Giring-Giring Perak Episode – Penculikan Siti Nilam


Episode – Penculikan Siti Nilamgunung tandikek
Anak muda bergiring-giring perak itu bersandar ke batang kayu,Tiga bulan mengitari Gunung Tandikek.Datang dari kampung ke kampung,bertanya dari rumah ke rumah.Tapi tak seorangpun yang pernah kehilangan anak.
Tak seorang pun yang mengetahui bahwa ada suatu keluarga yang kehilangan anak dua puluh tahun yang lalu,kalau pun ada siapa yang masih ingat?

Dan mereka semua mengenal dan memanggilnya Si Giring-Giring Perak.Dia tak bernama dan tanda pengenalnya hanya giring-giring perak itu.Saya pasti punya nama,saya pasti punya Ayah dan ibu,suatu saat kelak.kalau mereka masih hidup saya pasti bertemu dengan mereka,pasti…Tapi apakah mereka masih hidup?dan acap kali,setiap dia sampai pikiran seperti ini dia menunduk,dan menyembunyikan kepalanya dia antara lututnya.

Tangan nya bergerak ke bawah perlahan,memegang pergelangan kakinya.menyentuh giring-giring perak itu.talinya sudah diperpanjang karena sudah tak muat lagi,jari-jarinya mempermainkan giring-giring itu.
Tapi tiba-tiba kepalanya tertegak,dia seperti mendengar jerit tertahan,salah dengarkah dia?Sura burung malam kah itu?atau suara anak harimau?

Tidak pasti itu suara perempuan.Dia melangkah cepat ke arah api unggun.Di sana Datuk Sipasan sudah tegak.Ketika dia melihat anak muda tersebut muncul
dia segera bicara:

“Saya mendengar pekik tertahan…”
“Entahlah,hei bangun semua!!”Suara datuk itu membangunkan semua lelaki.
“Ada suara pekik tertahan,coba periksa semua pedati,kumpulkan semua perempuan-perempuan”
Semua lelaki memasang suluh yang sudah tersedia sejak dari pariaman.Dan dengan suara keras memanggil perempuan-perempuan itu untuk berkumpul.
“Siti Nilam…” Datuk itu berkata cepat begitu perempuan-perempuan yang berjumlah enam belas itu berkumpul.
“Ya,dia tak ada,saya lihat pedatinya kosong!…”
“Harimau atau penculikan?” kata si giring-giring perak.Suaranya datar tanpa emosi.
“Bersebar tiga-tiga,cari sampai dia dapat!”Datuk itu memerintahkan semua lelaki,tapi si giring-giring perak mencegahnya.
“Tak ada gunanya datuk,malam terlalu gelap.Hutan ini terlalu lebat.Datuk pasti tidak mengenal rimba ini.sedangkan penyamun-penyamun itu pasti sudah mengenal setiap jengkal hutan ini dengan baik”Tapi kami semua bertanggung jawab padanya.Dia sebatang kara,Ayahnya meninggal siang tadi sedangkan Ibunya meniggal beberapa tahun yang lalu karena sakit perut…”
Si Giring-Giring Perak menatap pada datuk sipasan.Kemudia berkata:

“Saya akan mencarinya…”
“Kami akan ikut dengan anda…”
“Terima kasih,tapi saya juga mengenal hutan ini dengan baik,saya rasa sendiri lebih mudah,tunggulah disini,Insya Allah sebelum fajar datang,saya kan membawa gadis itu,siapa namanya tadi?Nilam?”
“Ya,Nilam.Siti Nilam…”
Dan sebelum mereka sadar yang terjadi,anak muda tersebut tiba-tiba lenyap dari hadapan mereka.

“Ya,tuhan,sebentar ini dia ada disini,di hadapan kita.kenapa tiba-tiba lenyap?”
Seorang lelaki tua berkata sambil ternganga.Datuk Sipasan menggeleng.
“Alangkah sempitnya dunia kita ini,seumur hidup saya tak pernah melihat orang mampu bergerak secepat itu…”
“Apakah…apakah dia manusia..?”seorang perempuan berkata,semua orang melihat padanya.Kemudian semua saling tukar pandangan.
“Ya,apakah dia jin?kenapa dia memakai kain serba putih?bukankah yang memakai pakaian serba putih itu hanya mayat?Apakah dia bukannya Tamsil buat kita,melintas membawa pesan kematian?”Datuk Sipasan tersenyum mendengar ucapan anak muda ini.
“Sebaiknya engkau menjadi seorang seniman buyung.Ucapan mu terlalu puitis.Tapi ada benarnya.Dia memang membawa pesan kematian,kematian buat para penyamun-penyamun itu.”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: