Tag Archives: makmur hendrik center

tikam samurai dan novel lain karya Bpk.Makmur hendrik kembali di terbitkan


Kabar gembira untuk para penggemar berat karya abang kita Makmur Hendrik, saat ini Makmur Hendrik Center
(MHC) telah menerbitkan kembali buku-buku legendaris karya beliau yang mudah mudahan dapat mengobati rasa
taragak dunsanak sekalian.
Adapun buku buku yang telah terbit itu adalah sebagai berikut :
- MELINTAS BADAI : 300-an halaman @ Rp 50.000,-
Novel laris tentang cerita keluarga yang amat mengharukan, yang telah diangkat ke layar lebar dengan pemeran Marissa
Haque dan Ray Sahetapi.
- DI LANGIT ADA SAKSI : 300-an halaman @ Rp 50.000,-
Makmur Hendrik adalah cerpenis yang memenangkan berkali-kali sayembara penulisan cerpen tingkat nasional, tiga
diantaranya ada dalam kumpulan berisi 13 cerpen ini. Tiga pula di antara cerpen dalam kumpulan ini (Di Langit ada
Saksi, Luka di Atas Luka, dan Jangan Menangis Mama) sudah dijadikan film layar lebar. Ada cerita tentang
“wajah lain” dari polisi dan tentara, tentang bagaimana mereka mengabdi dan menghidupi keluarga
mereka secara amat menghharukan
- TERJEBAK DI PERUT BUMI : 200-an halaman @ Rp 25.000,-
“Lubang Japang” adalah benteng balatentara Jepang di bawah Kota Bukittinggi. Tiga siswa STM
terperangkap selama 30 hari di dalamnya. Mereka tidak hanya menemukan senjata, dinamit, dan batangan emas, tapi
juga harus mempertahankan nyawa dari ribuan ekor ular berbisa dan laba-laba raksasa. Bisakah mereka menemukan
jalan keluar?
- TIKAM SAMURAI (Lima Jilid) : 400-an halaman per jilid @ Rp 50.000,-
Jilid I: Pembantaian keluarganya di Situjuh Ladang Laweh oleh Saburo Matsuyama, seorang kapten balatentara Jepang,
merubah total jalan hidup si Bungsu. Jilid II: Seorang diri si Bungsu ke Jepang, guna menuntut balas kematian
keluarganya. Agar bisa bertahan hidup, dia harus bertarung dengan Ninja. Jilid III: Saat mengantar jenazah sahabatnya,
mantan tentara Perang Dunia II, ke Australia, dia terlibat pertikaian maut dengan “Boomerang”, kelompok
bandit paling sadis di Australia. Jilid IV: Michiko, anak Saburo Matsuyama yang mencintai sekaligus memusuhi si
Bungsu, memburunya sampai ke Situjuh Ladang Laweh. Tapi dia “terbawa” ke Dallas oleh seorang pilot
Amerika, yang kala itu datang ke Minangkabau mendrop senjata untuk PRRI. Ke Dallas dia datang. Jilid V: Saat akan
meninggalkan Dallas, sahabatnya bernama Alfonso Rogers, milyarder Amerika turunan Spanyol, memohon bantuan
mencari anak gadisnya yang hilang saat bertugas sebagai perawat di Viet Nam. Sudah berkali-kali misi dikirimkan,
hasilnya nihil. Demi sahabat, ke sanalah si Bungsu datang, ke Nerakan Viet Nam!
- GIRING-GIRING PERAK (Dua Jilid) : 400-an halaman per jilid @ Rp 50.000,–giring
Jilid I: Seorang anak muda melintasi gunung dan lembah, menembus kabut pagi dan mlintasi embun malam, mencari
dimana kampungnya, siapa ayah bundanya. Bahkan dia tak tahu siapa namanya, kecuali sebuah giringigiring perak di
kakinya sebagai tanda. Dia menyelamatkan sedbuah kafilah dari Pariaman dari kezaliman penghuni Bukti
Tambuntulang, kerajaan rampok dan lanun. Jilid II: Bersama Tuanku Nan Renceh, Datuk Sipasan dan Pelarian Raja-raja
Pagaruyung dia menghancurkan kerajaan dajal di bukit maut itu. Bertemukah dia dengan ayah dan ibunya?
- PANGLIMA SAKAI : 400 halaman @ Rp 50.000,-
Seorang anak ditemukan hanyut dalam sampan di Sungai Jantan, yang kelak berubah nama menjadi Sungai Siak.
Setelah dewasa si anak menjadi Panglima Perang Kerajaan di Sriwijaya, namun dia pulang mencari ayah bundanya di
sepanjang Sungai Siak dan Sungai Sungai Gasib. Dia menyelamatkan Puteri Kaca Mayang yang legendaris itu, yang
disandera pasukan Aceh. Anak siapakah diia?
Cover : Lux, Construk 260 gram & Laminating
Isi : HVS 70 Gram
Ukuran : 12 x 19 Cm
Untuk dunsanak yang berminat dapat mepesan mulai sekarang, melalui
Makmur Hendrik Center (MHC)
Telepon No: 081365639801(sony), 08127618309 (eva)
sumber :Cimbuak – Forum Silaturahmi dan Komunikasi Masyarakat Minangkabau


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 396 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: