Giring-giring Perak Episode Pertarungan di Tengah Malam


Episode Pertarungan di Tengah Malampisau beracun
Cukup banyak anak buah kami di sana..
“Kematian di balas kematian..”
“Ya..”
“Bagaimana dengan rombongan Datuk ini,yang juga banyak mati hari itu?”
“Itu urusan mereka untuk membalaskannya.Apakah mereka mampu atau tidak untuk membalas”
Kalau mereka tak mampu..?”
“Hukum rimba berlaku,siapa yang kuat dia yang berkuasa”
“Lalu bagaimana dengan puluhan atau ratusan yang kalian rampok dan bunuh di bukit itu selama puluhan tahun?”
“Kalau mereka ingin membalas silahkan kesana!”

Si Giring-Giring Perak tersenyum tipis,mereka bertatapan dan Pandeka Sangek ingin memulai pertarungan ini.Dia tahu dia berada di pihak yang menang.Anak muda itu terpaksa melindungi pengungsi tersebut,terlebih dia ingin melindungi perempuan nya,dia melihat tadi betapa salah seorang dari perempuan-perempuan itu yang paling muda dan yang paling cantik pula mendekap anak muda itu ketika baru datang.Nah,kelemahan itu akan dia pergunakan.Betapun jua serangan harus di arahkan pada dua sasaran,pertama pada anak muda itu sendiri dan yang kedua pada para pengungsi itu untuk memecah konsentrasi anak muda tangguh itu.

Dengan perhitungan demikian,Pandeka Sangek mengibaskan tangan memberi isyarat.Bagi si Giring-Giring Perak maupun datuk Sipasan belum bisa menduga apa arti kibasan tangan penguasa Gunung Rajo itu,ketika tiba-tiba seluruh suluh dan damar yang menyala mengelilingi mereka pada padam serentak!

Dan ketika mata mereka masih berkilat-kilat karena perubahan dari terang ke gelap itu,ketika konsentrasi mereka belum bekerja penuh saat itu pula belasan batang tombak meluncur kearah mereka dari segala penjuru.Bukan main berbahaya nya serangan ini,baik si Giring-Giring Perak maupun Datuk Sipasan dan teman-teman nya tak mengetahui dari mana datangnya serangan itu,mata mereka tidak melihat apa-apa,dalam keadaan seperti itu si Giring-Giring Perak terpaksa mengeluarkan seluruh kepandaiannya untuk menolong nyawa mereka.

Dengan mempergunakan pendengaran nya yang tajam,kemudian menggabungkan dengan ilmu meringan kan tubuh yang tangguh,anak muda dari Gunung Talang ini melompat ke udara.Tangan nya masih memegang selendang Siti Nilam,di udara dia berjumpalitan dalam gelap dan tangannya bekerja dalam cepat.

Dia tak menangkap seluruh tombak itu dengan selendangnya tapi dengan ilmu bathin yang tinggi dia mengibaskan selendang itu berputar di udara sungguh hebat!seluruh tombak itu mencong arahnya terkena sambaran angin yang di kibaskan dari selendangnya di tangannya.Dan hanya dalam enam hitungan sejak dia melompat tadi,anak muda ini turun lagi ditanah.Persis di tempatnya semula suluh di hidupkan lagi secara serentak.

Sekilas saja,Pandeka Sangek mengerti bahwa serangan dengan tombak yang pertama tadi tak satu pun yang mengenai lawan.Dia sempat mendengar suara desakan angin ketika anak muda ityu melambungkan ke udara dalam gelap tadi
dan dia juga mendengar suara tombak yang terpukul kearahnya oleh kibasan tenaga dalamnya itu.Kini dia mempergunakan taktik kedua.

Begitu suluh hidup dan si Giring-Giring perak serta teman-temannya tiba-tiba kembali merasa silau di sebabkan nyala suluh yang tiba-tiba itu,kembali beberapa tombak melayang.Tombak-Tombak itu di arahkan pada rombongan Datuk Sipasan.Sementara Pandeka Sangek sendiri menyerang anak muda itu dengan serangan pisau beracun,lemparan pisau beracunnya yang kecil-kecil tak lebih dari sebesar kelingking amat berbahaya.

Pisau itu selain amat tajam dan juga runcing juga telah di sepuh dengan racun yang amat tangguh,tak usah tertancap,goresan saja yang dia timbulkan pada salah satu bahagian kulit di tubuh manusia sanggup merenggut nyawa Dan anak muda itu amat arif akan hal itu,karena nya dia tidak mau gegabah.Saat itu matanya masih silau puluhan suluh yang di hidupkan tiba-tiba.Kini dia hanya mengandalkan pendengarannya yang amat tajam itu,dia memejamkan mata,mendengar pisau-pisau kecil itu menggebu kearahnya.
Lebih dari lima buah dan enam batang tombak meleset pula kearah teman-temannya di belakangnya.Kalau keadaan begini terus yaitu jika mereka diserang terus-terusan dalam keadaan silau,di mana suluh dihidupkan tiba-tiba,kemudian di matikan lagi dan begitu seterusnya dan mereka diserang dalam keadaan begitu,lama-lama pasti banyak korban yang berjatuhan.

Karena itu dia harus mencari akal unutk mengatasi taktik Pandeka Sangek ini, dia yakin disetiap suluh yang dihidup matikan itu pasti ada seorang lelaki yang menjaga.Dan siap pula menghidupkan catuih api begitu isyarat berupa suitan berbunyi.Dia tak ingin suluh itu di matikan,karena gelap bisa membawa rombongan Datuk Sipasan celaka,karenanya untuk mengawasi dan menolong mereka suluh itu harus hidup terus.Dengan pikiran begini,si Giring-Giring Perak lalu memusatkan perhatiannya pada suluh-suluh itu,jumlah suluh itu yang hidup sekarang tinggal lima belas buah tegak mengelilingi mereka dalam jarak delapan depa.

Dia yakin teman-temannya yang berada dibelakang pasti mampu menghindar hunjaman tomabak itu,mereka bukan pesilat-pesilat awam.Meski bukan berilmu tinggi namun tidak juga terlalu rendah.Dengan pikiran tersebut anak muda ini menanti serangan pisau-pisau pandeka sangek.dia tak mau mengambil resiko untuk menyambutnya lalu melemparkanya kearah orang yang menjaga suluh itu.Tidak..! itu terlalu berbahaya.

Karena itu,begitu pisau itu dia taksir berjarak dua depa dari dirinya,anak muda itu kembali mempergunakan selendang Siti Nilam yang masih di tangan nya, Dengan menyalurkan tenaga bathinnya yang tinggi,selendang itu tiba-tiba mengeliat dan menggumpal di ujung nya,kemudian dengan sebuah sentakan keras gulungan itu lepas dan terdengar suara letusan kecil.

Kibasan ujung selendang itu membuat pisau-pisau kecil itu seperti membentur dinding karet yang liat dan kenyal,senjata berbalik arah dengan kecepatan yang lebih tinggi dari dia datang tadi.Pandeka Sangek sudah menduga anak muda ini akan sanggup menangkis serangan nya beberapa pisau akan di pukul menyerang balik kearahnya dan dugaan nya benar bahkan pisau-pisaunya melesat lebih cepat dari pada yang dia lemparkan.Dia melambung tinggi sambil berkata:”Bagus..”

Dalam melompat itu dia menghantamkan sebuah pukulan tenaga dalam kepada si Giring-Giring Perak.Namun dia terkejut dan merasa di kicuh tegak-tegak ketika dia dengar anak buahnya terpekik!Dia tak jadi menghantamkan pukulannya tapi turun cepat-cepat.
Dan dia segera sadar senjata rahasia yang dia lemparkan tadi dan dipukul berbalik bukan kepadanya ,melainkan ke anak buahnya.Dan empat orang anak buahnya yang tegak menjaga suluh melosoh jatuh dengan dada dan jidat di tembus pisau beracun milik pimpinannya sendiri.

“Luar biasa!!…” dia bergumam setelah tegak dengan sempurna ditanah, dan pada saat itu keenam batang tombak yang dilemparkan kearah Datuk Sipasan dan teman-temannyajuga telah dipukul jatuh ketanah.Pandeka Sangek jadi maklum,bahwa dengan perkelahian jarak jauh,dia akan banyak mengalami kerugian,karenanya dia mengatur siasat baru.
“Anak muda,ilmu bathinmu ternyata amat tinggi,saya ingin sedikit belajar ilmu silat gunung talang”habis berkata begitu dia kembali memberi isyarat,dan kembali suluh-suluh yang tadi dipadamkan kembali dihidupkan.Kemudian dengan sedikit membungkuk membari hormat,Pandeka sangek membuka langkah Silat.Dan pada langkah kedua,anak muda itu segera tahu pandeka ini membuka jurus silat starlak,Dia tetap tegak menanti pada langkah ketiga dengan sebuah langkah panjang menyamping,pandeka itu telah berada di sisi kirinya.

Anak muda itu masih tegak diam.Dan Pandeka itupun membuka serangan pertamanya.dan masih tetap menyamping,dia mengirimkan tendangan dengan sisi kaki ke rusuk si Giring-Giring Perak.Tendangan itu luar biasa cepatnya.Anak muda ini membuang langkah kesamping.tapi tendangan itu beruntun sebanyak tiga kali,Mengarah ke rusuk,kelutut,ke kepala di lakukan dengan cepat dan tanpa kaki kanannya yang menendang itu mencecah tanah.dia tegak hanya dengan kaki kiri,dan kaki kirinya membuat loncatan kecil mendekati anak muda itu setiap menendang.si Giring-Giring Perak bukannya tak sering melihat serangan starlak yang tangguh.

Tapi cara bersilat pandeka ini cukup aneh dan serangannya berbahaya.ketika dia terpaksa membuang langkah kekiri menghindarkan tendangan kekepala.Pandeka itu tiba-tiba menarik kakinya dan ujung-ujung jari tangan nya menghunjam kedada,ujung jari-jari yang dirapatkan itu seperti pisau,melaju kearah jantung.Kembali si Giring-Giring Perak di buat kagum dengan kecepatan lelaki ini bergerak Jurus Serangan ke empat ini dia hindarkan dengan merendahkan diri.

Tapi serangan berikutnya benar-benar membuat anak muda ini tidak hanya sekedar kagum tetapi juga kaget.begitu dia menunduk, dan tikaman dengan ujung-ujung jari-jari itu lewat diatas kepalanya dengan cepat sekali serangan itu berubah menjadi hantaman dengan siku!Sikunya menghunjam kebawah ke arah tengkuk si giring-giring Perak,semua orang yang tegak menonton pertarungan itu dengan diam dan tegang,tak melihat apa yang tengah terjadi. Gerakan kedua lelaki itu sangat cepat untuk mereka tangkap dengan pandangan.Hanya Datuk Sipasan yang masih mampu mengikuti pertarungan itu dengan baik dengan tatapan matanya yang cukup awas.

Dia jadi berdebar ketika siku Pandeka Sangek yang memburu tengkuk anak muda tersebut,dia tak mau berteriak meskipun dia ingin sekali berseru memperingati bahaya itu.Tapi anak muda itu sudah mencium bahaya.Dengan cepat dia menjatuhkan diri ke tanah,dengan demikian dirinya terhindar dari terkaman siku lawan,namun sebelum dirinya sempurna jatuh ketanah kaki kiri Pandeka itu bergerak.Dia berusaha menangkap tapi tetap saja sebuah kibasan
kaki yang ligat tetap saja menghantam rusuknya.

Terdengar suara berdebuk dan tubuh anakmuda itu tercampak dua depa! Anak muda itu bukannya tak mencium serangan itu.Ia sudah berusaha menangkap dengan tangan tapi karena posisinya dalam keadaan tidak menguntungkan. Dia tengah menjatuhkan diri,betapun jua saat itu dia tak bisa bergerak banyak makanya dia lalu menyalurkan tenaga bathin nya kerusuk.ke tempat yang dia duga diterpa serangan itu dan hal itu pun terjadilah.
Si Giring-Giring Perak merasakan sakit yang menyengat di rusuknya,dia mengerahkan tenaga dalam nya kesana,namun rasa sakit itu masih membakar.

Dia meraba rusuknya dan dia terkejut batapa rusuknya basah dan ketika melihat tangan nya di kaget.tangannya merah oleh darah!dan rasa sakitnya makin menyengat,pukulan dengan siku dan tendangan tadi jelas serangan yang berasal dari silat pangian,silat tangguh yang berasal dari pangian tanah datar.

“Serangan Pangian yang luar biasa..”katanya perlahan dengan jujur.Pandeka itu tidak menjawab,tapi kembali membuka langkah dan seperti tadi dalam tiga langkah yang panjang dan menyamping kembali dia berada disis kiri anak muda itu.Kali ini si Giring-giring Perak berlaku waspada,rasa pedih bekas tendangan tadi masih terasa menyengat!ya pedihnya menyengat.Anak muda ini segera sadar nama lelaki yang dia hadapi adalah pandeka Sangek.Gelar yang diberikan bagi pesilat biasanya disangkutkan kepada kepandaian yang dia andalkan.

Datuk Sipasan misalnya bergelar demikian karena tangannya di celup dengan bisa ribuan sipasan(lipan)dan cara dia menyudahi lawannya persis sipasan. Yaitu dengan mempergunakan dua jarinya sebagai taring untuk memasukkan bisa dan kini Pandeka Sangek tentulah punya keistimewaan menurut namanya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: