yaitu menghindarkan perkelahian,setelah serangan musuh di tangkis,kemudian balas menyerang dan serangannya adalah “satu balas Satu”ini adalah Silek tuo asli,yang membalas serangan musuh tak lebih dari jumlah serangan yang di lakukan lawan.Dan Silek Tuo ini oleh anak sasian yang turun dari Pagaruyung di mana ilmu itu berasal di sebar luaskan.

Umumnya silek tuo di anggap “Lemah” karena kurangnya fariasi,makanya di seluruh minangkabau Silek tuo ini dikembangkan sesuai langgam daerah masing-masing.Adapun Silat Toboh di Pariaman,Pangian di Tanah Datar dan Starlak di Sawah Lunto adalah juga berasal dari Silat Tuo,tetapi telah dikembangkan dan di robah disana sini.Ilmu itulah yang kini di pakai Pandeka Sangek.Silek Tuo di anggap lemah karena tidak boleh memulai serangan,dalam perkelahian orang diwajibkan menanti lawan menyerang.Dan kini mereka kembali saling pandang,rasa sakit masih tetap menyengat rusuk si Giring-Giring Perak.Anak muda ini sadar kalau saja dia tidak mempunyai tenaga bathin yang tinggi tentulah sudah dari serangan pertama tadi di mati atau paling kurang semua tulang rusuk dia kupak.

Pandeka Sangek mengangkat kedua tangan setinggi dada,sementara matanya menatap pada mata si Giring-giring Perak.Dia mulai membuaka serangan dalam jurus Silat Pangian,dalam tiga langkah dia kini kembali berada dekat anak muda itu.tanpa membuang waktu dia kembali menyerang dengan dua pukulan beruntun ke kepala dan dada Dan seperti tanpa jarak waktu dua tendangannya menggebu selangkang.Ke empat serangan ini dengan mudah sambil mundur selangkah berhasil di elakkan oleh si Giring-Giring Perak.

Namun kali ini dia tak di beri kesempatan untuk membalas oleh Pandeka Sangek.Empat tendangan berputar dan beruntun lagi,dan anak muda ini di buat sibuk tanpa dapat membalas serangan.Ketika enam belas jurus berlalu dengan cepat ,tiba-tiba Pandeka Sangek membentak dan menepuk dada,dia menyerang dengan menggelinding di tanah,inilah serangan dalam aliran Buayo Lalok dari Pesisir Selatan.Sambil menggelinding kakinya menyerang dengan tendangan- tendangan dan kibas-kibasan yang mematikan.

Ada jalan yang bisa di tempuh si Giring-Giring perak untuk menghindar dari serangan berbahaya ini,pertama melambung tinggi,kedua meloncat menjauhi serangan itu.Bila melambung keatas bahaya masih tetap mengancam yaitu bila turunnya dekat dari penyerang,maka si penyerang bisa merobah serangan tiba-tiba dengan berdiri dan mengirimkan tendangan,pukulan kepada lawan yang belum siap sedangka cara kedua lebih aman,maka cara kedua inilah di tembuh si Giring-giring Perak.

Dia berjumpalitan di udara,melambung kebelakang sekitar empat depa,namun inilah kesalahanya.dia melakukan kesalahan karena masih muda dan kurangnya pengalaman didunia persilatan dan lawannya seorang yang tangguh.Datuk sipasan yang menatap perkelahian itu dengan mata tak berkedip lega dengan melambung kebelakang itulah cara mengelak yang aman pikirnya.Namun dia dan si Giring-Giring perak dibuat terkejut dan harus mengakui kebesaran nama “Harimau Tambun Tulang” tatkala muridnya ini dalam masih keadaan menggelinding tubuhnya tiba-tiba melenting sepert bola yang di tendang memburu tubuh si Giring-Giring Perak yang tengah berjumpalitan diudara itu.

Begitu kaki anak muda ini mencecah tanah dia mendengar angin terkuak amat kuat di belakangnya.Dia yakin tak sempat lagi mengelak makanya dia hanya menghantam tangan kebelakang menyambut serangan yang datang itu.Tapi yang datang bukan sembarang serangan yang datang justru tubuh pandeka Sangek yang ikut melambung dan kini kaki kananya dengan sisi telapak kaki menghunjam kebawah melaju menerpa tengkuk anak muda itu.”Celaka..!!”Datuk Sipasan terlompat dan berseru kaget melihat peristiwa itu.

Memang tak lain dari pada celaka,yang diterima anak muda itu.Hanya saja dia masih beruntung,pukulan tangannya kebelakang tadi menyebabkan arah kaki Pandeka Sangek agak berubah.tidak lagi mengahntam tengkuk tapi agak kebawah,tiba di bahu kanannya.Meski demikian terdengar suara berderak,tubuh anak muda itu terlambung sampai enam depa Dan tangan kanannya yang tiba-tiba terkulai lumpuh,dan dari mulutnya tersembur darah segar.!

Siti Nilam terpekik dan menghambur,namun Datuk Sipasan itu menahan gadis itu.Tendangan itu sangat membahayakan nyawa anak muda itu,isi dadanya terguncang dan dia mengalami luka dalam yang sangat berbahaya.”Silat Harimau….”Hampir bersamaan datuk Sipasan dan Si Giring-Giring perak bergumam perlahan.Pandeka Sangek sendiri terkejut ketika serangan dia yang berbahaya dan sangat mematikan itu hanya mengenai bahu anak muda itu. Sementara kakinya sendiri yang di hantam pukulan anak muda itu terasa kesemutan dan linu.Itulah mengapa dia hanya tegak,tak mampu melanjutkan serangan.Dia coba melangkah,tapi kakinya terasa lumpuh.pukulan itu ternyata berisi tenaga dalam yang lumayan.Kalau saja anak muda itu memukulkan nya dalam posisi yang benar dan konsentrasi penuh dia yakin dia pasti akan celaka.

Dia menatap muda itu,Si Giring-Giring Perak kembali memuntahkan darah segar dari mulutnya.Dia tak berniat menggerakkan tangan kanannya,karena dia tahu betul tulang belikatnya pecah dan terlepas kena tendangan yang telak tadi ,satu-satunya jalan yang bisa dia tempuh ialah menghimpun tenaga bathinnya,menyalurkan ke tempat yang terluka.Dia tak bisa mengobati tulang belikatnya yang pecah dan lepas ,karena dia harus mendahulukan mengobati isi dadanya terluka.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: