Giring-Giring Perak Episode Maling Budiman


Episode Maling Budimanketan dan durian
Si Giring-Giring Perak merasa cukup mendapat informasi,dia membasuh tangan tegak,kemudian melangkah menemui orang yang punya kedai.
“Hei,ketan waang belum habis,kemana waang buyung?”Si pendek teman si tinggi bertanya.
“Saya mau tidur..”
“Ya,lebih baik waang tidur hari sudah larut malam.Nanti waang masuk angin,besok waang sekolah kan?he..he..jie…”si tinggi berkata sambil menyumpalkan sekepal ketan dan empat buah durian kemulutnya.Dan terdengar bunyi gemertak-gemertak tatkala giginya mengunyah biji durian bersama ketan itu.lelaki itu makan durian dengan biji-biji nya sekaligus.

Si giring-giring perak memberikan sebuah mata uang terbuat dari perak kemudian dia berjalan ke arah luar.
“Hei,ini terlalu banyak anak muda..?”orang kedai berseru
“Ambil saja,semua yang ada di kedai ini saya bayarkan malam ini”,katanya sambil memandang kemeja di mana dia duduk tadi,ketiga orang yang duduk di meja itu berhenti menyuap mereka memandang kepada anak muda itu.
“Hei buyung,waang membayarkan kami?”anak muda itu mengangguk.
“Kaya waang ya..?atau waang ulang tahun hingga teragak membayarkan kami malam ini?”
“Tidak,uang itu kalian yang punya..”sehabis berkata begini dia melangkah keluar,menutupkan pintu dan berjalan kedalam kegelapan malam.

“He..he..he..masih penuh,anak muda itu bergarah,dia pandai melawak..”kata si tinggi,tapi teman-temannya tidak tertawa mereka melihat ada yang ganjil dengan puro itu.Si tinggi sadar akan tatapan teman-temannya.Dia memperhatikan puro nya baik-baik,tiba-tiba dia membuka puro itu menunggangkan nya ke atas meja.dan dari puro itu berjatuhan biji-biji durian.

“Beruk!anjing!beruk!anjing!”anak itu anak anjing dan anak beruk sekaligus!! dia pancilok,dia cilok duit saya…!!”berkata begini lelaki tinggi besar itu melompat berdiri memburu anak muda itu ke pintu.Namun teman-teman nya tertawa tatkala melihat lelaki itu terhenti,karena celananya melorot jatuh ke bawah.Di balik celana galembong nya dia ternyata tidak memakai apa-apa. tangan nya segera bergerak menutup anu nya,lelaki itu jadi pucat karena berang.

Rupanya anak muda itu mengerjai lelaki ini dengan sempurna,puro tempat menyimpan uang itu ia simpan di balik ikat pinggangnya dan ternyata ikat pinggang terbuat dari kulit itu di putus oleh si giring-giring perak tanpa dia ketahui.
Lelaki itu menunduk mengangkat celananya.karena dia menunduk pantat nya menghadap ke enam lelaki dari lima kaum itu.kelima lelaki itu tertawa kecuali si gagap yang masih merasa linu tulang belulangnya.mereka tiba-tiba terdiam setelah melihat pantat itu ternyata di penuhi bopeng dan kudis yang terlihat jelas dalam cahaya lampu di kedai itu.

Dua orang yang sedang makan durian dan ketan merasa perutnya mual dan mereka pun muntah.Si tinggi besar memakai celananya,dia menyumpah panjang pendek,berjalan ke pintu kedai dan menendang pintu sampai somprak lalu menghambur keluar.Dia berharap masih bisa melihat anak muda itu,dia akan menyambak rambutnya dan akan menghempaskan kelantai kedai itu hingga patah-patah,namun di luar hanya di sambut angin dan terpaan gerimis.

“Kalera..!awas waang kalera!!kalau waang ketemu suatu saat nanti akan ku lulur waang dengan seluruh bulu-bulu waang!!!”lelaki itu berteriak dalam kegelapan.dan teriakannya yang mengguntur itu membuat kerbau-kerbau pedati tertambat di situ menjadi menggadogah karena terkejut,lelaki itu kaget mendengar lenguh kerbau itu,tapi dia jadi malu sendiri karena suara lenguh itu adalah suara kerbau.lalu kembali masuk kedai dengan menyumpah panjang pendek dan duduk di sebelah teman-temannya yang masih tertawa.

“Tumbuang..apa yang kalian gelakkan…!!”Lelaki itu menyumpah dan membentak,temannya terdiam.Kemudian sambil masih menyumpah-nyumpah di kembali memasukkan ketan dan durian kemulutnya sampai mata nya terbulalak-bulalang menelan makanan itu.dan selesai makan dia berjalan kearah pemilik kedai itu.
“Mana duit yang di berikan anak muda itu..!”pemilik kedai tidak mau mencari penyakit,dia memberikan duit itu,lelaki itu berjalan berkeliling meja dan kini berada dekat pemilik kedai,kemudian membuka laci dan memasukkan uang yang di raupnya semua kedalam uncangnya.
“Anak beruk itu mencilok uang ku di kedai ini jadi kau wajib menggantinya..”

Dia berkata sambil mendorong pemilik kedai tersebut,si pemilik kedai sebenarnya juga seorang pesilat.Tapi dia yakin ketiga lelaki anak buah Pandeka Sangek ini bukan tandingan nya,karena itu dia hanya menunduk diam. Meskipun pencarian dia sepekan ini ludes sudah,kemudian ketiga lelaki itu pergi meninggalkan kedai tersebut.dan si pemilik kedai membetulkan pintu dan membersihkan meja.

“Orang bagak nampaknya ketiga orang tadi engku?”salah seorang lelaki ber tanya,lelaki tua pemilik kedai itu menatapnya.si gagap yang tadi kena hajar dan seorang temannya lagi sudah duduk dan menelungkup di meja menahan sakit.
“Dia tidak hanya bagak,tapi juga berkuasa.mereka anak buah pandeka sangek dan sekarang mereka sedang melakukan pembalasan dan pengejaran terhadap beberapa orang yang datang mengungsi dari pariaman..”
“Kenapa permusuhan itu timbul?”
“Orang-orang pariaman itu membunuh empat orang anak buah pandeka sangek beberapa hari yang lalu..!”
“Hmm..Nampaknya orang pariaman itu juga orang bagak..”
“Mereka membunuh ada alasan,istri pemimpin pengungsi itu hampir di perkosa anak buah pandeka sangek,itu sebabnya dia di bunuh..”

Lelaki pemilik kedai itu berhenti bicara,ketika dia melihat di balik gelas-gelah dia melihat bungkusan kecil,dia mengambilnya dan membuka bungkusan itu. Matanya terbelalak melihat di dalam bungkusan itu terdapat banyak sekali uang perak dan benggol.Tak pelak lagi duit ini pasti punya si tinggi besar tadi, anak muda berbaju putih itu dan bergiring-giring perak itu rupanya telah menyikat seluruh duit milik lelaki itu dan meletakkan nya di dekat gelas ketika akan keluar.

Anak muda itu rupanya sudah menduga,bahwa lelaki besar tadi pasti akan menyikat duit pemilik kedai dan kini pemilik kedai itu mendapat ganti puluhan kali banyaknya dari duit nya yang di ambil oleh anak buah pandeka sangek tadi.Mukanya berobah jadi berseri-seri.
“Anak muda luar biasa,berhati Budiman…”
“Anak muda bergiring-giring tadi?”
“Ya…”
“Puih,saya lihat tadi diam saja ketika si tinggi besar itu menolak kepalanya ketika mereka akan duduk di sisinya.Tak ada orang yang mau kepalanya di pegang begitu saja,kalau kepala saya tadi yang di dorong begitu,nyawa ketiga lelaki itu pasti sudah saya habisi…”

Lelaki tua pemilik kedai itu hanya ter senyum.Dia tahu lelaki dari lima kaum itu hanya membual,pada hal tadi dia hanya diam saja ketika kedua temannya hampir di sunat lelaki tinggi besar tadi.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: