Dalam Kecamuk Perang Saudara -bagian-449-450-451


Dalam Kecamuk Perang Saudara -bagian-449
si bungsu
Akibat meledaknya mobil tangki itu, lima orang tentara Amerika yang ada di mobil tersebut mati dengan tubuh berkeping-keping. Mobil pemadam kebakaran segera meraung-raung mendekati tangki yang meledak itu. Dan menyemprotkan airnya ke sana.

Mereka semua, sepuluh orang, adalah pasukan khusus Amerika yang menyamar. Tapi mereka adalah juga pekerja-pekerja yang mahir dalam segala bidang. Mereka mengerjakan pekerjaan pemadam kebakaran dengan amat sempurna.
‘’Tuhanku, mereka adalah orang-orang gila..’’ ucapan ini keluar dari mulut Menteri Luar Negeri Amerika Serikat yang ada di tower, yang sejak tadi terdiam menyaksikan tragedi itu.

Jelas yang dia maksud sebagai orang gila adalah para pembajak itu. Lewat teropong di tangannya, seorang petugas tower mengetahui, bahwa tembakan itu dilepaskan dari balik kaca dekat pintu tengah. Artinya, tembakan itu dilakukan dari dalam pesawat. Pelurunya terlebih dahulu memecah kaca yang dua lapis itu, kemudian menghantam mobil tangki. Tiba-tiba ada suara di radio menara kontrol.
‘’Ya, menara kontrol..’’ jawab petugas.

Semua yang ada di ruang menara itu mendengarkan dengan diam. Jumlah mereka sekitar dua belas orang. Menteri Luar Negeri Amerika, Panglima Angkatan Darat Amerika, Direktur CIA, dua orang pasukan khusus Amerika, Panglima Angkatan Darat Mexico, Panglima Angkatan Udara Mexico serta petugas-petugas menara.
‘’Menara kontrol…?’’ terdengar suara wanita di radio.
‘’Ya, menara kontrol’’

‘’Dengarkan baik-baik, kami tahu Anda tidak sendirian di sana, pasti ada wakil pemerintah Anda, ada wakil pemerintah Amerika Serikat. Kami tahu itu. Nah, kami ingin bicara dengan orang Amerika itu…’’

Petugas tower memberikan radio tersebut kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat. Menteri itu mengambil mik, dan bicara:
‘’Saya wakil pemerintah Amerika Serikat’’
‘’Terangkan nama dan jabatan Anda’’
Menteri Luar Negeri itu segera menjelaskan nama dan jabatannya secara terus terang.

‘’Baiklah, Tuan Menteri. Tembakan terhadap mobil tangki itu sebuah peringatan bagi Anda..’’
‘’Anda berlaku brutal dengan membunuh petugas lapangan Mexico yang tak berdosa..’’
‘’Kami tak usah Anda bohongi, Tuan Menteri. Kami tahu, diantara petugas Mexico itu ada orang orang-orang Amerika. Atau barangkali semua mereka adalah tentara Amerika yang menyamar dan menggantikan tugas orang-orang Mexico. Kami ingin mengingatkan Tuan dan pemerintah Tuan, tak ada seorangpun yang boleh mendekati pesawat ini, tidak petugas Mexico, apalagi petugas Tuan. Jika ada yang mendekat, tak peduli apapun kendaraanya, jika tidak seizin kami, akan kami ledakkan. Jika kendaraan itu tak bisa kami ledakkan, maka kami akan meledakkan pesawat ini. Kami hanya akan bicara dengan Tuan jika sudah ada berita tentang tuntutan kami..’’

Kemudian hubungan radio itu diputuskan. Menteri Luar Negeri itu betukar pandang dengan teman-temannya.
Sepi.
‘’Bahan makanan yang ada di pesawat itu untuk berapa lama?’’ tanyanya pelan.
Direktur CIA yang tegak di sisinya, yang telah menghubungi lapangan udara Singapura, Hongkong dan Honolulu, yaitu pelabuhan-pelabuhan yang telah dilalui pesawat JAL itu, segera melaporkan:

‘’Mereka punya bahan makanan untuk dua hari. Yaitu terdiri dari snack dan steak, juga ada minuman ringan, kopi dan teh. Makanan itu diperkirakan telah mereka makan ketika menembus perbatasan siang dan malam menjelang Honolulu, dan kemudian memakannya lagi antara penerbangan Honolulu dan Mexico. Jika semua penumpang makan dan minum jatah mereka, maka makanan dan minuman itu masih tersisa untuk sekali makan lagi. Tetapi menurut dugaan, sebahagian besar diantara penumpang tak menghabiskan jatahnya, atau tak mengambilnya sama sekali. Barangkali selera makan mereka lenyap karena takut. Itu berarti mereka memiliki cadangan makanan yang lebih banyak…’’

Menteri Luar Negeri itu terdiam. Laporan itu berarti menghilangkan harapan mereka untuk mendekati pesawat itu dengan alasan mengantarkan bahan makanan. Mereka di pesawat mempunyai cukup makanan! Menteri Luar Negeri itu menyuruh hubungi mereka yang di pesawat. Petugas menara menghidupkan kontak. Sekali. Dua kali. Sepi. Dicoba lagi. Sekali. Dua kali. Lalu…
‘’Ya..!’’
‘’Nona Yuanita, saya ingin bicara’’
‘’Apakah sudah ada kepastian tentang teman-teman kami yang di Alcatras?’’
‘’Ya. Kami ingin bicara soal itu, Nona’’
‘’Saya dengarkan’’
‘’Kami mengalami kesulitan untuk merengumpulkan mereka. Mereka terpencar di berbagai penja…’’
‘’Tuan menteri, kami sebenarnya dengan mudah membunuh Tuan dan seluruh orang yang ada di dekat Tuan, sekarang. Kami tak suka omong kosong Tuan sebentar ini. Kami sudah mengatakan bahwa tahanan yang kami maksudkan ada di Alcatras. Kami telah memberi pemerintah Tuan waktu yang cukup untuk membawa mereka kemari. Masih ada waktu dua jam lagi. Kami akan menanti…’’’

Dalam Kecamuk Perang Saudara -bagian-450  klik disini

Dalam Kecamuk Perang Saudara -bagian-451
tikam samurai
Cuma waktunya barangkali tak bisa persis dua jam sejak Anda menuntut tadi, kiranya Anda bisa mengerti, kami harapkan perpanjangan waktu. Dan.. kami harapkan Anda membolehkan petugas lapangan Mexico untuk menjemput tiga mayat penumpang yang ada dalam pesawat, demi perikemanusiaan..’’
Sepi. Tak ada jawaban. Mereka yang ada di tower itu, yang umumnya pejabat tinggi Amerika dan Mexico, pada bertukar pandangan.

Menteri Luar Negeri Amerika itu sudah berniat untuk bicara lagi, ketika tiba-tiba terdengar suara perempuan:
‘’Saya harap Anda tak omong kosong, Tuan Menteri. Untuk membuktikannya, mulai detik ini, kami akan memonitor pesawat yang bertolak menuju Mexico. Kami akan hubungi pesawat itu langsung dari pesawat ini. Dan tak seorangpun yang boleh kemari mengambil mayat atau urusan apapun, sebelum kami meninggalkan pesawat ini..’’
Kembali sepi. Kali ini Menteri Luar Negeri Amerika itu benar-benar berpeluh dingin. Itulah sesuatu yang tak terpikirkan olehnya.

Bahwa setiap pesawat yang terbang di udara bisa saling mengadakan kontak dengan pesawat manapun jua, baik yang di udara maupun yang di darat, dalam radius ratusan kilometer.

Artinya, mereka yang di pesawat JAL itu akan segera mengetahui, apakah Menteri Luar Negeri itu berbohong atau tidak! Mereka jadi tegang. Perlahan rasa putus asa untuk menyelamatkan isi pesawat itu mulai muncul. Memang takkan ada sebuah pesawatpun yang akan menerbangkan tahanan dari Alcatras! Tak ada sama sekali!

Dan sebentar lagi, jika tak sebuahpun pesawat yang … pikiran mereka tentang itu segera terputus, ketika dari pesawat JAL itu terdengar suara pilot, suara dalam aksen Jepang, memanggil seluruh pesawat yang melintasi daratan Amerika Serikat yang tengah terbang menuju Mexico, meminta konfirmasi nomor penerbangan, jenis pesawat, muatan dan identitas lainnya.

Sepi! Tak ada yang menjawab panggilan pesawat yang dibajak itu. Tapi akhirnya pesawat JAL itu mendapat kontak dengan tiga buah pesawat yang menuju Mexico. Mereka melihatnya lewat layar radar, dan ketiga pesawat itu muncul di layar radar yang ada di tower dimana para pembesar itu berada. Dua di antaranya adalah pesawat Mexico sendiri. Yang satu lagi pesawat penumpang biasa. Kemudian yang satu lagi adalah pesawat Angkatan Udara Uruguay yang mengadakan patroli.
Sepi!

Ternyata gadis yang memimpin pembajakan ini memang seorang yang telah terlatih benar. Dipilih dari deretan pramugari senior. Yang mengetahui tidak hanya soal menggunakan senjata, tetapi juga soal navigasi. Masalah penerbangan lengkap dengan hubungan radionya. Para pembajak ini bukan pembajak kelas teri!

Kali ini ketegangan benar-benar mencekam dalam tower itu. Dari radio yang terbuka salurannya mereka tahu bahwa pembajak di pesawat JAL itu mengadakan kontak terus menerus dengan tiap pesawat yang terlihat dalam radar mereka. Menteri Luar Negeri Amerika itu benar-benar mati kutu. Para pembajak pasti segera mengetahui bahwa tak sebuahpun pesawat yang diterbangkan dari New York, atau dari manapun di Amerika sana ke arah Mexico ini membawa tahanan yang minta dibebaskan itu. Ketegangan itu terganggu seketika, saat ada sahutan di radio. Ada percakapan.

‘’Jelaskan kembali identitas Anda dan muatan yang Anda bawa. Ganti!’’ suara itu adalah suara si gadis pramugari, pimpinan pembajak!
Semua mata memandang ke radar di tower itu. Sebuah radar besar buatan Jerman Barat. Dari arah utara, diantara beberapa titik, kelihatan sebuah titik menuju ke selatan. Nampaknya dengan pesawat itulah pembajak tadi mengadakan kontak. Pesawat yang dalam penerbangan itu menjawab dengan menjelaskan identitasnya, kemudian menyambung:
‘’Kami dari New York. Membawa sejumlah tahanan politik Cuba ke Mexico. Harap bersiap menanti kami, ganti!’’

Penjelasan itu diulangi sampai dua kali. Sepi. Duta Besar Amerika di Tower itu saling bertukar pandang dengan Direktur CIA. Mereka sama-sama bingung, benarkah pesawat itu membawa para tawanan? Dia memberi isyarat pada operator untuk memastikan hubungan. Operator menekan sebuah tombol. Dan memberi isyarat bahwa hubungan telah putus dengan pesawat itu.
‘’Ada perubahan?’’ tanya Menteri Luar Negeri itu kepada Direktur CIA.
Orang yang ditanya menggeleng kepala.

‘’Tak ada perubahan, Tuan Menteri. Semua masih tetap seperti yang digariskan Presiden. Saya kira ini suatu kesalahan..’’
‘’Apakah saat kita berada di sini Presiden merubah keputusan untu memenuhi tuntutan para pembajak?’’
‘’Tidak, Tuan Menteri. Telpon itu..’’ dia menunjuk ke sebuah telepon hitam di sudut ruangan, “adalah telepon yang telah diblokir hanya untuk pembicaraan antara tempat ini dengan Gedung Putih di Washington. Artinya, kalau ada perubahan, Presiden tentu akan memberi tahu kemari lewat pembantunya. Begitu aturan permainan yang telah sama-sama kita sepakati.”

Menteri Luar Negeri itu mengangguk. Ya, semua yang dijelaskan oleh Direktur CIA barusan memang seperti apa yang dia ketahui. Lalu pesawat mana yang mengaku membawa para tahanan itu?
‘’Coba hubungi Washington. Cek penerbangan dengan pesawat yang mengaku membawa tawanan itu..’’
Dan seperti diingatkan pada sesuatu, direktur CIA itu menyokong pendapat menteri tersebut. Ya, kenapa mereka tak ingat untuk mencek identitas pesawat itu? Direktur CIA itu segera mengangkat telepon dan segera pula mendapat hubungan dengan Presiden Kennedy.
‘’Ya, kami juga mengikuti percakapan dari pesawat itu..’’ jawab Presiden.

Panglima Angkatan Darat Mexico bertubuh gemuk dan masih tetap menggigit-gigit ujung cerutunya itu mau tak mau mengakui betapa cepatnya orang Amerika ini bertindak. Dari telepon seberang sana kembali terdengar suara Presiden Kennedy:
‘’Untuk Anda ketahui, pesawat yang mengaku sebagai pembawa tahanan itu adalah pesawat penumpang biasa. Segala identitas yang dia sebutkan kepada para pembajak, adalah benar. Penerbangnya adalah bekas pilot angkatan laut di Pacific. Bernama Maxmillan, terakhir berpangkal kolonel. Nampaknya dia mendengar panggilan yang dilakukan para pembajak. Dan memutuskan sendiri untuk mengikuti panggilan itu. Mengakui dirinya sebagai pesawat yang membawa para pembajak. Pesawat yang dia bawa adalah Boeing dan mengangkut enam puluh wisatawan menuju Tahiti. Dia tiba-tiba merubah arah, menuju ke Mexico dan membawa serta para penumpangnya. Kami belum mengetahui rencananya lebih lanjut..’’


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: