Giring-Giring Perak Episode – Ketidakberdayaan Dua Perempuan


Episode – Ketidakberdayaan Dua Perempuanserangan jahat dan kotor
Lelaki bersungut lebat itu sudah melihat makan kaki perempuan ini.karena itu dia tak berani main-main,apalagi untuk menyambut terkaman kaki perempuan itu.Dia berjalan memutar.

Yang berada di depan Siti Nilam tiba-tiba menyerang sambil bergulingan di bawah,Siti Nilam masih berdiri tegak.Tiba-tiba lelaki itu mencekam kain Nilam tanpa di duga dia merenggutkankannya.Serangan jahat dan kotor begini tak pernah di perhitungkan Nilam.
Dia semula menyangka lelaki itu setelah bergulingan akan menyerang dari bawah dengan tendangan seperti jamaknya serangan berguling begitu.Dia sengaja menanti serangan itu hingga dekat dan saat lelaki itu menendangnya nanti,dia akan menghantam dengan perian yang masih di pegangnya.

Tapi lelaki itu ternyata merenggut kainnya.Dia berusaha menghantam lelaki itu dengan perian,tapi si lelaki telah bergerak bergulingan menjauh.Dan tak ampun kainnya terenggut hingga lepas..!!

Siti Nilam terpekik ,periannya dia campakkan dalam keadaan panik begitu,tangan nya memegang ujung baju kurung nya dan untung saja dia memakai baju kurung.Hingga tubuh nya sampai pertengahan paha nya tertutup oleh baju kurungnya.Namun kaki di atas lutut Siti yang putih itu,sudah cukup untuk menambah panasnya darah keempat lelaki itu,mereka tertawa bergumam sambil menjilat lidah.

Lelaki tadi kembali menerpa ke arah Siti Nilam.Kawannya ikut membantu,Siti Nilam yang mengelakkan serangan dari depan,tahu-tahu kena di bekuk lehernya dari belakang.Siti Nilam terkunci dan tubuhnya terteteng ke belakang. Karena tubuhnya terteteng begitu baju kurung yang dia pkai bahagian depan ikut terteteng naik.Dan lelaki yang didepan terbelalak melihat pangkal paha gadis itu.Dia menerpa dan memagut paha gadis tersebut dan berusaha menciumnya.Namun dia salah duga karena terlalu menurutkan nafsu badak nya.

Begitu dia menerpa,begitu tumit Nilam naik terangkat.jidat lelaki itu diterpa oleh tumitnya yang dia hantamkan sekuat tenaga.Lelaki itu terhenti sejenak,kemudian terjengkang ke belakang..Dan tak bergerak.”Hei,suman….tegak cepat.Gadis ini seperti Belut.Ayo jangan lelap saja waang setelah mencium pahanya..!!”

Temannya yang masih mengatuk leher Nilam dari belakang berseru,Namun suaranya tertahan ketika istri Datauk Sipasan yang berada di belakangnya tiba-tiba mengirimkan sebuah pukulan dengan sisi tangan ke tengkuk lelaki ini. Lelaki itu kontan melosoh turun setelah terdengar berderak di lehernya.!
Kedua mereka,yang kena tendang jidatnya oleh tumit Nilam,dan yang kena tetak lehernya oleh istri Datuk Sipasan mati saat itu juga.Namun kerana serangan ini,kedua perempuan itu jadi lengah.masih ada dua lelaki lain yang masih bergerak berputar di sekeliling mereka.Dan begitu kedua perempuan ini lengah,kedua nya menrpa dengan gerakan cepat.

Nampaknya kelengahan ini telah diperhitungkan benar oleh kedua lelaki yang kepandaiannya tak bisa di anggap remeh itu.Mereka bergerak tidak dengan serangan,tetapi mengirimkan totokan.Yaitu sejenis pukulan denagn jari kearah urat saraf yang membuat lawan melosoh,melorot Siti Nilam kena totokan ini di bahagian punggungnya dan gadis itu jadi tertegak kaku sementara istri Datuk Sipasan kena totokan di bahagian belakang telinga nya ini membuat perempuan ini lemah dan anak yang dalam pangkuannya jatuh ke tanah dan menangis.

Kedua lelaki itu tidak membuang kesempatan.Kepergian Datuk Sipasan nampaknya telah mereka perhitungkan.Mereka intai benar,ketika Datuk itu pergi,mereka datang.Kini dengan gerakan cepat,mereka berdua mamangku kedua perempuan itu naik kerumah Datuk Sipasan.Meninggalkan anak kecil berumur enam bulan itu menangis dengan kuat di tunggui kakaknya anak yang berumur dua tahun.

Kedua lelaki itu membawa istri Datuk Sipasan dan Siti nilam kedalam bilik.tidak itu tidak sempat mereka lakukan terlalu banyak memakan waktu,mengapa harus kebilik kalau diruang tengah saja hal itu bisa mereka lakukan,bukankah lebih nikmat kalau di lakukan bersama-sama?

Dengan pikiran begini,kedua perempuan yang sudah kena totok urat sarafnya yang tak dapat dan tak sempat melawan sedikitpun karena lumpuh,mereka baringkan dilantai yang terbuat dari tadir.Dan mereka juga tak mau menunggu lama-lama segera saja kain dan baju kedua perempuan itu mereka renggutkan dengan kasar,lalu tangan mereka mulai bertugas.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: