Dalam Neraka Vietnam-bagian-714-715


Dalam Neraka Vietnam-bagian-714layar komputer
“Buktinya,perempuan-perempuan yang pernah saya cintai,menikah dengan lelaki lain,atau meninggal dunia…”
“Itu bukan karena kutukan,tapi karena engkau gentayangan terus ke segala penjuru.Tidak menetap di suatu tempat.Kalau mengembara terus-terusan,jangankan menikah,untuk memakai celana pun kau tak sempat…”ujar Cowie kesal,di iringi tawa terkekeh Jock Graham.
Tapi setelah itu mereka terdiam.Yang terdengar hanya curahan air terjun dan dengkur Smith.Sampai akhirnya Cowie bertanya sebelum menguap lebar.

“Saya heran,meski kau katakan kesini untuk membebaskan Roxy rogers,lalu terlibat berperang,tapi apa urusannya dengan hidupmu kawan..?”
Ya,usahanya membebaskan tawanan dan terlibat peperangan,apa urusannya dengan hidup nya?Si Bungsu terdiam sesaat,lama baru dia menjawab.

“Paling tidak,saya ke Vietnam ini menolong seorang ayah untuk menemukan kembali putrinya.Engkau sendiri,untuk apa kau berperang di Vietnam ini,Cowie…?Cowie terkejut dengan serangan’balik’si Bungsu.
“Untuk negeri saya Amerika…”
“Apakah Vietnam menyerang negeri kalian..?”Cowie terdiam beberapa saat.
“Kami membela Vietnam Selatan atas jajahan Vietnam Utara…”
“Berhasilkah pembelaan kalian itu,Cowie…?”

Cowie tak menjawab,karena dia tahu Bungsu tak butuh jawaban dari pertanyaan itu,dunia juga tahu.Jangankan untuk”membela Vietnam Selatan”seperti yang di koar-koarkan,justru Amerika yang di bikin terbirit-birit oleh negeri yang katanya ‘sangat terbelakang’ ini.Kekalahan tidak hanya memalukan,tetapi juga harus di bayar mahal dengan ribuan korban,yang semuanya hampir generasi muda Amerika,yang terenggut di berbagai kota di Dalam Neraka Vietnam ini.
Sebagian lagi pulang ke Amerika dengan membawa cacat tubuh atau cacat mental permanen.Si Bungsu yang juga mengantuk memang tidak memerlukan jawaban Cowie atas ‘serangan balik‘nya tadi.Dalam keheningan malam yang makin larut akhirnya mereka tertidur di dalam goa di balik air terjun.

Hari itu ada sesuatu yang tidak biasa di kapal perang USS Alamo yang sedang buang jangkar di lepas pantai salah satu pulau milik Philipana,tapi posisinya cukup dekat ke natuna,kalimantan dan pantai bagian selatan vietnam selatan.Sebagian besar pasukan sedang naik ke darat.Di kapal itu hanya ada beberapa orang perwira,lawak radar dan komputer serta komandan kapal Laksamana Billy Jones Lee.Menjelang tengah hari sebuah heli mendarat di helipad kapal itu,dan Laksaman Lee langsung menyambut orang-orang yang sedang turun dari heli itu.

Mereka langsung ke ruang komando dimana terdapat komputer canggih dan layar kaca bening berukuran 2×2 meter dengan tampilan peta wilayah Vietnam selatan.Sesaat setelah tamu-tamu itu berada diruangan komando,dalam posisi sama-sama berdiri,Laksamana Lee saling memperkenalkan tamunya.

“Senang bertemu dengan tuan-tuan dan anda,Lady.Baik,walau sudah ada yang sudah saling kenal,saya kenalkan Lady ini adalah Ami Florence,mata-mata Amerika Di Vietnam selatan yang banyak sekali jasanya kepada Amerika,ini Abang nya Tuan Le Duan.sama seperti adiknya,adalah mata-mata amerika.Ini Tuan Alfonso rogers,donatur yang banyak menyumbang angkatan laut Amerika,termasuk Kapal USS Alamo dimana kini kita sedang berada.Ini Tuan McKinlay,kolonel perang Veteran dan pahlawan dari Hamburger Hill,dia kehilangan sebelah kaki di sana.Ini tuan eddie macmahon,kolonel SEAL yang di bebaskan seoarang indonesia bersama Roxy,putri Tuan Alfonso.Ini Tuan Thomas Mackenzie,mantan pilot tempur perang dunia II.Nah,lengkap sudah.

Kita semua berkumpul disini karena sangat berkepentingan atas keselamatan seorang Indonesia,bernama Bungsu.Dia masuk ke Vietnam sekitar enam bulan yang lalu.Semula atas permintaan tuan Rogers yang minta di carikan putrinya,roxy Rogers yang hilang di Vietnam sekitar tiga tahun yang lalu.Sebelum dia mencari Roxy,dia terlebih dahulu menyelamatkan Ami Florence dan Lee Duan,menghancurkan tiga speedboat perang Vietnam,kemudian mencari dan membebaskan 15 tawanan Amerika,lima wanita Amerika,dan sepuluh lelaki.Termasuk Roxy dan MacMahon..”ujar Lee.
Tiba-tiba Alfonso Rogers maju selangkah lalu bicara.

“Maaf,ada yang harus saya katakan tentang orang ini,saya memang membayar nya dengan sangat mahal,asal putri saya bisa bebas.Itu sudah saya lakukan dua tiga tim tapi semuanya gagal.Namun orang ini,tak satu dolarpun uang saya dia terima.Bahkan tiket pesawat yang saya berikan melalui Yoshua,sahabatnya yang orang Indian.Saat melibas anggota Ku Klux klan,tidak dia pakai.Saya tidak tahu harus menyampaikan terimakasih saya…”

Dalam Neraka Vietnam-bagian-715

Semua orang terdiam mendengar penjelasan itu.Seorang letnan wanita bagian komputer datang membawakan minuman.Masing-masing mereka memegang gelas Coca Cola,Anggur atau Lemon.Lalu terdengar lagi Laksaman Lee bicara.

“Dengan satu atau lain sebab orang itu kini berada dalam Neraka Vietnam yang apinya masih menyala besar.Tidak hanya Tuan-tuan dan Anda Ami,yang menginginkan lelaki itu di bebaskan,saya juga.Apapun caranya!sudah berbulan-bulan ini kita kehilangan kontak dengannya,sejak dia mengalihkan serangan yang di tujukan ke heli yang di naiki Kolonel MacMahon,Roxy dan kawan-kawan.Sekarang silahkan Ami…”
Ami Florence maju,meletakkan gelasnya di meja kecil.Mendekati kaca bening 2×2 meter dimata tergambar peta Vietnam Selatan itu.Lalu bicara.

“Lewat jalur informasi yang rumit,saya mendapat info dari’dragon’ di daratn Vietnam.Si Bungsu terakhir berada di desa ini..”ujar Ami sambil menunjuk sebuah titik dekat sebuah sungai di peta di kaca bening tersebut.lalu dia melanjutkan.
“Dia menyebuhkan kanker paru stadium empat kolone yang menjadi komandan garnizun Vietkong.Dia juga menyelamatkan nyawa sersan Lok Ma,pencari jejak handal vietkong,saat memburu rombongan Roxy dan macmahon.Namun keadaan berubah drastis saat Politbiro komunis di kota Da Nang yang mengirm tentara pasukan dan milisi PKI.Si Bungsu di sekap di sebuah lobang tanah bersama tiga tentara Amerika yang sudah lebih awal di sekap.Beberapa minggu di tahan,mereka bisa melarikan diri.Di buru satu peleton tentara,namun tak pernah tertangkap.Jejak mereka lenyap di rawa di daerah ini,namun Lok Ma menduga mereka menuju arah barat,ke arah heli yang pernah mwenjemput roxy dan macMahon…”ujar Ami Florence sambil menunjuk peta.

“Mereka memburu sesuai petunjuk Lok Ma?”tanya MacKenzie suami Michiko.
“Tidak…”
“Kenapa?”
“Dia bersama kolonel yang di obat si Bungsu kanker parunya,mencari jalan mengabarkan hal itu pada pihak Amerika.Mereka berdua merasa berhutang nyawa pada si Bungsu.Dragon mendapatkan bocoran itu,dan mengirimkan kabar pada kami…”ujar Ami.
Mereka saling bertukar pandang.Mereka semua mempunyai kaitan langsung maupun tidak dengan si Bungsu.
“Well.anak saya meminta saya melakukakan apa saja menjemput lelaki itu.Lebih dari pada itu,setelah anak saya dia bebaskan.Saya bersedia bertukar nyawa dengan dia…”ujar ALfonso Rogers.

“Jika Amerika merasa tak berhutang apapun padanya,saya dengan empat belas anak buah saya yang di sekap selama tiga tahun,takkan pernah bisa membayar hutang atas apa yang dia lakukan buat membebaskan kami…”ujar Kolonel macMahon.
“Oke,sekarang kita mari ke komputer besar itu.Letnan anda tunjukan apa yang anda peroleh dari satelit mata-mata…”ujar Laksaman lee pada perwira wanita yang tadi membawakan minuman.
“Yes,Sir….”Lalu mereka mengambil posisi di belakang perwira itu,yang telah menghidupkan komputernya.

“Kami berhasil dan menelusuri dan menemukan wilayah yang informasinya di peroleh nona Ami Florence dari Dragon dengan memakai pencitraan satelit mata-mata Amerika.Satelit hanya bisa melacak jika di lokasi itu ada panas yang di picu oleh pembakaran Amunisi.Konkritnya jika di tempat itu terjadi tembak menembak.Satelit menemukan dan merekamnya.Satelit merekam terjadinya pertempuran sepeleton pasukan dengan satu orang.Satelit juga menemukan tiga orang lainnya bergerak ke barat,menjauh areal tembak-menembak.Informasi dari Dragon tampaknya sesuai dengan di lapangan.Si Bungsu dan tiga tentara Amerika lainnya lari di kejar pasukan Vietkong.Satelit juga berhasil melacak keempat pelarian itu kini berada di sini,sekitar iar terjun ini…”papar letnan wanita itu sambil menunjuk layar komputer.
Semua mereka yang di ruangan itu mempelototi layar komputer tersebut.

“Apakah ini di rekam?”tanya Ami.
“Maksudnya..?”
“Kalau di rekam tolong di rewind ke saat pertempuran.Saya ingin menegathui siapa yang menahan tentara Vietkong itu…”ujar Ami.
Letnan bagian komputer USS Alamo itu menoleh kearah Laksamana Lee,Laksamana itu mengangguk.
“Yes,Mam…!”ujarnya pada Ami Florence.
Letnan itu menekan tombol di komputer,lalu memutar ulang video itu.Malam terlalu gelap,apalagi di dalam belantara.Tidak ada manusia yang kelihatan hanya kilat-kilatan peluru.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: