Giring-Giring Perak Episode – Nista Rukayah


Episode – Nista Rukayahapi unggun
Kedatangan mereka di sambut tempik sorak oleh rombongan yang menantinya dengan cemas.Siti Nilam segera di kerumuni perempuan-perempuan yang ikut dalam rombongan tersebut.Sementara Datuk Sipasan memberikan secangkir kopi panas kepada si Giring-Giring perak.Kemudian seorang perempuan menyendukkan rebus ubi yang di jarang di atas api unggun.

Anak muda itu memang sedang lapar.Dia memakan ubi rebus dan meminum kopinya dengan lahap.Tapi tiba-tiba mereka semua tersentak lagi ketika dari arah air terjun terdengar dua perempuan saling berpekikkan.

Semua lelaki menghunus keris dan golok lalu menghambur kearah pekik para perempuan tersebut.Air terjun itu terletak sekitar empat puluh depa dari tempat mereka membuat api unggun.Pada subuh yang mulai muncul saat itu,para perempuan pergi mengambil air wudhu ke air terjun.Sesuatu yang menakutkan pasti telah terjadi pula atas perempuan-perempuan itu.

Ketika para lelaki itu di sampai di sana mereka melihat si giring-Giring perak yang tadi tengah minum kopi,telah berdiri di tepi kolam kecil di bawqah air terjun itu.Di tangan nya masih memegang secangkir kopi,sementara mulutnya masih mengunyah potongan rebus ubi.
Perempuan yang tadi memekik,tegak dengan kaku di atas sebuah batu.Kaum lelaki yang berlompatan ke sana,pada mendekat.Si Giring-giring Perak ternyata telah menggunakan ilmu meringankan tubuhnya hingga dia sampai di sana lebih duluan dari yang lain.
“Ada apa..!?”Datuk Sipasan bertanya.Kedua perempuan yang kini saling berangkulan saking takutnya itu masih tak biasa bersuara.Tapi salah seorang menunjuk pada sebuah batu yang berada dalam air.

Beberapa orang melompat untuk melihat.Mereka turun ke air,lalu mengangkat sebuah benda yang menyebabkan kedua perempuan itu ketakutan.Seruan-seruan tertahan terdengar dari mulut yang lain ketika benda di angkat itu ternyata sosok mayat lelaki.tak ada bekas luka dan nampaknya lelaki itu baru mati.Mayat itu mereka letakkan di atas batu Dekat Datuk Sipasan.Sebelum mereka mengenali mayat itu,seorang perempuan yang datang kemudian berseru:

“Hei,dia salah seorang dari penyamun di Bukit Tambun Tulang itu.Dia yang merangkak ke pedati rukayah….”Perempuan yang bernama Rukayah yang di sebut itu ternyata salah seorang yang terkejut tadi.Dia bergegas datang dan melihat mayat itu dan berangnya timbul tiba-tiba.Dia mengambil sebuah batu sebesar kelapa kecil.Kemudian dengan menyumpah-nyumpah,dia memukul kepala mayat itu.
“Kurejam kau….jahanam….jahanam!Ini atas nista yang kau perbuat pada diriku..Jahannam!!”Perempuan itu menyumpah-nyumpah sambil memukuli mayat tersebut.Datuk Sipasan lah yang akhirnya menenangkannya.

“Tak baik menganiaya mayat.Betapun juga,dia kini adalah jenazah yang tak berdosa.,Ruh nya yang berbuat jahat itu telah pergi…”
“Tapi dia telah menistai diriku,..”pekik perempuan itu sambil menangis.Dia teringat lagi betapa lelaki itu sore kemaren menggerayangi tubuhnya yang padat itu,meremasi dadanya,pinggulnya setelah merenggutkan kainnya.Dia menghimpitnya.Mengingat ini,perempuan itu tiba-tiba melemparkan batu besar itu ke kepala mayat tersebut,kemudian dia berlari kepedatinya.

Disana dia memeluksuaminya yang terluka parah dalam pertarungan tadi,dia menangis di dada suaminya.Suaminya mengerti nista yang telah menimpa diri istrinya.Dia pegang kepala istrinya dan mengelusnya dengan lembut.
“Tenanglah Rukayah..tenanglah.Jangan menangis juga,tak ada yang perlu kau sesali..Tak perlu kau pikirkan.Engkau tetap istri yang ku cintai.Dalam pertempuran banyak hal yng bisa terjadi Rukayah…”
Tapi uda akan membenciku..Uda akan meninggalkan ku…”

“Siapa yang mengatakan itu?Aku banggga engkau melakukan perlawanan.Engkau telah berjuang melawan mereka dan aku bersyukur,engkau masih hidup.Engkau tetap Ibu dari anak-anakku.Aku tidak akan meniggalkan dirimu,percayalah Rukayah….”Perempuan itu menangis di dada suaminya.

Sementara itu,di tepi telaga kecil di bawah air terjun Batang Anai tadi kaum lelaki masih mempertanyakan tentang sebab kematian penyamun tersebut.

“Dia mati di atas sana,dan jatuh kesini bersama air terjun…”si giring-giring berkata perlahan,semua orang menoleh kepadanya.”Diatas sana masih ada dua bangkai lagi,yang satu di dalam goa,yang satu tersangkut di dahan kayu..”
“Mereka lah yang menculik Siti Nilam..?”Datuk Sipasan bertanya ,Si Giring-giring Perak mengangguk.Kemudian berjalan perlahan ke dekat api unggun,yang lain bubar satu demi satu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: