Giring-giring Perak Episode – Menguak Tirai Masa Lalu


Episode – Menguak Tirai Masa Lalubalut luka
Pagi itu setelah mereka sholat subuh berjamaah,anak muda berbaju putih itu kembali mengobati yang luka-luka.Mengganti obat-obat dari daun dan akar kayu yang dia pasang malam tadi.Perempuan-perempuan bertanak mengeluarkan dendeng palai yang mereka bawa dari pariaman.

“Kenapa Datuk meninggalkan Pariaman?” Anak muda itu bertanya pada Datuk Sipasan tatkala dia mengganti balut luka di rusuk sang datuk.
“Belanda menyerang negeri itu sejak enam bulan yang lalu mereka berhasil menduduki utara pantai.Setiap hari mereka menyerang perkampungan…”
“Lalu Datuk meninggalkan kampung itu…?”

“Ya,saya harus menyelamatkan sebagian penduduk untuk tak jatuh menjadi tawanan atau budak.Banyak lelaki yang sudah tertangkap,lalu di bawa dengan kapal dalam keadaan di rantai.Kabarnya mereka di jadikan budak di daratan Eropa dan yang perempuan nya dijadikan penghuni Harem…”

“Kenapa tidak menyusun kekuatan dalam melawan?”
“Sudah kami coba.Tapi kekuatan kami amat terbatas,apalagi di antara penghulu suku ada yang berkhianat yang lebih mementingkan uang dan pangkat dari pada harga diri…”
“Kini apa rencana Datuk?”
“Mengungsikan kaum wanita ketempat aman ,lalu mencoba menghubungi kaum paderi di luhak Agam.Kami mencoba meminta bantuan mereka untuk melawan belanda..”
“Ya,saya pernah mendengar nama kaum Paderi di sebut-sebut…”

“Mereka adalah golongan Islam yang baru muncul,Dewasa ini pimpinan nya bernama Tuanku Nan Renceh,bermarkas dikamang.Kami ingin menggabung dengan mereka…”nak muda itu terdiam.
“Hei,Giring-Giring Perak maafkan saya ingin bertanya lagi tentang dirimu,boleh?..”anak muda tersebut mengangguk.
“Saya sudah cukup lama mengenal daerah ini.Tapi seingat saya tak seorang pun Guru Silat yang berdiam di Gunung Talang.Gunung itu terlalu angker dan angkuh,semalam engkau bercerita bahwa engkau dan gurumu berdiam di situ,Begitu?”Anak muda itu mengangguk lagi.

“Kalu boleh tahu siapa nama Guru yang Mulia itu?”Anak muda itu tak menjawab,matanya menatap air terjun dan menghela nafas panjang.Lalu berkata perlahan :”Sulit untuk dipercaya,selama saya berguru padanya,hampir 20 tahun.Saya tak pernah mengetahui atau mendengar nama maupun gelarnya.Dia hanya datang ke pondok dimana saya belajar selama seminggu.Setiap hari Juma’at,selain hari itu saya tak pernah mengetahui dimana dia..”Datuk Sipasan ternganga heran,ini benar-benar hal yang luar biasa,seorng murid tidak mengenal nama gurunya dan seorang Guru mendidik muridnya sepekan sekali.Tapi betapun juga,si Gurur tentulah seorang Pendekar sakti.sebab muriidnya sebegini tangguh,apalagi Gurunya….”

“Apakah engkau tidak pernah menanyakan namanya?”
“Hal itu saya lakukan ketika saya dia suruh mencari ayah dan ibu.Namun orang tua itu hanya menarik nafas panjang,”dan berkata:”Tak ada artinya nama nak,seperti engkau juga tidak punya nama,carilah ayah dan ibumu.Kalu kelak engkau akan menemuiku,aku selalu berada disini..itu ucapannya”Daipasan dan beberapa orang pengungsi dari pariaman yang mendengar cerita itu pada terdiam.
Giring-Giring Perak itu berada di kakimu sejak kecil?”
“Ya, begitu menurut penuturan guru..”
“Boleh saya melihat?”
Anak muda itu membuka giring-giring perak itu dari kakinya.Tali giring-girimg jelas sudah di tambah agar sesuai dengan kakinya.Yaitu kaki seorang lelaki yang makin hari bertambah dewasa.
Dia memberikannya pada Datuk Sipasan,Datuk ini membalik-balikkan giring-giring perak itu.Mencoba mencari kalau-kalau ada tanda yang bisa di jadikan pegangan.Namun giring-giring itu tak memberi petunjuk apa-apa.Tapi Datuk itu mengingat sesuatu.
“Giring-Giring Perak…”dia berhenti lalu menatap anak muda itu.

“Anak muda,tak semua kanak-kanak di negeri ini bisa memakai giring-giring perak.Giring-giring ini memang banyak menganggapnya sebagai obat buat anak-anak.Tapi fungsinya yang utama adalah sebagai mainan,dan biasanya hanya dua golongan yang sering memberi anak-anaknya giring-giring di kaki.”

Datuk itu berhenti,anak muda itu kini jadi tegang.Dia terduduk kaku,dia ingin mendengar penjelasan datuk itu.Dia ingin mengungkapkan rahasia tentang dirinya yang sampai saat ini tetap merupakan tabir gelap.
“Kedua gololngan itu adalah;Kaum bangsawan atau orang-orang kaya”Datuk itu berhenti lagi.menanti reaksi anak muda yang duduk di depannya.Tapi anak muda itu masih menatap dan menanti ucapanya selanjutnya.

“Apakah engkau telah mendatangi luhak tanah Datar dan luhak Agam?”Anak muda itu menggeleng.”Barangkali dapat kau coba di sana.Di kedua luhak itu berdiam dan berasal Kaum Bangsawan Minangkabau.dan di Kedua Luhak itu orang-orang kaya bertempat tinggal. Mana tahu di kedua luhak itu akan temui atau mengetahui siapa orang tuamu…”Datuk berhenti,si Giring-giring perak tetap diam.lelaki-lelaki yang mengungsi dari pariaman itu menatap padanya dengan perasaan iba.

Dia menatap ke arah air terjun,air terjun itu kelihatan indah dalam udara subuh,berkabut tipis.Suara kicau burung pagi bersahutan dengan air terjun yang melewati batu-batu gunung,melingkar dan berbuih di kolam alam yang terbuat di bawahnya.Lalu dia berkata perlahan;

“Terima kasih Datuk,yang datuk katakan tadi belum terlintas di pikiran saya selama ini.Kini saya bisa memusatkan pencarian saya di kalangan Bangsawan atau orang-orang kaya.Meski tak begitu penting bagi saya,yang ingin saya temui adalah ayah dan ibu saya.atau barangkali adik atau kakak.Saya tak peduli bagaimana keadaan mereka.apakh Kaya,miskin,buta,pincang atau tak bertangan,yang saya inginkan adalah adanya mereka.”

Saya dan teman-teman yang datang dari pariaman ini barangkali juga tidak akan menetap di suatu tempat.Mungkin kami akan berpencar guna mencari kekuatan untuk kembali menyerang Belanda di Pariaman.Kami akan mendtangi banyak tempat dan kampung,kami berjanji akan menanyakan dan menyisiati tentang keluarga mu.Kami janjikan itu demi persahabatan dan persaudaraan kita.Demi Budimu yang telah menolong kami dari maut..”
Si Giring-giring perak menatap pada Datuk Sipasan”Terima kasih Datuk..Terima kasih…”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: